Ada sebuah salon kecantikan owner sebut saja Mira dia memiliki 2 karyawan Sasa yang nama aslinya Jatmiko yang notaben sisi feminimitasnya lebih dominan dan Vivi yang gadis lugu bekerja sebagai karyawan profesional.
Datanglah customer bernama Gendis.
"Selamat Pagi Mbak" sapa Sasa
"Mau potong, creambath atau rebonsek? "
"Hah rebonsek? Apaan tu"
"Rebondes mbak alias rebonding"
"Oh saya mau hair extention? "
Tak lama Vivi keluar dan menemui customer salon tersebut. Vivi segera memanggil ownernya mbak Mira.
"Mbak Mir... "
"Iya Vi... "
"Ada yang mau extention"
Mira keluar dengan rambut blonde dengan kulit yang halus body yang se ks i dengan rok pendek ketat dengan kaos oblong merah. Membuat siapapun pasti tau dia adalah owner salon.
Mbak mira mengeluarkan rambut yang extention yang akan di berikan contoh model dan warna apa yang akan di pilih oleh customer.
"Ya udah yang ini mbak" sambil menunjuk rambut curly agak coklat.
"Oke mbak. Vi... Pasanginya rambutnya"
"Oke mbak Mir"
Tak lama proses pun berjalan hingga beberapa jam karena perawatan. Setelah semua selesai customer membayar dan puas karena rambutnya nampak asli.
Salonpun tutup pukul 5 sore dan Vivi sampai rumah magrib. Vivi lelah karena belum makan dia mengalami pusing.
"Bu aku pusing ... Mau makan"
"Ya udah makan dlu" sahut ibunya Vivi.
Setelah makan , selang beberapa jam Vivi merasakan mual dan memuntahkan semua makanan hingga dia sangat lemas.
"Masuk angin kamu makanya makan jangan sampe telat" celoteh ibunya.
"Sudah sehari badan Vivi lemas, dan selalu muntah jika makan".
Hari ke 2 tatapan Vivi kosong dan pucat. Tetapimasih sadar.
" kamu paksain makan deh"kata kakaknya.
"Iya." jawab Vivi lemas.
Kakaknya membuka jendela dan kelambunya dibuka.
"Jangan mbak. Silau"
"Biar udaranya ganti di kamarmu"
"Aku bilang jangan ya jangan! " kata Vivi seraya membemtak dengan mata yang berkaca-kaca dan seram.
Kakaknya yang bernama Novi kaget dengan sikap Vivi yang mulai aneh dengan wajah pucat.
Hari ke 3 Vivi full kosong pandangannya dan seperti orang kerasukan tiba-tiba vivi menangis dan menangis seharian tanpa sebab sampai airmatanya bercampur darah.
"Vi.. Vi sadar istifar" ibunya berkata dengan menangis.
"Aduh kepalaku sakit! " pekik Vivi.
Telinga Vivipun mengeluarkan darah membuat keluarga semakin panik.
"Rambutku kembalikan rambutku cepat! "
"Rambut apa? " tanya kakak Vivi.
"Cepat! Balikin atau aku cabut rambut anak ini"
Setelah hari itu keluarganya mencari ustad atau kiai dan mencoba berkomunikasi dengan astral itu, Vivi tersadar. Tak Lama Sasa atau Jatmiko datang ke rumah Vivi menanyakan keadaan Vivi yang tidak masuk beberapa hari.
" mbak Nov kemarin customer yang dipasangin hair extention itu tiba-tiba minta dcopotin rambutnya"
"Lah apa hubungannya? "
"Iya itu yang dipasangi Vivi. Katanya dia di mimpiin datengin cewe matanya mengeluarkan darah dan telunganya berdarah. "
"Jangan2 punya mayat ya"
"Gatau mbak sekarang Mbak Mira sakit-sakitan aku keluar dari salon"
Tak lama Vivi pun sehat dan pemilik salon tadi selang beberapa minggu sudah meninggal.
Tamat