Bab 1: Pertemuan Baru
Ethan Windsor dan Avery Stormbringer, tunangan yang sudah dijodohkan sejak kecil, menjadi murid pindahan di SMPN XX, Jalan XX, Kota XX, Kabupaten XX. Mereka berbeda kelas, Ethan di 9B dan Avery di 9A.
Ethan merasa cemburu karena Avery langsung populer di kelasnya. Sementara itu, Avery khawatir Ethan tidak bisa beradaptasi.
Dialog
Ethan: "Avery, aku khawatir tidak bisa menemukan teman di sini."
Avery: "Jangan khawatir, Ethan. Aku akan selalu ada untukmu."
Bab 2: Cinta yang Tumbuh
Ethan dan Avery semakin dekat meskipun berbeda kelas. Mereka sering bertemu di kantin, perpustakaan, dan koridor sekolah.
Ethan menyadari cintanya pada Avery semakin dalam. Avery juga merasakan hal yang sama.
Dialog
Ethan: "Avery, aku sangat bahagia bersamamu."
Avery: "Aku juga, Ethan. Cintaku padamu tidak pernah berubah."
Bab 3: Pengakuan Cinta
Anthony menatap mata wanita "culun" dengan tegas. "Aku menyukai seseorang lain. Maaf."
Wanita "culun" terkejut, wajahnya merah padam. "Siapa dia?!" tanyanya dengan nada tinggi.
Anthony diam, tidak mau memicu konflik lebih lanjut. Ia berpaling dan berjalan pergi.
Berikut lanjutan cerita:
Bab 4 : Marah
Vanessa terkejut mendengar kata-kata Anthony. Wajahnya merah padam, matanya berapi. "Kamu berani mengejekku?! Aku akan mencari dia dan membuktikan kalau aku lebih baik! Aku akan menghancurkan hidupnya dan merebut hatimu!"
Anthony tersenyum sinis. "Silakan, tapi kamu tidak akan pernah bisa menyamai dia. Dia pintar, cantik, dan sempurna."
Anthony berpaling dan melihat Vanessa dengan senyum sinis. "Kamu tidak akan pernah bisa menyamainya, Vanessa."
Vanessa marah, matanya berapi. "Aku tidak akan menyerah! Aku akan mencari dia dan membuktikan kalau aku lebih baik!"
Anthony berpaling dan berjalan pergi, meninggalkan Vanessa yang masih berteriak.
Vanessa bangun pagi, melepas kaca matanya, dan menatap cermin. Ia berpikir apakah aku hari ini tidak perlu menggunakan kacamata lagi. Wajahnya kini lebih cantik dan anggun. Ia tersenyum, puas dengan perubahan dirinya.
Siswa laki-laki di sekolah terpikat oleh kecantikannya. Mereka bertanya tentang namanya, tapi Vanessa tetap diam, menikmati perhatian tersebut.
Anthony melihatnya dari jauh, tetapi tidak terlalu peduli. Ia terus berjalan, memikirkan perpisahan dirinya dengan sahabatnya yang berusia 11 tahun dengan kulit putih berambut biru malam, dan mata biru seperti lautan. Jantungnya berdegup kencang membayangkan wajah cantiknya. Ia bertemu gadis itu di sebuah Akedemi.
Vanessa semakin marah dan bergumam, "Aku akan mencari wanita itu dan membunuhnya!" Ia berteriak kepada Anthony, "Lihat saja, nanti aku pasti Menemukannya!"
Bab 5: Camille, Siswa Pintar dan Bersahabat
Camille Dupont, siswa SMP kelas 7, dikenal sebagai anak yang pintar, bersahabat dan memiliki integritas tinggi. Meskipun memiliki tubuh gemuk dan berkulit coklat, ia tidak pernah merasa rendah diri. Ia menolak empat pernyataan cinta karena merasa terlalu muda untuk menjalin hubungan asmara.
Saat belajar di rumah, Camille menerima pesan dari temannya tentang gosip Jessica. Kakaknya, yang sedang memainkan HP Camille, menjawab pesan tersebut.
Dialog
Teman: "Tolong, bilangin sama teman-teman untuk tidak gosipin Jessica lagi."
Kakak Camille: "Siapa ini?"
Teman: "Dupont, sekretaris kelas."
Kakak Camille: "Apa hubungannya dengan sekretaris?"
Kakak Camille melihat pesan dari kakak Jessica. "Tolong, bilangin sama Camille untuk tidak terlalu dekat dengan Jessica. Orang-orang mulai bergosip tentangnya, terutama Angel."
Kakak Camille merasa kesal. "Ada Dupontnya nggak? Enggak ada kan, ya udah tanya aja langsung sama orangnya, jangan sama adek saya!"
Kakak Jessica menjawab, "Saya hanya ingin melindungi adik saya aja
Cemille diam-diam mengambil HP-nya dari kakaknya dan membaca isi chat. Ia penasaran dengan cerita sebenarnya tentang Jessica dan gosip yang beredar.
Keesokan harinya, Cemille bertanya kepada teman-temannya, "Apa yang sebenarnya terjadi dengan Jessica? Mengapa kakaknya marah?"
Teman-temannya terkejut dan saling menatap. "Apa kamu tidak tahu? Salah satu temannya berkata : Jessica nyindir kita di status WhatsAppnya dengan upload kalo nggak suka datengin aja langsung jadi iyaaa iyaalahh kamii kesall
Teman-teman Cemille semakin marah. "APA HUBUNGANNYA SEKRETARIS DENGAN MASALAH DIA DIGOSIPIN?" salah satu temannya bertanya dengan suara setengah teriak.
Cemille menjelaskan, "Kakakku dan kakak Jessica saling berkomunikasi tentang gosip ini. Mereka khawatir gosip ini mempengaruhi reputasi Jessica."
Teman-temannya terkejut. "Jadi, kakak Jessica terlibat dalam gosip ini?" tanya salah satu teman.
Berikut lanjutan cerita:
Bab 6: Konflik Meningkat
Teman-temannya mengejek, "Heh, lemah banget! Jadi orang masa gitu aja langsung lapor abang!"
Cemille merasa makin kesal, setelah mengetahui bahwa Jessica nyindir melalui Status WhatsApp. Jessica kira itu hanya gosip yang tidak mendasar!!
Salah satu teman menjawab, Yang benar aja! Hanya sebuah gosip!! Jessica memang salah."
Penyelesaian Konflik :
Guru wali kelas, Ibu Sri, memanggil semua siswa yang terlibat dalam konflik tersebut ke ruangannya. "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya dengan sabar.
Cemille menjelaskan tentang gosip Jessica dan campur tangan kakak-kakaknya. Teman-temannya juga memberikan keterangan.
Ibu Sri mendengarkan dengan teliti lalu berkata, "Gosip hanya akan memperburuk keadaan. Kita harus saling menghormati dan mempercayai satu sama lain."