Sekitar 3 tahun lalu. Aku tersesat di sebuah kelas asing, bersama dengan orang-orang baru yang asing bagiku. Kutatap layar ponsel yang menampilkan kelas sedang berlangsung.
Aku tidak tahu dari mana harus memulainya. Memang sebelum bergabung dengan mereka di grup ini, aku hanya dibawa oleh seseorang, sebut saja dia kakak online-ku selama di Noveltoon. Aku memang bercerita padanya bahwa tulisanku itu sangat-sangat berantakan dan tidak mengerti PUEBI yang baik dan benar. Maka dari itu, dia membawaku ke kelas ini, yang ia bilang grup ini milik temannya yang memang paham literasi.
Selama bergabung di grup bernama STILISTIKA pada waktu itu, aku bukanlah member yang aktif, bahkan aku tidak dekat dengan siapa pun di grup tersebut. Saat kelas dimulai dan Owner memberikan materi, aku hanya menyimak. Bila ada kuis yang diadakan, aku tak pernah ikut. Bisa dibilang aku member hantu di sana. Ha-ha-ha ....
Singkat cerita, saat ada kuis tentang majas Alegori, aku iseng-iseng ikut untuk pertama kalinya, rasa gugup menyelimuti diriku, bisa tidak ya, aku membuat kata-kata yang mengandung majas Alegori bertema kotak Oren?
Kuberanikan diriku membuatnya, masa bodoh mau nyambung atau tidak, yang penting sudah berusaha.
Siangnya, owner mengumumkan pemenang kuis tersebut. Dia bilang, ”Pemenang kuis yang kata-katanya aku jadikan background GC.”
Sontak saja aku terkejut, karena yang dijadikan background GC oleh Owner adalah milikku. Aku tidak menyangka di hari pertama kali aku ikut kuis, aku yang menang waktu itu.
Dari sanalah aku ikut obrolan untuk pertama kalinya di grup tersebut dan mengobrol sedikit dengan Owner-nya bertanya tentang beberapa materi yang kurang kupahami. Sebenarnya aku agak ragu bertanya pada beliau. Akan tetapi, kakakku bilang, “Nggak apa-apa, Dek. Gangguin aja Owner. Dia malah suka kalau diganggu.”
Baiklah kalau kakakku bilang seperti itu, aku tidak ragu lagi untuk bertanya. Aku lebih suka mode les privat, jadi aku sering menghubungi lewat personal chat. Untuk selanjutnya setiap diadakan event aku selalu berusaha untuk ikut, bahkan event menulis novel selama 30 hari berturut-turut. Meski tulisanku masih belum rapi, tetapi aku memaksakan diri untuk ikut. Tulisanku sudah dibilang lebih baik dari sebelumnya ketimbang awal-awal masuk di GC STILISTIKA waktu itu. Owner bilang dari ide cerita sudah bagus, tetapi tulisanku masih sangat berantakan dan masih jauh dari kaidah penulisan.
Sakit, sih, tapi ya nggak apa-apalah. Namanya juga belajar harus siap menerima kritik dan saran.
Ada lagi event menulis, di mana kami mengembangkan kerangka yang dibuat oleh Owner menjadi cerita versi kami sendiri, selama proyek itu berlangsung, owner menjadi mentor kami. Dari situ aku semakin sering bertanya pada beliau, hingga akhirnya kami menjadi dekat. Bahkan beliau sudah aku anggap seperti ayah, atau kakakku sendiri. Bahkan disaat aku kehilangan semangat untuk menulis, saat aku terpuruk, dia selalu menjadi tempatku bercerita, meluapkan emosi yang menggulung akal sehatku.
Meski terkadang, aku dan dia sering berbeda pandangan dan sering berbeda pendapat, tetapi itu tidak menjadikan alasan untuk kami saling menjauh satu sama lain.
Mungkin dia bisa aja marah, aku tahu, tapi dia nggak mau menunjukkan itu. Dia benar-benar berperan sebagai ayah yang sabar buatku.
Beda lagi kalau dia berperan sebagai guru, semakin lama mulutnya semakin tajam saat memberikan kritikan. Apalagi saat mengkritik karyaku.
“Kurang greget.”
“Inderanya digunakan lebih peka lagi.”
“Suasananya nggak dapat.”
“Seharusnya di awal cerita langsung hajar. Kalau begini karyamu, nggak akan dilirik sama pembaca.”
Dan masih banyak lagi komentar pedas lainnya yang tidak bisa kujabarkan satu-persatu. Kata-kata yang dia lontarkan jujur aja menghajar mentalku. Namun, aku tahu itu semua demi kebaikanku, agar aku bisa lebih berkembang.
Tidak hanya nasehat dari owner saja, tetapi aku juga dapat nasehat dari member lain yang lebih senior dan lebih dulu terjun di dunia kepenulisan.
Tentang bagaimana cara membangun suasana cerita dan menentukan alur cerita dan masih banyak lagi keluh kesah nulis lainnya sesama author.
Dan kini Owner bilang dia mau pensiun dari Noveltoon dan meninggalkan grup?
Marah? Pasti
Kecewa? Jelas
Aku jadi ingat dia pernah bilang seperti ini sebelumnya di grup beberapa waktu lalu. Dan berakhir dengan kami bertengkar.
Ingin rasanya kuluncurkan umpatan demi umpatan jika bisa. Jika dia pensiun dari Noveltoon dan meninggalkan grup. Lalu bagaimana dengan kami?
Hanya dia yang paham dengan dunia literasi.
Kalau saja aku paham dengan literasi, mungkin aku juga tidak akan bergabung di grup miliknya ini.
Okelah jika dia gantung pena dan tidak menulis lagi, tapi setidaknya pikirkan member yang masih membutuhkan dia untuk belajar.
Sekian goresan dariku
Claudia yang selalu cerewet untuk Owner GC CL