Apakah kau tau bahwa hidup ini sangat menghampakan disaat kau kehilangan semuanya dan kau hanya menjalani hari hari sambil menunggu kapan saatnya nyawamu dicabut, perih rasanya jika kau menginginkan banyak hal namun kau tidak bisa mendapatkannya walaupun hanya secuil.
Aku bernama Linda,aku adalah wanita yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan. Hidupku indah sangatlah indah saat aku mewujudkan impianku yaitu memondok disebuah pondok pesantren, tapi aku seiringnya berjalan waktu aku harus berhenti menuntut ilmu disana dan disitulah dimulainya kehampaan hidupku.
Dengan bahagianya aku melanjutkan sekolahku ke ponpes yang merupakan sebuah impianku sejak dulu, karna aku sudah puas dengan kehidupan dunia yang sering kali menyesatkanku ini, di sebuah ponpes aku melihat banyak sekali teman teman yang begitu ramah dan seru, disana sangatlah menenangkan karna terdapat lantunan lantunan ayat Al Qur'an di setiap harinnya, aku sangat bahagia disana, namun... Kebahagiaan disana hanya sebentar.
Aku mendapatkan teman bernama Lara, ia sangat baik terhadapku dan ia juga menjadi pendengar dan penesehat yang baik untukku saat aku bermasalah pada temen yang lain, ia saat itu memjadi salah satu sahabatku yang terbaik, namun itu hanya sebentar, saat itu Lara sakit karna asma nya kambuh, namun ia beranggapan itu bukanlah penyakit asma, ia mengatakan kalau itu adalah siksaan dari seorang makhluk gaib yang tidak suka padanya, akupun yang menjadi sahabat baiknya menjadi sangat khawatir dengannya,hingga saat itu ia diharuskan pulang kerumahnya saat malam hari karna ia sudah tidak tahan lagi, lalu datanglah sebuah mobil menjemputnya dan lalu pulanglah ia kerumahnya.
Hari hariku mulai sepi karna perginya sahabatku Lara, rasanya ada yang kurang, Lara pulang sangatlah lama dan aku yang berada di ponpes tidak tau bagaimana keadaannya sekarang, aku sangat kesepian dipondok dan tidak ada yang menemaniku sebaik Lara.
Beberapa hari setelah Lara pulang tiba² penyakit asma ku kambuh, teman temanku yang lain diasrama tidak ada yang terlihat peduli padaku, aku kesakitan mereka hanya melihatku saja, hatiku pun bergeritik andai saja Lara disini dia pasti menolongku, beberapa jam saat itu datanglah orang tuaku menjemputku pulang, dan akupun pulang dan dirawat orangtuaku dirumah.
Setelah beberapa hari aku dirawat dan minum obat rutin, akupun mulai merasa sehat tetapi aku tetap membawa inhaler ku yang sudah dibelikan orangtuaku, setelah aku masuk pondok mungkin saat itu aku sangat merindukanmu Lara dan aku sangat memikirkannya, dan aku juga kurang menjaga makananku sehingga asma ku kambuh lagi, tak lama asmaku mulai sedikit reda datanglah Lara dan mengatakan padaku bahwa ia berhenti mondok dan itu merupakan perintah orang tuanya yang sama sekali tidak bisa ia tolak.
Dengan sangat sedih aku terpaksa terlihat tegar dihadapan sahabatku itu, dengan keadaanku yang masih lemes aku terpaksa menyaksikan sahabat baikku pergi dari hadapanku menggunakan mobilnya, setelah perpisahan itu akupun pingsan dan merasa hampa karna kehilangan sahabat baiku.
Aku yang pingsan pun diangkat dan dibawa temanku ke asmara, dan saat itu aku sangat sakit, asmaku terus kambuh, setelah itu aku dijemput orang tuaku dan pulang, dirumah aku sangat sangat kesakitan, sakit kambuhnya Asmaku dan sakit karna aku kehilangannya seorang sahabat baikku.
Karna asmaku yang mulai memparah dibawalah ke rumah sakit dan ternyata...