Aku adalah seorang mahasiswi tingkat akhir di jurusan ilmu hukum. Sehari-hari aku hanya menghabiskan waktu dengan scroll tiktok dan war di kolom komentar aplikasi X. Masalah percintaan aku memang tidak ambil pusing. Kriteria yang terlampau tinggi menjadikan aku layak untuk menjadi jomblo abadi. Hingga suatu hari, aku berkenalan dengan seorang mas-mas Jawa yang juga menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum.
Ia adalah laki-laki yang benar-benar menarik hati ku. Dia pintar dan juga soft. Semua berjalan dengan mulus, hingga akhirnya aku tertipu akal bulus dari lelaki kardus itu. Mari kita panggil dia dengan nama Mas Al.
Pada saat itu, seperti biasa aku membuat status mengenai hukum di postingan media sosialku. Anehnya, ada seseorang yang menanggapi cuitan ku. Tanpa sadar, aku pun tertarik untuk membalas komentarnya yang berbunyi "pandangan mu terkait teori tersebut cukup bagus, namun lebih baik lagi jika korelasikan dengan kenyataan" aku pun membalas dengan semangat "betul, namun aku saat ini hanya tertarik untuk membahas teori" orang tersebut ternyata membalas kembali "hahaha iya deh,mau diskusi hal lain?" Tertarik dengan tawaran tersebut, aku pun membalas "boleh" hingga pada akhirnya kita menjalani komunikasi intens di WhatsApp.
Aku sangat suka cara dia bercerita, terdengar indah dan memabukkan, oleh sebab itu Aku yang memiliki title 'Jomblo dari lahir' kualahan karena harus berperang batin. Aku selalu bertanya-tanya apakah dia tertarik dengan diriku? Apakah dia suka padaku? Hal tersebut benar-benar menggangu fokus diriku. Hingga datanglah waktu di mana ia menghilang. Iya betul, dia menghilang begitu saja seperti tertelan lumpur hisap.
Jadi, sudah jelas kan, rayuan Lelaki Kardus adalah maut