Di sebuah desa yang kecil dan menengah terdapat satu keluarga yang rukun dan damai. Terdiri dari ibu, kakak, dan adik. Sang kakak laki-laki bernama Anama berusia 22 tahun. Di pagi hari yang cerah sang kakak terbangun dari tidurnya, bersiap-siap pergi untuk bekerja.“pagi Bu" kata kakak laki-laki nya kepada ibunya yang sedang menyapu halaman nya.“pagi nak, udah mau berangkat ya," sang anak pun menjawab “iya Bu, apa adik sudah bangun?" Ibu“belum kayaknya,sudah sarapan?" “sudah Bu" Setelah itu sang kakak berpamitan kepada ibunya untuk pergi berangkat kerja.
Setelah sampai di tempat kerjanya dia pun bekerja sampai jam istirahat. Dia pun pergi ke warung pinggir jalan untuk makan siang, setelah itu dia pun merenung" bagaimana ya caranya supaya kondisi keluarga nya bisa baik dan kecukupan?" Oh ya saya lupa untuk mencantumkan ayahnya ya..? Dia sudah ditinggalkan ayahnya dari masih SMA,diapun haru bekerja keras untuk membuat keluarga nya bisa bahagia Dan hidup tentram.
Dia pun mencoba mencari tahu tentang cara untuk bisa membuat keluarga nya bahagia,sebab dia adalah tulang punggung keluarga yang menggantikan ayahnya yang sudah meninggal dunia.”apa aku coba untuk merantau ke kota ya!"Dia pun pergi bekerja kembali,sebab sudah mulai jam kerja dimulai sampai selesai, yah sekitar jam 05.00 sore dia selesai bekerja.Setelah itu pun dia pulang ke rumah,dia bersih-bersih dan kembali ke kamarnya dan dia pun tertidur.
Saat memasuki waktu petang dia pun keluar dari kamar tidurnya sebab dia merasa perutnya perlu di isi, setelah itu dia pun pergi ke meja makan dan melihat ibunya dan adik perempuan nya sedang menonton televisi di ruang tamu. Setelah perutnya sudah kenyataan dia pun menghampiri keluarga nya, dia pun mencoba memberi tahu tentang rencananya untuk pergi merantau ke kota, serta untuk meminta izin ke ibunya untuk pergi merantau ke kota.