Hari itu jam 2.53 pagi, Hana terbangun dari tidurnya,
POV hana:ya ampun aku lupa kalau ada tugas bikin bikin puisi! Astaga.
Dia duduk sangat lama sambil memikirkan, puisi apa yang harus dia tulis,
POV hana:aduh..nyesel aku main game terus, Kan jadi lupa..
Hana berbalik berdiri dan membuka jendelanya. Wah dingin tapi ini bagus supaya aku tidak ngantuk lagi, tiba-tiba Hana mendengar samar-samar suara seorang pria yang berjalan melintasi apartemennya,
POV peria misterius: indahnya suara malam ini hatiku sangat bahagia dia menangis aku tertawa hatiku berdebar tapi sayangnya dia sudah berhenti menangis aku harus cari yang lainnya lagi untuk menghibur ku.
Pria itu terdiam. dia menyadari bahwa ada yang melihatnya. Hana yang menyadari itu langsung menutup jendelanya. Jantungnya berdebar-debar saking kagetnya. Dia kembali duduk dan menenangkan dirinya sambil minum air, yang ada di mejanya. tanpa dia sadari tangannya sudah menuliskan semua yang dikatakan pria itu tanpa.
POV hana: aduh ternyata aku menulisnya, tapi aku juga tidak tahu mau tulis apa lagi. yah sudahlah lagi pula aku tidak akan jadi pemenangnya, ya sudah yang ini saja, akhirnya aku bisa tidur tenang. ya ampun ternyata sudah jam ya,
Hana pun bersiap-siap untuk ke sekolah tiba waktunya untuk membaca puisi. Dan kini giliran Hana yang membacakan puisinya, setelah dia membaca puisi itu semua orang yang ada di situ terdiam karena mereka aneh dengan puisi itu,
POV ibu guru: puisi yang aneh ya
POV hana: hehehe..iya ya,