Langit sore itu memerah seperti hatiku, yang sedang sibuk merangkai kata demi kata untuk pesan singkat yang ingin kukirimkan padamu. Daryl, namamu saja cukup membuatku tersenyum seperti orang bodoh. Bahkan saat dunia tampak begitu ribut dengan segalanya, pikiranku hanya terfokus pada satu hal,yaitu kamu.
Entah kapan tepatnya aku mulai jatuh hati. Mungkin saat kamu pertama kali mendengar keluhanku tentang sekolah yang berat. Atau ketika kamu dengan sabar menemani malam-malam panjangku mengerjakan tugas. Atau, mungkin, saat kamu mengirim pesan singkat "Aku percaya kamu bisa." Kata-kata sederhana, tapi cukup untuk membuat hatiku hangat seperti secangkir teh yang baru diseduh.
Aku suka cara kamu membuatku merasa dicintai, bahkan tanpa perlu berkata langsung. Seperti kemarin, ketika kamu tiba-tiba mengirimi aku playlist yang berjudul "Untukmu." Lagu-lagu di dalamnya seolah menceritakan kita, perjalanan kecil yang kita tempuh, meski hanya lewat layar ponsel.
"Apa kabar kamu hari ini?" tanyamu sore itu.
Aku ingin menjawab panjang lebar, ingin menceritakan bagaimana bosan dan lelahnya hariku. Tapi alih-alih, aku hanya mengetik, "Baik, kamu?" Seperti biasa, kamu membalas cepat, seakan tahu aku butuh teman bicara.
"Aku juga baik. Eh, aku lagi bikin playlist baru. Kamu mau dengar?"
Playlist lagi? Aku tersenyum kecil, membayangkan bagaimana kamu sibuk mencari lagu-lagu yang mungkin akan kamu selipkan dengan hati-hati untukku.
Tapi hari itu berbeda. Playlist yang kamu kirimkan punya satu lagu terakhir yang tidak pernah kudengar sebelumnya. Judulnya "All About You."
Aku memutarnya, dan seiring alunan melodi, air mataku jatuh. Lagu itu seperti surat cinta tak terucap, setiap liriknya menggambarkan perasaanmu.
"I see my future in your eyes," begitulah kata lagunya. Dan aku tahu, untuk pertama kalinya, kita tidak lagi terpisah oleh jarak, tidak lagi hanya bertukar pesan di layar ponsel. Hatimu ada di sini, bersamaku.
Saat itu aku sadar, ini semua memang tentangmu. Dan aku ingin terus menyimpan ceritamu, dalam setiap sudut hatiku.