Pagi pagi bunda sudah masuk ke dalam kamar metta untuk membangun kan metta
" Ayo nak bangun udah pagi " ucap bunda metta
" Bun ini hari Minggu loh metta ingin tidur lebih lama " rengek metta pada bundanya
" Enggak ada tidur lebih lama sekarang mandi terus sarapan" jawab bunda metta yang langsung menarik tangan anak satu satunya itu
" Iyah Iyah Bun ini metta bangun metta mandi dulu bunda bisa keluar " ucap metta yang mendorong bundanya keluar kamar
Metta langsung menuju ke kamar mandi, setengah dia mandi dia tidak langsung turun dia duduk di depan meja belajar nya dan mengambil buku diary milik dia berwarna abu abu dia membuka buku itu dan mulai menulis
9 November 2003
Hari ini aku sudah bangun pagi seperti biasa padahal ini hari Minggu harusnya sekarang aku masih tertidur tapi karena bunda aku di bangunkan.
Setelah metta menulis di buku nya dia langsung membuka ponselnya dan melihat lihat akun Instagram nya, mata metta langsung langsung membuka lebar karena dia melihat cowok yang dia suka bersama perempuan lain.metta langsung membuka komentar dia membaca atas sampai bawah ternyata dia meneteskan air mata sedikit
" Metta kenapa kau menangis ini hanya crush yah Crush dia berhak memilih wanita pilihannya" ucap metta menguatkan diri nya sendiri
Metta langsung membuka buku diary nya dia mulai menulis lagi
9 November 2003
( Seharusnya pagi ini sangat indah karena hari Minggu ternyata tidak hari ini sangat lah buruk, tersenyum metta tersenyum lah aku ini hanya sebatas crush saja aku tidak berhak untuk menyukai nya lagi.lupakan dia, dia sudah ada wanita lain aku harus melupakannya)
( Tapi kenapa padahal aku hanya crush saja kenapa sangat sakit tuhan aku bukan siapa siapa dia aku juga tidak kekasihnya aku tidak siapa siapa nya tuhan kenapa ini sangat sakit)
( Aku tidak bisa melupakannya apakah ini ujian bagiku tapi jangan se pagi ini aku ingin melupakan dia )
( Dia adalah anomali yang tiba tiba menyerang hati ku dia adalah laki laki yang pertama aku sukai, ternyata aku terlambat dia sudah memiliki wanita lain, tak apa metta kau bisa melupakan ini masih banyak laki laki di luar sana kau bisa suka dengan siapa pun )
Metta langsung menutup buku diary dan melihat ke arah kaca besar yang terpasang di kamarnya, ia mengusap air mata yang keluar.
Tiba tiba bunda metta langsung masuk ke dalam kamarnya
" Metta dari tadi udah di tunggu dengan bunda dan ayah " ucap bunda metta yang melihat metta sedang mengusap air mata nya
" Kenapa kamu sayang " ucap bunda metta mengajak metta duduk di sisi tempat tidur
" Metta gpp kok Bun " jawab metta lirih
" Kamu tidak baik baik saja kenapa cerita dengan bunda" ucap bunda metta
" Bunda jatuh cinta itu penyakit yah Bun, padahal bukan apa apa tapi sesakit ini Bun " ucap metta menangis
Bunda metta langsung faham apa yang di katakan oleh putri nya itu
" Kamu jatuh cinta " ucap bunda
Metta langsung mengangguk
" Sayang jatuh cinta itu boleh tapi biarkan dia memilih pilihan nya yang lebih baik, kamu tau cinta hanya membuat sakit saja sayang apa lagi kamu hanya sebatas crush"
" Cinta itu racun bagi hati kita setiap kita melihat tiba tiba akan tertarik begitu saja"
" Tak apa nak di dunia ini laki laki masih banyak tidak hanya satu kamu dapat memilih laki laki yang kamu suka tapi di lihat lihat jika kamu memiliki laki laki yang salah ya kamu bakalan sakit metta "
" Sudah tenang lah kamu harus bisa melupakan dia bunda dan ayah akan menunggu mu di bawah turun yah sayang " ucap bunda metta
" Terimakasih bunda " jawab metta
Metta langsung duduk di kursi belajar nya lagi dan menulis buku diary nya
( Apa yang bunda katakan itu benar cinta hanya sebuah racun hati yang tiba tiba bisa membuat kita tertarik di dunia banyak laki laki tidak hanya satu)
( Bangga sekali aku mempunyai bunda seperti nya terimakasih bunda )
Metta tersenyum melihat ke arah jendela yang dia buka dia merasakan angin yang berhembus di wajah nya.
" Terimakasih sudah membuat seseorang gadis seperti ku ini mengenal cinta walaupun kau tidak menyukai aku "