Selena dan Dexter sudah berpacaran selama hampir dua tahun. Mereka saling mengenal sejak sekolah menengah pertama, namun baru saat SMA mereka mulai dekat dan akhirnya menjalin hubungan. Selena selalu merasa bahwa Dexter adalah sosok yang sangat berbeda dari teman-temannya. Tidak pernah berisik, tidak banyak bicara, namun kehadirannya selalu memberikan rasa tenang. Dalam segala kesibukan dan kekacauan dunia, Dexter adalah tempat bagi Selena untuk merasa aman.
Namun, tidak selalu mudah bagi Selena untuk mengerti perasaan Dexter. Kadang-kadang, Dexter terlihat sangat tertutup dan jarang mengungkapkan apa yang dia rasakan. Selena sering bertanya-tanya apakah Dexter benar-benar peduli padanya, atau hanya menjaga hubungan ini karena kebiasaan.
Suatu sore, setelah kelas berakhir, Selena memutuskan untuk berjalan pulang bersama Dexter. Selama perjalanan itu, tanpa banyak kata, Dexter meraih tangan Selena dan menariknya untuk duduk di bangku taman yang biasa mereka kunjungi. Di sana, Dexter mulai berbicara, bukan tentang perasaan atau masalah mereka, tetapi tentang bagaimana ia merasa bahagia bisa menghabiskan waktu dengan Selena, meskipun tak banyak kata yang terucap.
Dexter menjelaskan, “Aku mungkin tidak pandai menunjukkan apa yang aku rasakan, Selena. Tapi kamu harus tahu, kamu selalu ada di pikiranku. Kadang-kadang, hanya dengan duduk bersamamu, aku merasa semuanya baik-baik saja.”
Selena terdiam sejenak, menyadari bahwa cinta tidak selalu harus berupa kata-kata manis atau gesture besar. Terkadang, kehadiran seseorang dan ketenangan yang mereka bawa adalah yang paling penting. Selena merasakan hati yang hangat, dan untuk pertama kalinya, dia merasa benar-benar dicintai—bukan dengan kata-kata, tapi dengan cara yang lebih sederhana dan tulus.
~shny~