Ini tentang Aina dan Alim yang saling mencintai dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakan. Ketika orang lain berkata cinta dalam diam adalah cinta yang memupuk rasa dalam kesendirian tanpa mengungkapkan.Maka Aina dan Alim adalah definisi cinta dalam diam secara hakikat, mereka benar-benar mencintai tanpa pernah berkomunikasi namun mereka saling mengerti antara satu sama lain.
Di mata orang lain, siapa yang mau menerima kekurangan Aina dan bagaimana mungkin ada orang yang mau menerima Alim sebagai suaminya? namun Tuhan menjadikan keduanya untuk saling melengkapi dan menutup kekurangan yang ada.
Dulu Aina dan Alim sekolah di tempat yang sama. Hal itu cukup membangun chemistry diantara keterbatasan mereka. Membawa keduanya pada rasa yang sama, 6 tahun berlalu Sejak saat itu. Aina tidak pernah mengharapkan kembalinya Alim, karena ia tahu kekurangannya. Namun siapa sangka hari ini, Alim menepati janjinya kepada orang yang dicintainya
"Aina ... ada Alim di depan."
Aina, perempuan itu hanya mendongak sebentar sebelum menggelengkan kepala. "Gak, Mungkin." Tekan Aina dengan Isyarat tangannya.
"Ainaa, Ane seriusan. Coba aja lihat kedepan!"Ucap Ghina sebelum berlalu meninggalkan Aina ke depan.
Aina merenung diam, mana mungkin Alim datang kerumahnya? Kalau iya mungkin hanya ingin berkunjung bertemu ayahnya, bukan keperluan kepada Aina. Alim kan, Murid kesayangan Ayahnya. Apa iya Alim menepati janjinya? Alim hanya punya satu kekurangan diatas banyaknya kelebihannya, mana mungkin dia ingat pada Aina yang Bisu, saat Alim bisa mendapatkan perempuan sempurna.
Dengan enggan Aina keluar dari kamarnya dan benar saja, di ruang tamu ada Alim yang sedang tersenyum kepadanya.
"Nak, ini ada Alim." Aina mendekat saat mendapat panggilan Ayahnya.
Aina menatap Alim tajam seolah bertanya "Mau perlu apa?"
"Hanya satu keperluan dan kamu tau itu." Jawab Alim.
Alim dan Aina, Interaksi keduanya tak lebih dari diam, anggukan dan gelengan. Alim tak dapat mendengar dan Aina tak dapat bicara. Si bisu dan Si tuli, mereka mencinta dalam keterdiaman yang sama. Keduanya hadir untuk menutupi kekurangan masing-masing dan berjalan dengan langkah yang sama untuk menggapai tujuan karena takdir membawa mereka pada kekurangan dan mempertemukan mereka dalam kesempurnaan.
"Jika pun Aina dapat berbicara dan mengungkapkan cintanya Alim tak akan mampu mendengarnya, dan jika Alim dapat mendengar dan mengungkapkan cintanya Aina tak akan mampu membalasnya."
*يحلم الرجل بأمرأة كاملة و تحلم المرأة برجل كامل و لا يعلمون أن الله خلقهم ليكملا بعضهم البعض*
Seorang laki-laki, selalu mengidam-idamkan seorang wanita yang sempurana dan wanita pun begitu selalu mengidam-idamkan laki-laki sempurna. Padahal mereka tidak mengetahui bahwa Allah mencipatakan mereka untuk saling melengkapi satu sama lain.