Mengingat masa dimana aku membutuhkan seorang teman bicara, teman diskusi, melihat orang diluar an sana langgeng dengan teman akrabnya, kenapa aku yang tidak memiliki seseorang kekasih dan teman akrab yang selalu ada akupun tidak mempunyai, bagaimana aku menghadapi beragam kejadian di dunia ini hanya dengan sebatang kara, perihal kekasih, pertemanan, keluarga semuanya tidak baik kepada aku, apa salah aku sampai tidak ada yang mau dekat dengan aku.
Aku yang menginginkan seperti orang-orang dekat dengan kekasih ataupun dekat dengan satu orang teman yang Ia sayangi, keluarga yang selalu ada, kemana mereka, mereka yang tidak ada, ada nampak akan tetapi hanya nampak sedikit saja. Itupun hanya berhasil dalam sebuah keluarga, kekasih dan teman semuanya gagal.
Harus darimana aku merubahnya semua itu, semoga dalam kesendirian ini, ketika aku bertemu dengan seseorang calon imamku, ia yang sudah berakhir dengan masa lalu nya, ia yang menyayangiku, ia yang menerima aku apa adanya, berbuat kebaikan bersama-sama, aku mohon sayangi aku dan jangan buat aku menangis dan kecewa karena suatu hal apapun, mari kita selalu membuat momen kebahagiaan karna kehidupan aku sebelumnya sangat lah pahit.