"Aku mau ke kamarku."
Dichat grup
*Kami sudah di mobil kami pulang Dias sampai jumpa hari senin*
"ya selamat malam "
Chat dari rizky
"Mereka sudah pulang ini sudah kuantar di rumah mereka jangan khawatir."
"terimakasih."jawab xiyi dengan singkat.
Di kamar Xiyi
"Sangat capek mau tidur dulu tapi wajah masih kotor cuci dulu saja nggak masalah " namun pada saat berkaca tanpa sadar Xiyi melihat tubuhnya yang masih memakai jas milik kak Jaemin "Wah aku lupa akan ku kembalikan" batinku
"Bibi mona bisa ke kamarku dulu!" "baik nona" setelah sampai" nona saya masuk,ada apa nona ?" tanya " Bibi tolong ini di cuci dan nanti kau beri jas ini kepada tuan Jaemin teman kak Jisung."
"Baik nona saya akan bawakan dengan keadaan yang wangi."
"sudah saya mau tidur dulu " " saya pamit nona"
Setelah jas tersebut sudah selesai di cuci
tok tok tok.....
suara ketukan yang berada di depan pintu kamar jaemin dan jeno kemudian Jeno membuka pintunya"Ada apa ya?" "Tuan saya hanya di beri perintah dari nona muda Xiyi buat memberikan Jas ini kepada tuan Jaemin." " ohhh begitu, mana saya ambil Jaemin sedang main game dengan tuan anda"jawab Jeno
" baiklah selamat beristirahat tuan"
" ya"Jeno menjawab dan segera menutup kembali pintu tersebut.Dengan langkah kaki yang cepat dan wajah terlihat akan menjahili seseorang.
"Jaemin na kau sangat sat set ya ?ini dari Xiyi" memberikan kepada jaemin"oh ya dia mengatakan apa?" jaemin menjawab dengan ketus tapi masih ingin tahu kelanjutan dari yang memberikan Jas tersebut.
"Adikku tidak mungkin mengatakan hal yang manis sejak kenal dia ia hanyalah orang yang tak pernah tersenyum dengan orang yang baru ia kenal."ucap jisung dengan jujur.
''Kenapa kepadaku dia tidak seperti yang kau diskripsikan Jisung .ha?"ledek Jaemin kepada jisung.
"Karena ia sudah mengenalmu,walaupun orang tersebut sudah membuat ia tertarikpun ia akan fikir 5 atau 100 kali karena menurutnya cinta itu tidak ada,oh iya bukannya kau juga tidak percaya cinta.?"balasan atas jaemin yang meledek jisung dengan alis yang terangkat.
"Xiyi berbeda dia sangat berbeda di merubah dan membutku bahagia dengan rasa yang awet tanpa ada bosan." Jelas jaemin.
Ke esokan harinya di kamar Xiyi
Bunyi alarm yang terdengar keras seperti biasa alarm tersebut adalah penanda bangun tapi karena Xiyi ia adalah anak yang sulit bangun jadi dia bukan hanya menyetel 1 alarm untuk pagi hari tapi 3 kali dan seperti biasa pula xiyi hanya mematikan dan menaruh nya kembali dan dia akan tertidur lagi dari luar ada yang membuka kunci pintu Xiyi orang itu sangat cantik dan menawan umurnya hanya beda 4 tahun dengan Xiyi yang membuat ia sangat akrab orang itu adalah adek kandung Xiyi yang bernama Layna ia hidup didesa dengan ibu dan ayah kandung Xiyi ia membuka pintu dan menggoyang kan badan kakaknya" Selamat pagi woooo helllo kau tidak bangun kah ,seneni ibu kapok we Dias we jan bagong tenan." ucap Layna yang baru sampai karena pada saat malam dia di telpon oleh Xiyi untuk membawakannya cas hpnya yang biasanya ia gunakan untuk berkomunikasi pada saat di Indonesia."Wo ada ibu kah " Bangun dengan keadaan yang amat kaget ,ia yang merasa ditipu aku langsung bergegas bangun dan mandi,Sudah lama tidak disini dari dalam kamar mandi aku berpesan pada Layna"Na bukak en koper kuwi enek hadiah lho..'' mendengar hal itu Layna langsung membuka dan bertanya "Akeh e dinggo sp wae iki ?" "Kowe iseh takok,takok no ibukmu kono."
"ok baiklah aku ambil semua ya" ucap Layna
Setelah selesai dengan mandinya Xiyi langsung keluar dan mengajak adek nya untuk kebawah di ruang makan "ayo tak ajak" "nyang endhi?" "wes lho"
Semua pembantu memberi hormat dan adek Xiyi pun juga memberi salam" Selamat pagi Nona" sapaan yang setiap hari dirasakan Xiyi setelah berjalan menuruni tangga."Selamat pagi Jiejie ayo makan" "Ya" jawab Xiyi dan ia menarikkan 1kursi untuk Layna
"Tumben jam segini kau sudah bangun" ucap Kakak ke 2 kepada Xiyi " Jangan tanyakan lagi kalau bukan karena dia aku tidak akan bangun" menunjuk Layna yang sedang menyantap selada."pantas saja malaikat alarm mu sudah datang ternyaata makan yang banyak Layna" seru Tanaka kepada Layna" Baik kak"
"Kau baru turun ?temanmu belum bangun?"takumi.
"Mereka kemarin minum jadi mungkin kurang fit"mendengar itu Xiyi berpesan kepada pembantunya"Buatkan 1 jar minuman air dan madu"
"Baik nona." "makanlah" sambil menuangkan segelas air madu untuk Jisung."hemm ok terima kasih." "Kakak ke dua ayah kemana belum turunkah?" "bukan itu Xiyi ayah sudah pulang tadi malam karena ia akan main golf dengan temannya di prancis "mendengar penjelasan tersebut dia merasa bersalah.
" oh seperti itu aku sudah selesai aku mau ke ruang alibi aku ingin memanah,Layna kau mau ikut?" "Tidak mau menyelesaikan ini lagi pula aku mau berbicara dengan kak Dirha." "okk"
Tiba-tiba terdengan sekelompok orang turun dan mereka semua mulai mendekati meja makan karena Tanaka pada saat itu ia menawari mereka makan" Baiklah terimakasih "ucap leader mereka."Jisung Xiyi dimana?" tanya Jaemin kepada Jisung."tanyakan kepada Layna dia mungkin mengetahuinya, tadi aku ke dapur untuk mengambil susu jadi tidak melihatnya ." sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk di sofa depan tv.
"Layna "memanggil dengan lembut"Ha?"melihat ke belakang dengan rasa terkejut dengan apa yang telah ia lihat dia terus mengamati Jaemin sampai Jaemin berkata"Kau tahu Xiyi dimana?" "Oh kakak ku ada di sana eh maksud saya dia sedang memanah mau kuantar?" jujur saja yang ia salfok adalah adanya Jeno dan Layna fans yang sangat suka Jeno.
"Ya terimakasih" "Kau tidak makan dulu kak?''tanya chenle "nanti saja"
"Biar aku bawakan roti ini saja "jeno membawa roti isi menuju mengejar Jaemin yang sedang bersama Layna"jae ikut woy ku ditinggal, ini mau nggak?" tanya Jeno.
"mana" merebut dari jeno.tiba-tiba Layna mencletuk"Kan disana ada makanan" ."Kau bilang apa?" tanya jeno "Oh itu disana ada roti dan makanan lainnya karena ada kakakku dia tidak mungkin tidak bawa makanan." ucap Layna."Ohh begitu kau tahu banyak tentang kakakmu ya kan boleh ceritakan sedikit. " minta Jaemin"tentang itu aku tidak berani lagi aku takut kakak ku galak,tapi bila ingin berjuang kalian para lelaki harus semangat kataku ." ucap Layna