Nadira baru saja keluar dari toko bunga dan toko coklat dia membeli bunga dan coklat untuk kekasih nya yang sedang ulang tahun sekarang dia sangat bahagia dan mencium karangan bunga itu berkali kali, dia pun pergi dengan cepat cepat karena awan sudah mendukung.
Di saat dia ingin masuk kedalam toko buku mata dia melihat kekasih nya sedang berpelukan bersama perempuan lain di depan toko es krim yang biasa dia kunjungi bersama kekasih nya
" Apakah itu Riko "
Nadira langsung berjalan cepat ke arah kekasih nya itu dan perempuan asing itu
" RIKO..."
Riko dan perempuan itu langsung menoleh ke arah Nadira yang sudah membawa bunga dan coklat nya
" Apa yang kau lakukan Riko"
" Apakah ini cewek mu sayang " ucap gadis asing itu
" Sa-sayang" ucap Nadira sambil menahan air mata yang ingin tumpah
" Maaf Ra gw udah muak sama Lo, Lo cewek miskin gw nyesel pacaran sama Lo hubungan kita cukup sampai sini aja " jawab Riko
" Kau jahat "
Nadira langsung berlari dan menangis dia berlari entah ke mana saat dia sudah capek berlari dia berhenti di taman yang cukup sepi karena udara yang ingin hujan
Setetes demi setetes air hujan pun turun tapi Nadira tetap saja duduk sambil memeluk coklat dan karangan bunga yang dia beli dengan uang tabungan nya
Hujan semakin deras Nadira langsung menaikan kaki nya dan memeluk lutut nya sambil menunduk kan kepala nya
" Kenapa jahat sekali dia"
Tiba tiba dia merasakan air hujan tidak menimpa dia, ia langsung melihat ada cowok yang memayungi dia sambil melihat nya
" Siapa kau " ucap Nadira Bingung
" Kau tidak usah tau siapa diri ku " jawab cowok itu
" Aku tidak mengenal mu " ucap Nadira
" Aku melihat mu tadi berlari sambil menangis " jawab laki laki itu sambil duduk dan masih memayungi Nadira
" Menangis saja aku akan dengar kan cerita lah buat hati mu lega " ucap laki laki itu lagi
Nadira langsung menangis dan berkata
" Apakah aku terlihat sangat buruk"
" Tidak kau cantik "
" Demi dia aku memecah uang tabungan ku untuk ku beli laptop tapi aku rela untuk membeli ini buat dia sekarang hati ulang tahun dia tapi ternyata jadi sangat buruk " ucap Nadira menangis dengan keras
Laki laki itu hanya memandang Nadira yang sedang menangis
" Kalau boleh aku bisa membeli nya " ucap laki laki itu
" Kenapa " jawab Nadira
" Tak apa aku akan membelinya agar kau bisa membeli laptop buat kuliyah mu "
" Kenapa kau tau aku masih kuliyah "
Laki laki itu hanya tersenyum sambil menyodorkan uang yang banyak
" Tidak usah ini tidak aku jual "
" Kenapa kau bilang ingin kau buat beli laptop kan ambil saja " ucap laki laki itu
" Simpan saja uang mu itu tuan aku tidak bisa menerima nya aku juga tidak menjual bunga dan coklat ini untuk mu aku hanya kecewa saja dengan dia, dan ini untuk mu saja " Jawab Nadira sambil menyodorkan coklat dan karangan bunga
Laki laki itu menerima coklat dan bunga dari Nadira
Laki laki itu langsung menyodorkan payung yang dia bawa dan dia berdiri
" Aku ada urusan ini payung untuk mu " ucap laki laki itu
" Dan itu uang untuk mu aku tidak bermaksud membeli coklat dan bunga mu ini aku hanya ingin memberikan uang untuk mu" ucap laki laki itu langsung berlalu pergi
" Tapi tuan "
" Di balik kertas itu ada nomor ku jika kau membutuhkan bantuan chat saja aku " ucap laki laki itu sambil memakan cokelat nya
" Aku tidak tau nama mu "
Laki laki itu tidak menjawab pertanyaan Nadira dia langsung berlalu pergi sambil tersenyum miring untuk Nadira
Nadira yang masih berdiri mematung sambil membawa payung dan uang pemberian laki laki itu
" Siapakah kau wahai laki laki misterius"