Matahari yang selalu cerah menyinari bumi, ia mulai padam karena merindukan bulan. Pada pagi hari yang biasanya terlihat hangat dan cerah kini terlihat gelap karena matahari merasakan rindu yang berubah menjadi kesedihan.
Hampir setiap hari kehidupan di dunia turun hujan, di karenakan matahari yang menangis merindukan bulan.
Bulan tak bisa bertindak semaunya karena alam telah mengatur perputarannya sesempurna mungkin.
Di saat bulan melamun memikirkan kekasihnya, awan hitam mendatanginya "hai bulan, matahari kembali menangis," ucap awan hitam yang terlihat lelah,"bagaimana keadaannya sekarang? dia tidak bisa terus menangis" ucap bulan dengan khawatir, "sekarang mereka sedang berusaha untuk menenangkannya" ucap awan hitam.
Setelah mendengar perkataan awan, bulan merasa sangat bersalah, ia memohon kepada sang tata surya untuk mengijinkannya bertemu dengan kekasihnya yaitu matahari. "wahai tata surya.. Aku mohon untuk mempertemukan aku dengan matahari" ucap bulan memohon kepada tata surya, namun sang tata surya tak kunjung menjawabnya.
Bulan mulai memberitahu awan untuk mengirimkan pesan kepada matahari, "awan beritahu matahari, aku pasti akan menemuinya jadi berhentilah menangis nanti makhluk di bumi akan ikut merasa sedih" ucap bulan, meskipun begitu bulan juga merasa sangat sedih.
Sehingga beberapa bulan berlalu sang tata surya menjawab pesan mereka berdua. Di siang hari matahari mulai terbiasa dengan kesedihannya, begitu juga dengan bulan, tak lama sang tata surya mengirim awan putih untuk menghampiri sang bulan, "beritahu bulan untuk menemui matahari segera" ucap sang tata surya dengan lembut, dengan cepat awan putih menghampiri bulan dan memberitahu hal baik itu "bulan, sang tata surya menyuruhmu untuk menemui matahari, kesempatan besar untuk bertemu dengan sang kekasih.." ucap awan putih sambil terkekeh pelan.
Tak menunggu waktu yang lama bulan dengan cepat menghampiri matahari. Matahari yang melihat bulan dari kejauhan mulai tersenyum dengan lebar "sayang.. Aku sangat merindukanmu" ucap matahari sambil berlari ke arah bulan, bulan yang mendengar suara kekasihnya mulai merasa lega, "aku juga merindukanmu sayangku.." ucap bulan sambil memeluk matahari.
Bulan dan matahari berpelukan begitu lama, Sehingga makhluk hidup yang berada di bumi melihatnya dengan kagum dan mengenalnya dengan sebutan
"G E R H A N A M A T A H A R I"
-Tamat