Kisah ini dimulai dari andri seorang pria berusia 45 tahun yang berprofesi sebagai seorang penjual es teh biasa. yang dimana dari hasil penjualan es teh nya tersebut dia harus menafkahi keluarga nya. suatu kejadian yang tak terduga ketika berjualan dia intimidasi serta diolok-olok pemuka agama yang bernama gus metal. Kejadian bermula ketika andri datang menghadiri acara keagamaan yang diadakan oleh gus metal di dekat kediaman andri dan keluarga tinggal. Andri mengira dengan adanya acara keagamaan itu dapat membuat dagangan nya laris manis sehingga dirinya pun berniat pergi datang ke acara tersebut dengan membawa barang dagangan nya yang berupa es teh biasa, namun ekspetasi andri tak sesuai dengan realitanya, pada saat acara keagamaan yang dihadiri andri tersebut. Andri bukan nya mendapatkan kan pembeli justru malah mendapatkan olok olokan dan diintimidasi dari kelompok gus metal.bahkan dia dikata katain dan ditertawakan oleh para gus gus yang hadir di acara tersebut.bahkan Andri sempat diolok-olok oleh gus metal" jualan es teh jangan disini bodoh pasti gak laku". Mendengar olok olokan dari pemuka agama tersebut Andri cuma tersenyum serta terdiam sambil menenteng es teh yang dibawanya dari rumah. Kejadian tersebut sangat melukai hati Andri. Namun Andri hanya bisa bersabar dan berdoa kepada Tuhan supaya hatinya diberi ketabahan yang lebih. Sedang kan gus metal dan rombongan nya masih terus tertawa melihat kemiskinan dan jualan andri yang tidak laku, namun gus metal dan rombongan nya tidak tahu bahwa Tuhan itu maha adil,sehingga setelah acara keagamaan tersebut berakhir gus metal dan rombongan nya mendapatkan cibiran dan sumpah dari para warga yang menyaksikan secara langsung kejadian maupun dari media sosial dan bahkan kasus tersebut Naik serta disaksikan oleh masyarakat dunia. Bahkan ada seorang warga mengatakan "lebih baik jualan es teh daripada jualan agama". Begitu seterusnya hujatan dan hinaan yang didapat dari gus metal dan rombongannya setelah mengintimidasi andri yang berprofesi sebagai penjual es teh biasa dan juga seorang kepala keluarga. Setelah kejadian peng intimidasi yang dialami andri banyak orang orang baik yang dikirim Tuhan untuk membantu andri dan keluarga bahkan banyak juga warga dan artis artis yang memberikan beberapa hadiah kepada keluarga andri karena sudah memiliki hati yang sabar dan tabah atas cobaan inditimidasi yang dilakukan oleh pemuka agama kepada dirinya. Bahkan ada juga orang baik yang memberikan andri penghargaan berupa pergi umroh gratiss. Tak kuasa menahan rasa syukur yang diberikan Tuhan yang maha pengasih dan penyayang andri menetaskan air mata dan tak henti henti nya bersujud atas berkah yang didapat dari sebuah cobaan yang berhasil dilewati nyaa. Selesai. Pesan moral yang dapat diambil adalah jangan sekali sekali merendahkan seseorang karna kita belum tentu dan pantas merendahkan nya karna kita bukan nabi atau bukan Tuhan atau malaikat yang bisa menghakimi serta merendahkan sesuka hati.