Di sebuah desa terpencil, ada seorang gadis kecil bernama Dira yang menemukan boneka tua di pasar malam. Boneka itu lusuh, dengan rambut hitam kusut dan mata kaca yang seolah-olah menatap langsung ke dalam jiwamu. Penjualnya memperingatkan, "Boneka ini punya cerita kelam. Jangan bermain dengannya terlalu larut." Tapi Dira tidak peduli, ia jatuh cinta pada boneka itu dan menamainya Laila.
Malam pertama Laila ada di rumah, semuanya terasa biasa. Dira bahkan tidur dengan boneka itu di pelukannya. Namun, ibunya merasa ada yang aneh. Beberapa kali ia mendengar langkah kecil di lantai kayu, padahal Dira sudah tidur.
Hari-hari berlalu, dan perilaku Dira mulai berubah. Ia sering berbicara sendiri di kamar, tertawa, dan terkadang terdengar seperti sedang bertengkar. Ketika ibunya bertanya, Dira hanya menjawab, "Laila bilang begitu."
Puncaknya terjadi pada suatu malam ketika ibu Dira terbangun karena suara langkah-langkah kecil di lorong. Ia berpikir Dira bangun untuk ke kamar mandi. Namun, ketika ia mengecek kamar Dira, gadis kecil itu masih terlelap di tempat tidur. Tapi boneka Laila tidak ada di sana.
Saat ia menoleh ke lorong, ia melihat bayangan kecil berdiri di ujung lorong. Tangan boneka itu membawa pisau dapur, dan matanya yang kaca kini bersinar merah.
"Jangan sentuh Dira," suara kecil yang dingin terdengar. Ibu Dira membeku, darahnya seperti berhenti mengalir. Boneka itu melangkah mendekat, pisaunya terangkat tinggi.
Dengan sisa keberanian, ibu Dira berlari ke dapur untuk mengambil sapu. Ia menghantam boneka itu dengan sekuat tenaga. Boneka Laila terjatuh, tapi tiba-tiba pisau melayang sendiri, menyerang tanpa henti.
Akhirnya, ibu Dira berhasil membakar boneka itu di pekarangan rumah. Namun, saat api memakan tubuhnya, boneka itu tertawa nyaring, seperti memaksa dirinya untuk bertahan.
Dira menangis histeris, memohon agar Laila tidak dibakar. "Dia janji akan menjagaku!" teriak Dira. Tapi ibunya tetap melanjutkan, hingga boneka itu berubah menjadi abu.
Malam itu, semuanya terasa tenang kembali. Namun, keesokan harinya, Dira menghilang. Di tempat tidurnya, hanya ada serpihan kain terbakar dan sebuah pesan tertulis di dinding:
"Aku akan selalu menjaga Dira. Selamanya."
Rumah itu kini kosong, dan di desa itu, orang-orang bercerita tentang boneka Laila yang kembali mencari pemilik baru.