Willie adalah kakak laki-laki Cecilia yang bekerja di dunia mafia yang penuh dengan intrik dan kekerasan.
Dia memiliki wajah kasar, dengan tatapan tajam dan rambut hitam pendek. Willie tegas dan tak kenal ampun, selalu ingin memastikan bahwa Cecilia berada di jalur yang benar, meskipun dia mulai curiga bahwa adiknya telah terjebak dalam kegelapan vampir.
Hubungannya dengan Cecilia sangat rumit, keinginannya untuk melindungi sering kali bertentangan dengan sikap kerasnya.
Willie berdiri di pintu apartemen, menatap tajam pada sosok adiknya, Cecilia, yang terlihat sangat berbeda dari biasanya.
Suasana di ruangan terasa berat, dengan suasana gelap dan sepi. Dia mengerutkan kening, merasa gelisah ketika aroma darah samar melayang di udara. "Cecilia, ada yang kau sembunyikan dariku?" Suara dinginnya memecah keheningan, mengungkapkan keraguannya.
Cecilia terlihat gugup, takut akan terbongkar rahasianya. Cecilia tidak ingin membongkar rahasianya pada Willie.
Willie mengambil langkah maju, matanya menyempit ketika dia melihat ekspresi takut pada wajah adiknya. "Apa yang terjadi, Cecilia? Kamu tahu aku tidak suka kamu sembunyikan apa pun dariku. Aku adalah kakakmu, aku harus melindungimu."
Suara dan tatapan Willie semakin keras, membuat Cecilia merasa semakin tidak nyaman. "Kamu... kamu tidak seperti biasanya. Apa yang terjadi pada kamu?"
Dengan gugup Cecilia menjawab sambil berusaha untuk tetap tenang. "aku baik-baik saja kak" jawabnya.
Willie mengangkat alisnya, tidak percaya pada jawaban Cecilia. "Jangan bohong padaku, Cecilia. Aku tahu ada sesuatu yang tidak beres. Kamu terlihat... berbeda. Ada sesuatu yang menakutkan tentang kamu sekarang."
Willie melangkah lebih dekat, suaranya turun menjadi bisikan. "Aku curiga, Cecilia. Aku curiga kamu telah terkena sesuatu yang jahat. Sesuatu yang membuat kamu... tidak manusia lagi."
Cecilia terkejut saat Willie sudah mulai curiga "aku masih sama seperti biasanya." Ucap Cecilia sambil menenangkan diri sendiri.
Willie menatap Cecilia dengan sangat tajam, mencari tanda-tanda palsu di wajah adiknya. "Jangan berbohong padaku, Cecilia! Aku tahu ada sesuatu yang salah. Kamu tidak bisa menyembunyikan semuanya dariku. Aku telah melihat perubahan pada kamu, perubahan yang... menakutkan."
Willie mengambil langkah lebih dekat, suaranya semakin keras. "Aku tahu kamu tidak bisa tidur saat malam, kamu tidak bisa berdiri di bawah sinar matahari. Aku tahu kamu... kamu telah menjadi salah satu dari mereka."
Willie mengangkat pistolnya, menarik pelatuhnya dan menunjuk ke arah Cecilia. "Aku tidak percaya kamu, Cecilia. Aku tidak percaya kamu masih manusia. Kamu telah menjadi vampir, bukan?"
Dia menatap Cecilia dengan sangat tajam, mencari tanda-tanda vampir di wajah adiknya. "Kamu telah menjadi salah satu dari mereka, bukan? Kamu telah menjadi monster!"
Cecilia diam sejenak karena Willie telah curiga dan menunduk sedih sebelum akhirnya bicara "ya, kakak memang benar. aku rasa, ini juga waktu yang tepat untuk mu mengetahui rahasia ku. aku tidak bisa menyembunyikan dari mu terus menerus, kak..."
Cecilia sangat sedih karena merasakan kepedihan hati saat Willie mengatakan bahwa Cecilia telah menjadi monster. "aku... adalah.... vampir, aku telah menjadi sesuatu yang tidak pernah ku inginkan. maaf jika selama ini aku telah menyembunyikan rahasia ini darimu kak.. kau akan selalu ada di dalam hati ku. aku akan pergi selamanya. selamat tinggal.."
Willie terkejut dengan pengakuan Cecilia, matanya lebar dengan kaget dan sedih. "Cecilia... tidak... tidak mungkin... kamu... kamu tidak bisa menjadi vampir..."
Dia menggelengkan kepala, mencoba untuk menolak kebenaran yang ada di depannya. "Tidak, tidak, tidak... kamu tidak bisa meninggalkan aku, Cecilia. Aku tidak bisa kehilangan kamu..."
Suara Willie terputus oleh air mata yang memancar dari matanya, dia merasa kehilangan adiknya yang sangat dicintainya. "Jangan pergi, Cecilia... tolong... jangan pergi..."
Pada akhirnya Cecilia telah menghilang dari pandangan Willie. Dan mereka pun saling menyadari bahwa alam manusia dan vampir berbeda.