"Sudah lima belas tahun kita berteman apa kau tidak bosan karsa?" Ucap Kinar
"Tentu saja tidak, apa yang harus di bosankan. Kau orang yang tidak bisa membosankan bagiku." Ucap karsa sambil tersenyum
"Kau selalu saja tidak serius menjawab pertanyaan ku."ucap Kinar yang kesal
Mereka adalah seorang sahabat dari kecil, kini mereka sudah besar dan hidup sendiri karena Karsa dan Kinar adalah anak yatim piatu. Ayah dan ibu Karsa meninggal dunia sejak usianya 5 tahun sedangkan Kinar sejak 10 tahun Kinar melihat orang tuanya untuk terakhir kali.
Mereka masih tinggal di rumah peninggalan orangtuanya namun itu terasa sepi karena mereka harus hidup sendiri tanpa adanya orang tua yang mendampingi mereka.
Kini usia mereka sudah menginjak 19 tahun. Saat sore tiba, Karsa sering sekali mengajak Kinar untuk pergi jalan jalan melihat senja. Suatu ketika, ketika sore hari Karsa mengajak Kinar untuk melihat senja, namun Kinar saat itu menolak karena sedang tidak enak badan
"Aku tidak bisa Karsa, badanku lemas daritadi aku takut pingsan jika badanku di bawa pergi."
Karsa langsung mengecek dahi Kinar.
"Ya ampun, kamu demam tinggi. Sudah minum obat, Kinar?
Disitu Kinar menggelengkan kepala
"Kamu tunggu disini sebentar ya, aku akan membelikan obat demam."
"Iya karsa."
15 menit kemudian
"Maaf Kinar ini hanya ada 2 obat kapsul saja mungkin satu lagi bisa untuk malam atau besok."
Kinar pun langsung membangunkan badannya yang sedaritadi terbaring di ranjang.
"Kinar pun langsung memasukkan obat kapsul itu kemulutnya, dan di bantu baringkan lagi oleh karsa."
"Aku akan menjaga mu malam ini ya, Kinar?Aku khawatir dengan keadaan mu."
Kinar hanya mengangguk
Saat malam harinya, disitu Kinar terbangun dari tidurnya.
"Aku tidak bisa tidur, badanku dari tadi tidak nyaman di bawa tidur." Ucap Kinar yang sangat pelan berbicaranya
"Ya namanya juga kamu sedang demam Kinar, mau di bawa dalam keadaan apapun juga tetap tidak nyaman." Ucap Karsa sambil menenangkan
"Jika aku pulang lebih dulu, apa kau masih ingin menjengukku?"
"Maksudmu?" Ucap Karsa yang keheranan
"Lupakanlah, Aku jadi sering lupa. Ucap Kinar sambil merebahkan tubuhnya."
Pagi harinya, Kinar terbangun dan sudah ada bubur dan Karsa yang sudah duduk di sampingnya.
"Ayo makan dulu, nanti di minum obatnya." Ucap Karsa
Disitu Karsa langsung menyuapi Kinar bubur, karena seperti nya Kinar masih sangat lemas.
"Maaf ya jika aku selalu membuat mu repot dari dulu, karsa"
"Kenapa kau harus minta maaf, kita sudah berteman dari kecil. Akupun sering membuat mu repot."
Kinar tersenyum kecil. Bahkan saat Kinar sedang sakitpun, Karsa bisa membuatnya tersenyum. Setelah memakan bubur, Kinan langsung meminum obat.
Sore harinya, saat Karsa ingin mengambilkan minum untuk Kinar, Kinar disana terbangun dan ingin berjalan menuju ke toilet karena sudah tidak tahan. Walaupun pusing, Ia berjalan sangat perlahan lahan. Saat dekat toilet, tiba tiba Kinar terpeleset dan langsung tidak sadarkan diri.
DEBAKKK.......
"Yaampun suara apa itu." Ucap Karsa sambil berlari ke arah suara.
Saat tiba di toilet, Karsa terkejut karena melihat tubuh Kinar yang tergeletak di toilet tak sadarkan diri. Ia pun langsung menggotong tubuhnya Kinar ke kamar.
Saat di cek, seluruh tubuhnya Kinar dingin dan detak jantungnya berdetak sangat lemah.
"Ya ampun Kinar, wajahmu pucat sekali dan dingin. Ucap Karsa sambil menempelkan penghangat ke hidungnya.
KHUUUUrrrrr.... Suara dengkuran kencang dari Kinar. Karsa pun langsung meneteskan air matanya dengan sangat deras. Ternyata itu adalah nafas terakhir Kinar.
"Ternyata ucapan mu kemaarin malam benar ya, kamu benar benar meninggalkan ku sendirian."
Saat Kinar sudah di ke bumikan, Karsa pun pergi ke rumah Kinar untuk membersihkan rumahnya Kinar yang cukup berantakkan. Saat di kamarnya Kinar, karsa menemukan secarik kertas yang sepertinya ada sebuah tulisan.
Tidak mau berlarut larut menangis, walaupun masih sedih sekali Karsa pun langsung pergi dan mengambil kertas tadi. Ia pergi ke tempat yang biasa ia kunjungi bersama Kinar untuk melihat senja.
Saat tiba di tempat itu, ia langsung duduk termenung melihat pantai dan senja yang sangat itu sangat indah sekali. Ia sampai lupa tadi membawa kertas dari kamarnya Kinar. Ia pun langsung membaca surat itu.
"Sejak saat aku sakit, aku selalu berfikir bahwa aku akan di panggil. Mungkin kamu akan membaca surat ini ketika aku sudah tidak ada lagi untukkmu. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku sangat berterimakasih karena kamu lah satu satu nya orang yang selalu ada untukku ketika orangtua ku sudah di panggil lebih dulu. Dan satu lagi, Aku sangat mencintai mu. Aku memendam rasa ini karena aku tahu umurku seperti nya sudah tidak lama lagi." Karsa membaca surat itu sambil meneteskan air matanya.
Ia pun kembali menatap senja dan berbicara sendiri.
"Bahkan dalam kondisi apapun, aku tetap menjenguk mu, Kinar. Bahkan saat kamu di makamkan, aku ada di samping makam mu sampai semuanya selesai. Aku pun sama seperti mu, Cinta kepadamu tidak akan bisa di ceritakan oleh sebuah kata kata. Aku akan tetap mencintai mu bahkan saat kamu di kebumikan aku tetap cinta seperti aku menunggu senja tiap sore bersamamu."
Sebuah cinta tidak bisa dipisahkan walaupun dengan kematian,jika memang benar mencintainya cinta itu akan tetap ada.
Aku,senja kala itu, dan menunggu mu kembali berada di sampingku