Namanya Sabrina putri. Sabrina anak ke 3 dari 4 bersaudara (2 Abang 1 Adel laki") Abang pertama Sabrina merantau ke Kalimantan. Dirumah tinggal Sabrina dan saudara Sabrina. Sabrina hidup bersama keluarga dan orang tuanya. Sabrina berasal dari keluarga broken home.
Dari kecil keluarga Sabrina adalah keluarga yang cukup bahagia meski hidup sebatang kara. Sampai dimana sabrina kelas 2 SMP. Dimana saat sabrina beranjak remaja. Yang harusnya mendapatkan perhatian lebih dari orang tua sabrina .
Tapi sabrina tidak mendapatkan itu semua. Yang sabrina dapat hanyalah ketidak tenang ketika sabrina berada dirumah.
"Ayah ibu kalian kenapa bertengkar lagi" ucapan Sabrina ke ayah dan ibu ya, namun mereka tidak perduli dengan perkataan Sabrina.
Sabrina lari kekamar dan menangis melihat keluarga ya bertengkar.
"Ya Tuhan kenapa keluarga hamba seperti ini dimana momen keromantisan itu" ucap Sabrina sambil menangis dan meminta ke Tuhan keadilan.
Sabrina merasa tertekan dengan semuanya. Sabrina keluar dari kamar dan menghampiri ibunya.
"Ibu kenapa menangis" tanya Sabrina ke ibunya
"Ibu gak apa apa nak" jawab ibu menghupus air matanya
"Ibu cerita ke sabrina ibu kenapa bertengkar dengan ayah" tanya Sabrina sambil memegang tangan ibunya
"Ibu gak tahan menghadapi ayah mu" Jawab ibu sambil mengagis
"Ibu, Sabrina gak bisa melihat ibu bertengkar dengan ayah" ucap Sabrina meneteskan air mata ya
Keesokan harinya Sabrina berangkat ke sekolah dengan muka cemberut. Tika melihat Sabrina dan menghampiri Sabrina
Part 2