Aku merasa putus asa kenyataan pahit saat mendengar jika orang yang paling brrharga untuk ku mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, kedua orang tua ku yang paling menyanyangi ku pergi meninggalkan aku sendiri di dunia yang jahat ini, bagaimana ini? Aku tidak bisa sendirian aku tak pandai merawat diriku sendiri aku membutuhkan orang tua ku
Karena terlalu banyak menanggis aku menatap jasad mereka yang sudah di tutup kain putih mataku menatap kosong kedua jasad itu, dengan tatapan kosong aku pergi dari rumah sakit untuk menenangkan diri ku cukup jauh aku berjalan akhirnya sampai di jembatan yang lumayan panjang aku menatap sungai yang deras di bawah sana dengan tatapan kosong
Sebuah pikiran tiba tiba terlintas di benaku, apa aku lebih baik menyusul mereka saja ya? Itu ada di benaku dan pikiran bodoh lainnya jadi aku berdiri di pagar jembatan itu ternyata besi nya lumayan besar aku berdiri merentangkan tangan ku siap untuk terjun dan menyusul ke surga untuk menemui orang tua ku
Saat hampir aku terjatuh, ada seseorang menarikku dengan kasar dan langsung memeluku dengan erat iya memarahi ku karena melakukan tindakan bodoh, aku benci ketika orang mencampuri urusanku aku membentaknya dengan kata kata kasar namun ternyata ia menggenaliku pemuda asing itu memelukku sekali lagi
Hangat hanya itu yang bisa di deskripsikan oleh nya yang menerima dekapan dari pemuda asing itu
Sejak saat itu aku menganggap jika ia adalah malaikat yang di kirim oleh kedua orang tua untuk menjaga ku dari dunia yang keji ini