Seorang gadis berseragam putih abu abu duduk seorang diri sambil membuka buku pelajaran nya.Emil adalah nama gadis itu,seorang gadis manis dan pemalu.
Tidak seperti teman teman nya ketika istirahat akan ke kantin atau bermain main di lppangan sekolah dengan genk nya.
Tapi Emil lebih memilih menghabiskan waktu di dalam kelas atau ke perpus.
Hei Emil,seorang gadis lain menghampiri Emil dia adalah tiara satu satu nya sahabat Emil.mereka bersahabat semenjak sekolah dasar mereka satu kampung dan satu sekolah. Mereka jga selalu satu meja dari kelas satu sd sampai kelas satu Sma, karena setelah naik kelas dua Emil dan Tiara pisah lokal,walaupun mereka sama sama anak IPS, Emil masuk lokal IPS1 sedangkan Tia masuk kelas IPS 2.tapi tidak menjadi penghalang untuk persahabatan mereka. Kisah hidup mereka berdua hampir sama,Emil dan Tiara sama sama anak brokhen home.Emil tinggal bersama ayah nya dan ibu tirinya yang jahat.semntara Tiara tinggal bersama nenek nya.
Tittt,tiiittt bel tanda masuk berbunyi,Mil,saya kembali ke kelas ya,jangan lupa ntar pulang sekolah nunggu aku ya biar kita pulang jalan kaki truss mampir ke rumah nek Iyem ngambil jambu air! ajak Tiara.
Iyaaa,,hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Emil.
Setelah bel tanda pulang berbunyi,seperti yang di janjikan Emil dan Tiara pulang jalan kaki sambil gandengan tangan.jarak dari sekolah ke kampung mereka sekitar tiga KM bukan tanpa alasan mereka memilih berjalan kaki, tapi karena tidak punya uang untuk ongkos naik angkot.
Di perjalanan pulang seperti biasa mereka selalu bergandengan tangan.Mil rencana loe setelah kita lulus kemana? Tiara memulai obrolan diantara mereka.belum tau sih ti, tapi yang jelas saya mau nyari kerja aja untuk bantu ayah buat biaya sekolah kedua adik aku, kasian ayah selalu di omeli ibu tiri ku karena menganggap beban kami bertiga, sedangkan anak anak nya kebutuhan nya selalu di penuhi.
Iya lah mil,saya jga rencana nya mau nyari kerja jga, kasian nenek aku udah tua masih aja nguli tiap hari.
Semoga setelah tamat kita bisa sama sama sukses ya mil.aamiin sahut Emill.
Setelah menempuh jarak sekitar satu km mereka telah sampai di halaman rumah nenek iyem, pemandangan halaman rumah nya nampak bersih dan terawat,dengan bunga bunga yang indah dan beberapa pohon buah menambah kesan asri.ya nenek iyem adalah seorang janda tua yang di tinggal mati oleh suaminya sekarang tinggal seorang diri di rumah nya karena anak anak nya berada di kota jauh. Bukan anak anak nya tidak mau merawat nya tapi nenek iyem lebih memilih tinggal di rumah yang banyak kenangan bersama almarhum suami nya.setiap Emil dan Tiara menyinggahi rumah nya nenek iyem sangat senang.seperti hari ini emil dan tiara minta izin memanjat pohon jambu dan di kasih izin oleh nenek iyem.
Setelah dapat izin dari yang punya mereka memanjat pohon jambu sambil bernyanyi2 riang di atas pohon jambu.seolah2 mereka tanpa beban Emil selalu ketawa lepas ketika bersama Tiara,dan hanya bersama Tiara kalau di rumah atau di dalam kelas Emil jarang ngomong,sampai sampai teman satu kelas menganggap diri nya anehh,dan menjuluki dia dengan sebutan si seribu beban, karena keseringan melamun seperti banyak beban.
Mil,pernah gak kamu berpikir untuk sukses bersama ku. hmmm gk berani sekedar bermimpi,jawab Emill. Yaaa nggk asikk deh, padahal aku sangat berharap suatu saat nanti kita bisa sukses sama sama dan saya punya alasan untuk itu.