Belum lagi menginjak 6 tahun masa kecilku sudah di renggut dengan kesedihan, dimana masa kanak kanak untuk bermain dan bermanja sangatlh wajar.
Tapi ap daya karna kehidupan yang sangat sulit dan rumit membuat hidupku pasrah menerima apa pun yang terjadi dalam hidupku.Umur 6 thn sebentar lagi menginjakkan kaki di Sekolah Dasar, ak tak bisa bangkit dri tempat tidurku, rasanya untuk bergerakpun malas dan gak kuat. Aku terkena penyakit yang tak tau apa namanya dan apa penyebabnya.
Aku hanya bisa menangis sambil menatap mamaku dengan kelelahan menjagaku,dan juga cape mencari uang untuk makan, untuk menghidupi anakny 4,karna punya bapak juga gak perduli.
Semakin hari semakin habis badanku semakin kurus tinggl tulang untuk dudukpun gak mampu, di bawa ke dokterpun tidak pernah, ak hanya makan obat yang di beli di warung saja. Pernah sekali di bawa ke berobat kampung, katanya gak papa dan aku gak ada penyakit hanya di suru kasi makan yg bergizi.
Tiap hari mamaku bergiat cari uang memetik sayur kangkung dari ladang orang yang udah rimbun dengan rumput. Demi aku dan 3 anak lagi yang butuh makan dan sekolah. Tiap hari juga aku di beri mamaku makan yang lebih enak dari sebelumnya, demi kesembuhanku mamaku rela menahan lapar,dan semakin cape. Mamaku yang terbaik.
Suatu malam aku menangis saja sangking gak tau mau bilang apa dan mau apa karna sakitku,tapi apa yg terjadi mama dan bapakku berantam, bapak gak suka dengar anaknya nangis sehingga mama di pukul dan di tendang malah di usir dari rumah, tapi mama tetap diam demi anaknya yang penyakitan ini. Semenjak aku sakit bapak dan mama sering bertengkar dan mama sering kena pukul di buat bapak.
Bapak makin hari makin gak suka liat aku karna penyakitan dan nangis saja, mama semakin hari semakin sedih, cape dan sakit atas perlakuan bapak. Sehingga aku di suru tinggal sama nenekku di kampung, sore itu nenek tiba di rumah besok paginya aku sama neneku berangkat ke kampung, sungguh sakit rasaku harus tinggal bersama nenekku dengan ke adaanku begini, tapi aku pasrah mungkin orang tuaku tak sanggup lagi merawatku.
Tiba di kampung aku yang tak tau apa apa dan tak menduga dimandikan dengan bunga rumput kalau di kampung itu di bilang bunga pancur,selesai itu aku di beri makan ayam kampung, dan sabtu hari pekan di kampung aku di belikan baju. Tp yang anehnya aku gak pernah di kasi nenek makan obat.
Entah mujijat apa wajahkupun semakin ceriah dan aku mulai bisa bermain dan makan sendiri, selepas 3 minggu nenekku mengajak ak ke sawah yang anehnya nenek memberikan setapak sawah untukku katanya it milikku, disitu aku senang sekali dan sambil menangis merasa masih ada yang sayang samaku.
Setiap hari aku di ajak nenek ke sawah dan melihat sawah milikku, disitu ak merasa sangat berharga dn seperti ada tanggung jawab untuk mengurus sawahku walaupun aku masih kecil.
Hari demi hari berlalu akupun sembuh dan akupun hampir lupa kalau aku masih punya mama dan bapak. Setahun ak merasakan kesedihan dan sakit yang tiada penyakit tapi sakit, sungguh heran apa arti dari semua in tapi aku pasrah mungkin begini jalan hidupku, kini ak berumur 7 tahun dan aku di daftarkan nenek ke SD. Bersambung.....