Dia adalah kekasih ku yg ku dambakan, memang semua begitu suka padanya namun aku menjadi seorang di titik terakhir dan terendah. Dia begitu banyak di kagumi oleh seseorang, tapi aku tidak menyerah untuk mendapatkan hatinya, justru ini takdirnya bahwa aku menang dan mendapatkannya.
kami berkencan berdua dan berkeliling bersama dalam angin yg sejuk nan daun pohon rindang yg berguguran sore itu, kami telah menyelesaikan makan malam bersama di sebuah restoran sederhana, tak mahal dan tak murah juga namun effort kita berdua yg miliki untuk menggali rasa kebersamaan kita untuk membawa ke penghujung bahwa kita bisa mencapai dari yg 0-100.
namun aku mendapatkan kabar bahwa dia memiliki penyakit yg sangat sulit untuk di sembuhkan, aku hanya bisa memperingati dia jangan melakukan hal negative.
hari dan bulan terlah berlalu, aku masih berhubungan dengan kekasih ku namun dia hanya terus terusan tinggal di rumah sakit alias rumah keduanya, aku tak merasa kerepotan jika aku terus terusan bolak balik dari rumah lalu ke rumah sakit demi kekasih ku
dan tiba lah hari dimana ia harus di operasi, aku dan keluarganya selalu berdoa untuk memberikan kesempatan dia bahagia di dunia ini, aku tidak ingin ada kata operasi gagal dalam hidupnya.
namun saat dokter keluar ruangan, ia mengatakan bahwa pasien sudah meninggal karena penyakitnya sudah parah, aku dan keluarganya menangis tersedu2, sepertinya aku belum bisa memberikan yg terbaik untuknya, maafkan aku
di kuburan aku memberikan sebuah bunga yg ia suka, aku menaruh di dekat batu nisan itu lalu aku menciumnya.
"semoga kamu bisa tenang ya, anggap saja bunga ini adalah aku yg selalu di sampingmu"
"aku mencintaimu"
TAMAT