Pada sore hari Senja begitu indah, matahari terbenam di lautan seakan-akan matahari tenggelam di bawah laut,aku duduk di pinggir pantai memandang matahari yang terbenam itu sambil melukis nya, namun tak berlangsung lama mesjid pun bergemah azand magrib, maka aku harus pulang kerumah. Aku mengumpulkan barang-barang ku dan bergegas pulang sebelum hari makin gelap. Sesampainya di rumah akupun bergegas mengambil air wudhu untuk melakukan kewajiban seorang muslim.
Setelah aku melakukan kewajiban ku ,aku melanjutkan lukisan ku yang sempat tertunda tadinya, setelah selesai aku pun tertidur lelap...
***
Nama ku nur Hidayah anak pertama dan terakhir dari kedua orang tua ku dengan kata lain aku anak tunggal. Tidak terduga tiga tahun berada di kota, ternyata senja kelemarin adalah senja terakhir aku berada di kota Karena aku terpaksa pindah ke kampung halaman dimana aku di lahirkan dan di khatam Al-Qur'an. Kampung ku adalah tempat di mana smua orang saling gotong royong dalam suatu acara, yang biasa nya di adakan ialah acara khatam Al-Qur'an, dengan mengangkat orang yang akan di khatam kan .
Karena orang tua ku akan melanjutkan pekerjaannya di kampung lagi. Maka aku yang akan tinggal di kampung lagi dan akan memasuki sekolah menengah atas (SMA) di kampung sebelah karena di kampungku hanya ada sekolah menengah kejurusan(SMK).
***
Seminggu berlalu begitu cepat, aku seorang pelajar bernama nur Hidayah,anak baru dari kota. belum saja menemukan teman di sekolah baru ku, aku sudah berusaha untuk mencari teman di sekolah baruku, tetapi alhasil semua menjauhi ku.
pada hari ke lima aku masuk kelas tidak sengaja mendengar salah satu teman sekelas ku berkata "apa kalian nggak mau berteman sama nur?" Dan seorang bernama Lisa menjawab "nggk lah, yang ada kalau kita berteman sama dia ,dia bakalan jadi beban minta jawaban ini lah itu lah..." dan salah satu temannya memotong dan berkata "betul tuh ,kita jadi ngebantuin dia, apa lagi dia nggak ada prestasinya hanya tau menggambar mulu".
Hati kecilku ini sedikit sakit mendengar semua perkataan perkataan teman sekelas ku tersebut, aku yang berada di balik dinding luar kelas berjalan masuk seolah-olah tidak mendengar kan apa pun, aku masuk kelas hanya mengambil alat-alat menggambar ku dan langsung pergi ke halaman sekolah.
***
Waktu berlalu begitu saja dan hari hari tanpa seorang teman sudah terbiasa, mendengar perkataan teman sekelas terang terangan, penghinaan, bahkan pembulyan yang kudapat dari hari hari nya sudah menjadi makanan harian ku. Namun aku harus tetap menjadi diri ku sendiri, membantu orang sekitar tanpa pandang bulu, karena di agama muslim mengajarkan sesama manusia harus saling membantu.
Kelemarin di saat jam pembelajaran berlangsung pada pelajaran matematika, Bu Mina adalah guru matematika atau wali kelas kami, ia berkata "karena sudah sebulan jadi besok ibu akan membagi nama dan tempat duduk nya masing-masing yah" semua murid menjawab "iya buuu" ketua kelas bernama Dimas berkata "yahh..Bu padahal dah nyaman loo di sini" Bu Mina menjawab "tidak boleh begitu, kesepakatan kelas kita udah sepakati pada awal masuk sekolah" Dimas menjawab lagi dengan mengeluh "iya...Buu, hmm siapa sih lalu menyarankan kesepakatan kelas itu hadehh" sambil membuang nafas panjang, Lisa menjawab "aku, kenapa mau marah?" Dimas membalas "nggk ko hehe" dengan tertawa kecilnya. Bu Mina menghentikan keriburan di kelas ia berkata "sudah-sudah kita lanjutkan pembelajarannya" keadaan pun jadi hening seketika.
~hening~
Lisa Muliana ia adalah murid paling pintar dan populer di angkatan, dalam seminggu di sekolah ia sudah menjadi primadona angkatan dan paling aktif di kelas, ia tidak begitu pintar tapi ia di kenali seluruh angkatan dengan sifat begitu mudah bergaul di kalangan orang tertentu.
Dimas alfareza ia adalah ketua kelas sekaligus juga waketos sekolah, Menurut orang lain ialah lelaki sempurna dan mempunyai katakter bijaksana namun menurut ku ia begitu munafik, licik dan pembuly handal yang bisa menyembunyikan diri dari sepengetahuan guru,ia bisa saja mengeluarkan murid yang lemah dengan cara pemikiran nya yang licikitu,maka dari itu semua murid murid yang kepintaran di bawa rata rata takut pada nya kecuali murid yang memiliki prestasi.
***
Keesokan harinya pada hari ini Bu Mina wali kelas kami membagi tempat duduk masing-masing dengan menulis kan nama murid di meja semua murid. kelas ini memiliki kesepakatan kelas, dan salah satunya ialah ~roling tempat duduk sekali dalam sebulan~. Pada kali ini saya di tempatkan di paling depan dan di barisan tengah, samping kiri Lisa dan samping kanan Dimas, akupun melihat nama di meja samping kiri dan kanan ku membuatku bergumam "semoga saja kali ini tidak ada masalah" dengan berharap begitu memohon ternyata sia sia.
Harapanku terlalu tinggi, bukan keadaan yang begitu membaik yang akan datang melainkan keadaan yang makin meburuk. aku menjadi target dan sasaran pertama untuk di hina oleh Dimas,ia menghina dengan adanya kekurangan ku, dihina maupun di bully aku sudah terbiasa, jadi aku pun tidak merespon bahkan melihat ke arah nya. Diapun di tertawai dengan temannya kata temannya "HAHAHa liat tuh dia tidak takut dengan mu Dimas, bahkan melihat mu dia tidak mau HAHa". Dimas malu karena ejekan temennya , sehingga ia melakukan kekerasan terhadap ku. ia menendang dan membanting meja belajarku sehingga buku gambar, kertas, pensil dan foto dalam catatan harian ku yang berbeda di Atas mejaku terjatuh berhamburan kemana mana.
Barang barang ku berhamburan, kertas gambaran ku mengarah ke kaki Dimas dan foto foto keluar dari buku catatan ku mengarah ke kaki Lisa yang hendak masuk ke kelas. Lisa dan Dimas mengambil foto dan kertas yang ada di dekat kaki mereka dan melihatnnya begitu terkejut , bahwa isi foto itu iyalah foto dokumentasi Ku pada saat memenangkan juara 1 olimpiade matematika sampai tingkat provinsi mewakili nama orang tua, sekolah, kecamatan, kabupaten serta mewakili nama provinsi, pada saat masih sekolah menengah pertama (SMP).lalu Dimas melihat kertas yang berisi alur cerita komik yang sering ia baca diam diam di waktu jam pembelajaran. ketika buku komik itu rilis setiap chapter nya hingga chapter 109 nya ia begitu antusias sehingga jam tidur, jam belajar nya tidak teratur salking asik nya membaca komik tersebut ia menyelesaikan bacaan nya di jam pembelajaran berlangsung.
Melihat mereka dan teman teman sekelas terdiam begitu lama aku cepat cepat membereskan tempat ku yang begitu berantakan kan , berhamburan ke mana mana , dan di lihat lihat oleh teman teman lain nya. suasana begitu canggung aku meminta foto dan kertas ku yang di penggang oleh Lisa dan Dimas namun mereka tidak merespon dan aku langsung mengambil dari tangan mereka.
Ketika aku hendak pergi ke WC untuk menenangkan diri, lisa yang berbeda di dekat pintu langsung memegang pergelangan tangan ku dan menahan ku dengan keadaan terdiam.
Lalu aku yang begitu gugup melihat suasana yang terjadi,aku pun berkata "Lisa...aku gak tau salah apa tapi aku minta maaf,bisakah kamu melepas kan tangan ku aku mau pergi ke.." Lisa memotong ucapan ku dan berkata "nur lomba apa semua yang kau menangkan saat masih SMP?" Pertanyaan Lisa membuat ku bingung harus jawab apa, aku pun menjawab apa adanya "ee..a..ku .." ucapan ku yang terbata bata terpotong lagi dengan dengan ucapan Dimas yang berkata "nur mengapa ada alur cerita komik black cover chapter 110 nya ada dengan kamu". Aku yang begitu gugup dan takut terhadap suasana yang mendegdeggan ini.
~Ting Ting Ting~
Suara bel masuk jam pertamapun bunyi,
aku begitu bersyukur akhirnya Susana canggung ini akan berakhir. Bu Mina masuk dengan membawa buku tugas matematika yang di kumpulkan kelemarin, namun kelas masih terdiam bahkan ketua kelas dan wakil tidak memberi salam pada guru yang masuk, aku pun memberanikan diri dengan memimpin teman sekelas untuk memberi salam. "berdiriiiii..." teman sekelas serentak langsung berdiri, "berisalam" dan mengucapkan "assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" secara bersamaan, aku pun terkejut ternyata mereka mau mendengarkan arahan yang aku pimpin.
Tak langsung lama Bu Mina pun memanggil Lisa yang berada dekat dengan tempat duduk guru,untuk membagikan buku tugas ke teman sekelas nya ,namun Lisa masih saja diam seakan akan arwah nya tidak berada di sini. Bu Mina pun memanggil yang ke dua kali nya berkata "lisaa..?" Lisa Tidak merespon dan Bu Mina berkata lagi "Lisa?.... Kamu kenapa??..Sakit?.. mau di antara ke UKS?.." Lisa pun terkejut mendengar suara Bu Mina dan ia baru menyadari baru Bu Mina sudah masuk kelas.
Bu Mina bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah antara aku dan Lisa, Bu Mina melihat keadaan Lisa yang begitu muram ia langsung bertanya kepada teman sekelas nya ia berkata "ada yang bisa ngejelasin mengapa Lisa dan teman teman lain nya begitu murung hari ini?". Aku yg berada di samping bu Mina dan Lisa hanya bisa terdiam dan takut bersuara karena merasa bersalah. Dan akhirnya salah satu murid di kelas ku mengangkat tangan dan berkata "aku Bu, aku akan ngejelasin situasinya yang sedang terjadi ini". Bu Mina pun berkata "silahkan berdiri magfirah dan jelas kan pada ibu "
magfirah ia adalah salah satu yang mengetahui latar belakang nur , karena ia teman sekelasnya nur waktu masih sekolah dasar (SD),
Magfirah pun menjelaskan dengan rinci dari awal hingga akhir kejadian tadi. Bu Mina pun terkejut dan baru mengetahui latar belakangku , Bu mina pun berkata "apakah betul begitu kejadian nya nur?" Bu Mina yang bertanya pada ku aku pun langsung menjawab "iya bu.. aku minta maaf telah menyembunyikan sehingga mengacaukan kelas", dari ucapanku Bu Mina terkejut dan berkata "kau tidak salah nur, semua orang pasti memiliki privasi masing masing,tapi jika kamu tidak keberatan dan berkenan bisa kah kamu menjelaskan latar belakang mu?dan alasan mu menyembunyikan nya?"ucapan Bu Mina pun membuat ku terkejut dia bahkan meminta ku untuk menceritakan semua tentang ku. Setelah aku berfikir panjang aku berkata kepada seluruh orang yang berada di kelas "jika ini adalah jalan satu satu nya untuk menyelesaikan masalah kali ini, aku akan menceritakan tentang ku ke semua orang yang berada di sini".
aku pun berdiri di depan papan tulis aku pun berbicara "maaf semua, alasan ku menyembunyikan prestasi ku karena aku tidak mau di pandang tidak pantas untuk berteman sama teman teman lain yang tidak memiliki prestasi. aku begitu introvert sehingga aku susah mendapatkan teman, jadi aku tidak tahu harus menceritakan kepada siapa tentang ku. Saat aku bersekolah SD samping rumah ku,aku pernah memenangkan cipta puisi lomba antar sekolah pada saat akhir semester 2, dan juga aku mendapatkan juara umum di sekolah tersebut, sehingga aku menjadi di benci teman teman ku atas apa yang ku raih saat SD, begitu banyak cabang lomba aku ikuti aku pun sedikit lupa, terus saat aku SMP aku memenangkan dalam bidang karya ilmiah, karya sastra, olimpiade matematika, sains, biologi,dan geografi, aku Pun pernah memenangkan O2SN dalam cabang atletik,lari, renang, lompat jauh,dan jalan cepat,dan Alhamdulillah aku mendapatkan mendali emas dalam sebuah cabang tersebut, dari semua apa yang ku raih di SD dan SMP. semua teman-teman sekitar ku membenci ku dan mereka berkata "kamu tidak pantas berteman dengan kami" , kata mereka begitu sehingga aku takut memberi tahu kan presentasi yang kudapat dari bersekolah sebelumnya, jadi saat aku masuk SMA ini aku pun tidak berniat sama sekali mengucapkan prestasi yg ku dapatkan kan, karena aku takut bakal di benci seperti teman teman ku yang dulu. Maaf..."
Dengan berakhirnya penjelasan ku, aku menunduk tidak sanggup melihat reaksi semua orang yang telah mendengarkan cerita ku. Aku takut bakalan di benci seperti dulu lagi, karena aku telah mengungkapkan presentasi ku nanti aku bakalan di bilang sombong dan pamer, terhadap apa yang ku capai, Pikiran ku penuh dengan pikiran buruk yang akan terjadi nantinya
Tetapi magfirah menepuk tangan nya 'prok prokk prokk'
Suara tepukan tangan magfirah makin keras dan teman teman lainnya ikut bertepuk tangan 'prokkk prokk prokk',dan aku pun mengangkat kepala ku karena mendengar tepuk tangan tersebut dan melihat situasi yang begitu mengharukan, mata yang mau menangis dan mata yang sudah mengeluarkan air mata pun semua ada di dalam kelas.
Susana yang begitu membuat semua orang legah dan gembira, disertakan kebanggaan terhadap ku , Dimas pun berbicara "nur kau belum menjawab pertanyaan ku yang tadi"
Aku yang Mau menjawab seketika, di jawab oleh magfirah "pertanyaan mu yang mengapa ada dengan dia alur cerita selanjutnya komik black cover?", Dimas pun menjawab "iya, dan aku bertanya pada nur", aku yang tersenyum tidak enakkan mendengar ucapan Dimas ,dan magfirah pun menjawab "ya elah Dimas, kamu itu dah besar masih tidak ngerti situasi.." aku memotong ucapan magfirah dan berkata "terimakasih magfirah, tapi biar aku yang jelaskan, aku adalah seorang komikus, memang aku tidak mempublikasikan identitas Ku di komik ku karena aku merasa masih anak sekolah, tidak layak untuk jadi komikus" aku dengan tersenyum, Dimas pun menjawab "aku kurang percaya, bagaimana caramu membuktikan kalau kau seorang komikus?" ,aku pun menjawab, "aku bisa membuktikannya, Bu Mina bisa kah kamu meminjamkan ku spidol?" ,Bu Mina pun mengeluarkan spidol dari kantongnya langsung memberikan pada ku dan aku bertanya lagi kepada Dimas "Dimas.. di chapter berapa dan halaman berapa kamu mau aku menggambarkan nya di papan tulis?" Dimas menjawab "hmmff kamu yakin?" Dengan mukanya merendahkan, aku pun tersenyum, Dimas melihat ku hanya tersenyum dia pun berkata "chapter 28, halaman ke 37 , saat pertemuan karakter Yami dan Asta" ,aku pun setelah mendengarkan nya lansung menggambarkan nya di papan tulis, menggerakaan tangan ku tanpa kaku sama sekali, aku sudah begitu hafal dengan alur ceritanya dari chapter 1 sampai chapter 110, karena di saat aku di jauhi dan di benci teman teman ku aku memutuskan hobi menggambar dan melukis jadi aku memilliki waktu luang yang banyak sehingga memahami alur cerita yang ku bikin.
Beberapa menit kemudian akhirnya aku selesai menggambar di papan tulis, semua orang terkejut lagi, kecuali magfirah, karena ia telah mengetahui , bahwa aku membuat komik ini dari kelas 3 SD.dan Dimas pun berkata "hehh.. ternyata kamu yah" dengan nada pelannya yang pasrah, dia pun berkata lagi "nur hidayah aku minta maaf kelakuan ku Selema ini , aku penggemar berat komik yang kamu bikin bisa kah kamu memaafkan ku" ,"aku juga minta maaf nur, aku terlalu merendah kan mu" kata Lisa, "aku juga , karena telah menjauhi mu waktu SD"kata magfirah, "aku juga minta maaf " "aku juga" " aku juga".......semua orang meminta maaf pada ku aku yang mendengar permintaan maaf dari teman teman sekelas ku membuat ku menangis terharu,aku jadi merasa bahagia, telah menceritakan semua nya........END!!