Di sebuah desa yang sunyi, jauh dari keramaian kota, hidup seorang anak bernama Ika. Ika baru saja berusia lima tahun, dengan mata besar dan rambut hitam panjang yang selalu diikat dengan pita warna-warni. Namun, hidup Ika tidak sesederhana usia dan penampilannya.
Pada suatu hari, sebuah pesawat jatuh di dekat desa mereka. Para penduduk desa panik, berlarian ke tempat kejadian. Mereka hanya menemukan reruntuhan dan puing-puing pesawat yang terbakar. Namun, di antara kebakaran itu, ada satu hal yang mencuri perhatian: seorang anak perempuan, yang dengan anehnya masih selamat meski terluka parah. Wajahnya penuh debu dan darah, tubuhnya rapuh, namun matanya menatap kosong.
Ika, anak yang selamat itu, ditemukan oleh seorang pria bernama Arman, seorang pemburu yang sedang berada di hutan untuk berburu. Arman, yang tidak tahu harus berbuat apa, memutuskan untuk merawatnya. Namun, ia merasa ada yang aneh dengan Ika. Setiap kali ia memandang anak itu, ada sesuatu yang tidak beres, seperti ada bayangan yang melingkupi tubuhnya.
Hari demi hari, Arman memperhatikan Ika. Ia merasa semakin terganggu dengan bayangan-bayangan aneh yang seolah hidup di sekitar anak itu. Bayangan hitam yang selalu mengikutinya. Bahkan, pada malam hari, Arman sering mendengar suara-suara halus seperti bisikan di telinga, suara yang tidak bisa ia pahami.
Suatu malam, ketika Arman merasa tidak bisa tidur, ia memutuskan untuk keluar dari rumah dan berjalan-jalan di sekitar desa. Namun, saat ia lewat di dekat rumah Ika, sesuatu yang aneh terjadi. Bayangan hitam itu keluar dari tubuh Ika dan bergerak seperti sebuah entitas yang tidak bisa dijelaskan. Dengan cepat, bayangan itu melesat menuju ke arah Arman dan membungkus tubuhnya.
Arman merasa tubuhnya kaku, tidak bisa bergerak, dan seakan-akan ada sesuatu yang menguasai dirinya. Dalam keadaan terhipnotis, ia merasa seolah bayangan itu mulai mengendalikan tubuhnya, menariknya ke tempat yang lebih gelap, jauh dari mata orang lain.
Bayangan itu kemudian berubah menjadi bentuk yang lebih nyata, dengan tangan yang tajam dan dingin. Arman, yang kini sepenuhnya dikuasai, dipaksa untuk mengangkat pisau yang ia bawa dan mengarahkannya ke tubuhnya sendiri. Namun, ketika pisau itu hampir menembus kulitnya, suara kecil dan lemah terdengar, suara Ika.
“Ika... Jangan...” suara itu bergema dalam pikiran Arman. Ika, dengan suara yang begitu lembut, memanggilnya. Bayangan itu mengendurkan cengkeramannya sejenak.
Ika, yang saat itu berlari ke arah Arman, menatapnya dengan mata yang penuh kesedihan. "Aku tidak ingin ada yang terluka," kata Ika pelan. "Tapi bayangan itu... dia akan selalu ada di sini," sambil menatap tubuhnya sendiri.
Tiba-tiba, bayangan itu berlarian kembali ke tubuh Ika, seolah-olah takut akan kehilangan pengendaliannya. Arman pun tersadar, tubuhnya kembali bebas. Namun, ia tahu bahwa apa yang baru saja terjadi bukanlah mimpi. Ada sesuatu yang sangat jahat yang terikat pada Ika, dan Arman tidak tahu apakah ia bisa melawan bayangan itu.
Ika, yang kini tampak lebih tenang, hanya tersenyum kepada Arman. "Aku tak ingin membunuh siapa pun," bisiknya. "Tapi aku tidak bisa menghentikan bayangan itu." Bayangan, yang kini lebih gelap dari sebelumnya, perlahan-lahan meredup dan menghilang, meninggalkan mereka di tengah malam yang sunyi.
Arman menatap Ika, dengan perasaan campur aduk. Ia tahu, anak ini bukanlah sekadar korban kecelakaan pesawat biasa. Ika adalah sesuatu yang lebih dari itu. Sesuatu yang akan terus berjuang melawan bayangannya sendiri, hingga akhirnya bisa bebas.
Dan malam itu, Arman berjanji, ia akan menjaga Ika dari bayangan yang menguasainya. Tetapi ia juga tahu, tidak ada yang bisa menghentikan bayangan yang sudah terlahir dari kecelakaan itu... bayangan yang telah menjadi alat pembunuh di tangan seorang anak.
---