Manusia itu seperti bulan, meskipun di kelilingi oleh kegelapan, dia tetap menyinari bumi.
Sering kali kita lebih memikirkan untuk menjadi cahaya bagi orang lain sampai lupa akan dirinya yang telah redup.
----------------------------------------
"LO MANA TAU RASANYA JADI GUA!!" Bentakan Risha kepada Shera yang berusaha untuk menenangkan Risha.
"akuu ngertii shaa, aku ngerti, tapii kamu harus kuatt gaboleh nyerahh." Ucap Shera sambil memeluk risha yang sedang menangis sesenggukan.
"gw capee, gw muak denger orang tua gw ga berantem, gw iri sama lo raa"
Shera hanya diam mendengarkan Risha, jelas sekali jika Risha tidak mengetahui apa yang telah Shera alami. Shera tidak pernah bercerita tentang keluarganya yang tidak ada, tentang bagaimana Shera di tinggalkan kedua orang tuanya sedari kecil, tentang trauma yang telah dia dapatkan selama hidupnya. Dia tidak ingin bercerita, karena dia pikir bahwa masalah nya tidak seberapa.
Pada saat shera berumur 3 bulan, ayah ibunya bercerai. Lalu, ayahnya menikah lagi, begitu juga dengan ibunya Shera. Namun, ayah tirinya itu sangat jahat bagi Shera.
Ayah tirinya adalah luka pertama bagi Shera semasa hidupnya.
Shera umur 3 tahun, dia di pukuli oleh ayah tirinya karena Shera sering menangis. Ibunya Shera berusaha untuk menolong Shera, namun dia tidak pernah bisa untuk membantunya.
Shera tumbuh menjadi seorang remaja, ayah tirinya selalu menuntut kesempurnaan kepada Shera, seperti mendapatkan nilai paling tinggi di sekolahnya. Jika tidak, Shera akan di hukum, udah berapa kali Shera gagal mendapatkan nilai terbaik yang membuat ayah tirinya marah dan memukuli Shera habis-habisan sampai Shera tidak sadarkan diri. Pada saat itu, Shera belajar dengan keras dan menyiksa dirinya sendiri.
Shera umur 16 tahun, dia mulai menyukai seseorang pria di kelasnya. Namun, Shera hanya di manfaatkan oleh pria tersebut untuk memuaskan keinginannya. Shera terlena dan terperangkap dalam cinta yang fana.
Prestasi Shera menurun, dia gagal mendapatkan nilai terbaik di sekolah. Ayah tirinya marah mengetahui informasi itu, sehingga pada saat di rumah, ayah tirinya menyeret Shera dengan menarik rambutnya, lalu memukuli Shera, mencambuk tubuh Sera dengan kasar sampai tubuhnya penuh dengan luka dan memar.
Shera memberontak "ayahh cukup, sakitt!!". Pemberontakan Shera membuat ayah tirinya semakin marah. " KAMU BERANI MELAWAN SAYA ?! " " BUKANNYA TAU DIRI, KAMU MALAH MELAWAN SAYA ? DASAR SAMPAH GA BERGUNA !! " Bentakan dari sang ayah tiri kepada Shera sambil menendang tubuh Shera dengan keras dan mengenai perut Shera sehingga Shera memuntahkan darah segar dari mulutnya dan tidak sadarkan diri.
Entah sampai kapan ini berakhir, Shera juga ingin merasakan kebahagiaan tanpa mendapatkan perlakuan yang menyakitkan.
Pada akhirnya, Shera mati mengenaskan dibunuh oleh ayah tirinya sendiri.
Tamat.