Karakter Utama:
Nami Himura: Gadis reinkarnasi yang tak pernah bisa mati dengan cara normal.
---
Bab 1: Pagi yang Tidak Begitu Menyenangkan
Nami Himura terbangun di pagi hari dengan perasaan yang aneh. Bukannya merasakan sejuknya udara pagi atau mendengarkan suara burung berkicau, ia justru mendengar suara bel berbunyi di langit. DING DONG, suara itu terdengar seperti sedang mengumumkan sesuatu yang besar, mungkin semacam perayaan atau pengumuman resmi.
Namun, yang terjadi justru adalah... "Selamat datang kembali, Nami!"
Nami mendongak dengan bingung. "Apa?"
Seketika, tubuhnya terguling-guling, jatuh dari tempat tidurnya, dan... mati. Ya, mati karena terjatuh dari tempat tidur, menghadap ke lantai dengan gaya yang sangat dramatis. Tidak perlu khawatir, karena ini adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan reinkarnasi Nami.
Beberapa detik kemudian, tubuh Nami lenyap, dan ia kembali terlahir dalam tubuh yang berbeda.
"Serius, aku lagi?"
---
Bab 2: Dunia Baru, Nasib Lama
Setelah beberapa detik berputar-putar di dunia reinkarnasi, Nami muncul di dunia baru. Kali ini, ia terlahir sebagai seorang penyihir pemula dengan kemampuan luar biasa (yang tidak pernah dipakai dengan benar).
"Selamat datang di dunia sihir!" seru seorang pria tua berjubah putih, dengan janggut yang mencapai lutut. "Kamu adalah harapan baru bagi dunia ini. Sekarang, ayo tunjukkan kemampuan sihirmu!"
Nami yang baru saja terlahir merasa sedikit bingung, namun dengan percaya diri ia melambaikan tangannya ke arah langit dan berteriak, "Magicus Fioooo!"
Sayangnya, yang muncul bukan bola api atau kilatan sihir, melainkan hanya... bunga-bunga kecil yang beterbangan. Bunga-bunga itu jatuh dan menghujani sang pria tua.
"Eh, maaf, saya baru belajar," ujar Nami, sambil tertawa canggung.
Pria tua itu hanya bisa menatapnya dengan tatapan kosong. "Kamu... reinkarnasi sebagai penyihir, tapi kenapa kamu lebih mirip tukang kebun?"
Nami hanya tertawa tanpa bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Tidak lama kemudian, dunia ini membuktikan lagi bahwa ia tidak pernah bisa bertahan lama. Sebuah meteor raksasa muncul dari langit, menabrak Nami dan membuatnya langsung mati dengan cara yang begitu... dramatis.
---
Bab 3: Kejadian Serupa, Kejadian Berbeda
Beberapa detik lagi, Nami muncul kembali, kali ini di sebuah dunia lain. Dunia yang lebih serius, lebih gelap, lebih berbahaya.
"Selamat datang di dunia pembunuh bayaran!" kata seorang pria berwajah serius, dengan mata merah yang menakutkan. "Kamu akan segera belajar bagaimana cara bertahan hidup di dunia ini."
Nami mengangguk, tampak serius. Ia dipersenjatai dengan pisau kecil yang lebih cocok untuk memotong buah daripada bertarung. Tanpa basa-basi, ia melangkah maju dan berusaha menculik seorang pria dengan senjata.
Namun, pria itu langsung berbalik, menghindar dengan sempurna, dan membuat Nami terjatuh ke dalam kolam penuh ikan-ikan besar.
"Aku... aku tidak bisa bertahan!" teriak Nami. Tapi kolam itu ternyata hanya kolam ikan hias yang cukup dangkal.
Pria itu tertawa. "Kamu malah jatuh ke kolam. Jika itu adalah ujiannya, kamu sudah gagal."
Tidak lama kemudian, kolam itu dipenuhi dengan air yang tiba-tiba saja mengering, menyebabkan Nami terjebak di bawah tumpukan batu. Dan... mati lagi.
---
Bab 4: Menerima Takdir... atau Tidak
Di dunia lain, Nami muncul kembali sebagai makhluk yang sangat besar, hampir seperti monster. Ia bingung dengan penampilannya yang tampak seperti raksasa, namun tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah lagi.
Tiba-tiba, ada suara yang datang dari langit, mengumumkan keberadaan dirinya. "Kamu adalah harapan dunia ini untuk mengalahkan raja iblis yang menguasai kerajaan!"
Nami yang bingung mencoba memahami situasi itu. "Raja iblis? Tapi, aku lebih takut sama ukuran tubuhku!"
Dia pun menggelengkan kepala dan berlari ke arah yang salah, menuju sebuah desa yang dipenuhi dengan para penduduk yang malah lebih takut padanya. Saat mencoba melompati sebuah pagar, ia terjatuh dengan sangat konyol ke dalam sebuah sungai, yang membuatnya tenggelam dalam hitungan detik.
Tentu saja, Nami mati lagi.
---
Bab 5: Titik Balik yang Tidak Konyol
Begitu banyak kali Nami terlahir kembali dan mati secara konyol. Setiap kali ada kesempatan, ia mencoba untuk bertahan, namun setiap kali, nasib selalu menggodanya. Pagi ini, ia bangun di dunia yang tampaknya lebih cerah dan penuh harapan.
"Selamat datang di dunia baru, Nami!" seru seorang pria dengan pakaian megah. "Kamu adalah pahlawan yang kami tunggu-tunggu."
Nami yang baru saja terlahir merasa sudah siap, tidak ingin mati konyol lagi. "Aku kali ini akan bertahan!"
Namun, saat dia melangkah maju untuk berbicara, ia tiba-tiba terpeleset di atas kulit pisang yang tidak sengaja terjatuh di jalan.
---
Nami terjatuh ke dalam sebuah lubang besar yang ada di jalan dan... mati lagi. Seperti biasa, ia kembali terlahir di tempat yang sama, di dunia yang berbeda, dalam tubuh yang berbeda.
Namun, kali ini Nami memutuskan untuk berhenti berusaha mengerti. "Mungkin ini takdirku. Setiap kali mati, aku akan terlahir kembali. Kenapa tidak menikmati saja?"
Dan, tanpa diduga, meskipun selalu mati konyol, ia menjadi lebih kuat dalam menghadapi dunia yang terus berubah, dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan untuk hidup dengan tenang.
Namun, yang pasti, Nami Himura akan terus mati dengan cara yang paling konyol yang bisa dibayangkan—tanpa ada akhir.
---
Akhir Bab
Itulah kisah Nami, gadis reinkarnasi yang selalu mati dengan cara yang tak terduga. Jika ada hal yang bisa dipelajari dari perjalanan tak berujung ini, itu adalah satu hal: Tidak peduli betapa konyolnya hidupmu, selalu ada kesempatan untuk memulai lagi.
Dan begitu, kisahnya akan terus berlanjut... tanpa henti, tanpa akhir.