Warning 📍
Mengandung gore sangat ringan.
Malam ini, Leo sedang membaca sebuah buku kuno yang tidak sengaja ia temukan di laci kamar Ayahnya. Ia awalnya akan menjual rumah ini karena terjerat hutang piutang peninggalan orang tuanya. Saat selesai membereskan semua ruangan, Leo membuka halaman pertama buku kuno itu karena penasaran.
Sebuah tulisan aneh tercetak jelas di sana, jemarinya pun menyusuri tekstur kertas itu di setiap kata yang tertulis disana. Rasanya aneh, ia memang tiba mengerti apa yang tertulis disana tapi instingnya mengatakan ia harus membaca ini sampai selesai.
Leo pun berhenti di tengah halaman. Ia menguap, sepertinya ia sudah menghabiskan waktu hingga lupa jam sudah menunjukan angka 10. Leo pun menutup buku itu lalu menyimpannya di nakas. Ia lalu menarik selimut dan mulai berusaha untuk terlelap.
Blusssss blussss blusss...
Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang dan jendela kamarnya terbuka lebar bersamaan dengan 'hordeng yang berkibar-kibar karena angin itu. (bener gak sih hordeng? (¬_¬)/ )
Srak srak srak..
Buku itu yang semulanya tertutup rapat langsung terbuka lebar dan halaman bukunya bertebangan.
Leo yang hampir terlelap langsung melotot kaget, ia menatap buku kuno itu mengeluarkan cahaya yang tidak biasa. Selain itu, buku itu langsung menarik semua benda yang ada di sekitarnya.
"Ada apa ini?" panik Leo seraya berpegangan di besi ranjang kasur. Dengan wajah yang masih syok, kasurnya bergetar dan mulai tersedot masuk kedalam buku kuno itu yang tergeletak di lantai. Leo terus berusaha menggapai benda-benda kuat lainnya agar tidak tersedot, tapi percuma angin yang semulanya datang berubah menjadi pusaran.
"Arghhhh..." teriak Leo tersedot masuk ke dalam buku bersama benda-benda lainnya.
•••
"Ini dimana?"
Leo jatuh ke labirin yang dipenuh dengan mawar hitam di sepanjang jalan. Ia tidak tahu pasti bagaimana bisa ia terjebak dan hal yang paling mustahil adalah Ia masuk ke buku kuno(?)
PLETAK!
"Arghh... sakit." Gumam nya menampar pipi nya sendiri. Bukan halusinasi ya, Arghhh bagaimana ini ya tuhan?! Ia bisa gila kalau sampai semua ini adalah nyata.
'Hei manusiaaa...'
'Wah ada manusiaaa...'
'Sepertinya kita punya mangsa sekarang~'
Leo mengusap leher belakangnya. Bulu kuduknya langsung berdiri saat mendengar suara-suara aneh tak kasat mata itu.
"Fokus leo! lo harus cepat keluar dari labirin ini secepatnya. " gumamnya menyemangati diri sendiri meski ia tidak yakin bisa keluar dengan mudah dari tempat aneh ini.
Ia pun dengan ragu berjalan mengitari labirin yang dipenuhi mawar hitam itu.
Setengah jam pun berlalu.
"HAHAHAHAHA!" tawa seseorang mengelegar entah darimana asalnya tapi ia yakin itu bukan manusia sepertinya karena tiba-tiba tanah yang ia pijaki bergemuruh.
Leo tersentak, ia lalu memutar badan dan berlari tanpa sebab.
"Pliss pliss gue mau pulang!" lirihnya.
Leo terus berlari mengitari labirin ini dengan asal-asalan. Bukannya mendapat titik keluar ia malah semakin dalam terjebak disini.
Saat di belokan kiri ia tiba-tiba menabrak sesuatu yang sangat keras. Tubuhnya langsung tersentak kebelakang. Leo pun menatap ke atas apa yang ia tabrak, lalu...
"Yummy... ada makanan!" girang makhluk dengan wajah berkepala banteng.
Ia sangat tahu makhluk ini. Minotaur. Makhluk berkepala banteng yang rakus memakan manusia sampai tidak tersisa sedikitpun. Selain itu makhluk mitologi ini memilik tubuh setengah manusia yang sangat besar untuk dibandingkan dengan tubuh manusia aslinya.
Leo meringkuk mundur kebelakang. Degub jantungnya berdetak sangat kencang saat makhluk ini dengan girang mendekatinya.
"Hei, mendekatlah biar aku bisa memanjakanmu makananku!" ujar minotaur itu menjilat bibir atasnya.
'Hiih, ogah!' ucap Leo dalam hati.
Leo berdiri lalu berlari dengan sangat kencang. Ia harus menghindari makhluk ini agar tidak menjadi santapannya.
Minotaur itu tertawa terbahak-bahak melihat Leo yang berlari dengan sangat ketakutan.
Minotaur itu lalu mengejar Leo dengan santai, ia masih belum lapar jadi ia berniat untuk bermain-main sebentar.
Hoss hoss hoss..
"Demi kerang ajaib... Pliss pliss ia tidak mau mati!" mohon Leo terus berlari dengan sekuat tenaga.
"AAAAAAAAAAAA."
GEDEBRUKK!
"Duhh kampr*t sakit banget!" umpat seorang perempuan jatuh dari langit tepat didepan mata Leo.
Untung saja Leo bisa mengerem tubuhnya, kalau tidak, mungkin dia akan ketindihan perempuan gendut ini.
"Eh, lo siapa?" tanya perempuan itu sambil berdiri dan menepuk-nepuk belakang tubuhnya yang kotor.
Leo akan menjawab tapi terdengar suara makhluk itu semakin dekat.
"Makananku~ Dimana kamu?."
Leo melotot, ia langsung menyeret si gendut itu untuk berlari. Sang empu yang ditarik malah ngos ngosan karena lari Leo tidak bisa diimbanginya.
"Hoss hoss hoss... tunggu dulu oyy, kena--phaa kita harus lari sihhh-- !" teriak si Gendut sambil mengambil napasnya yang terputus-putus.
Leo tidak menjawab. Ia harus selamat dari si banteng itu apapun caranya! Sebenarnya Leo refleks menarik lengan perempuan ini tapi ia masih punya hati nurani meninggalkannya bersama Minotaur itu. Gimana kalo perempuan ini di mutilasi? membayangkannya saja membuat Leo mual.
"Jawab dulu oyy---, Hoss hoss hoss... Gue capek!" ujar nya berhenti berlari. Otomatis Leo pun berhenti karena perempuan ini menahan tangannya.
Leo mendecih kesal, bisa-bisanya ngeluh kecapean. Gimana kalo makhluk itu memakan mereka berdua?!
"Ini dimana sih? Daritadi muter-muter labirin ini terus tahu! Lo nyadar gak sih, liat aja tanahnya bekas kita lewati beberapa menit yang lalu. Hah.. duh perut gue sakit kan, ah kampr*t." jelasnya menetralkan degub jantungnya.
Leo baru ngeh, ternyata memang benar mereka muter-muter di tempat yang sama. Bagaimana ini?!
"AH KETEMU KALIAN!" teriak Makhluk itu muncul tiba-tiba dihadapan mereka.
"HIIHH!" teriak mereka berbarengan lalu melarikan diri lagi.
Minotaur itu mendengus kesal, ia lalu mengeluarkan kapak sakti miliknya lalu mengejar mereka dengan serius karena sepertinya perutnya sudah berbunyi keras. Makhluk itu lalu berlari layaknya banteng yang akan mengamuk dengan mata merah darah yang menyala-nyala.
"ITU MAKHLUK APA SIH, JELEK AMAT YA GUSTIII. SEREM!" teriaknya sesekali melihat kebelakang.
"MINOTAUR SETAHU GUE!" jawab Leo sama berteriak.
"HAH, YANG BENER AJA ETDAH! HUAAA... "
Minotaur itu terus mengejar mereka dengan ekspresi marah. Rasa laparnya sudah tidak terbendung lagi dan ia nafsu akan daging manusia yang berlemak itu.
"HMPHHH... MHOOO MHOO MHOO...!" tarikan napas Minotaur dengan bergemuruh marah. (Mon maaf gak tempe suara banteng btw 😃🔫).
Makhluk itu lalu melempar kapak saktinya hingga meleset tepat ke punggung Leo karena Leo dengan sigap melindungi tubuh perempuan itu. Harusnya kena si manusia berlemak itu, pikir Minotaur tidak terima.
"ARGHHHHH!" teriak Leo bersimpuh kesakitan. Napasnya memburu bersamaan dengan darah yang menyembur banyak hingga rasanya mati rasa. Leo menangis seketika saat didapati kapak itu menembus keluar dari sisi kanan perutnya. Keringat dingin bercucuran dipelipisnya hingga perempuan disampingnya ketakutan dan menutup mulut rapat-rapat.
"---Lo gakpapa kan?!" tanyanya bergetar.
Kapak itu bukan hanya menembus perutnya tapi ukurannya pun tidak main-main.
"Gu-Gue gakpaphaah. Hah hah hah...,Mending lo se-sekarang lari deh sebelum Mi-minotaur ithuuu hoss hoss hoss..." ucap leo terbata-bata.
Perempuan gendut itu menggeleng keras, Bukan Gea namanya jika meninggalkan orang sekarat ini sendirian disaat orang ini malah memikirkan nyawanya.
"GAK! YAKALI GUE NINGGALIN LO DISINI?!" tegasnya berkaca-kaca. Tangannya gemetaran memegang perut leo yang terus mengeluarkan darah. Ia menelan saliva nya saat Leo mulai terbatuk-batuk darah.
"Gu-gue akan mati... Hah hah hah... "
"Jangan ngomong sembarangan kampr*t! kalo lo mati gimana kita bisa keluar dari tempat ini!" bentak Gea menangis terisak-isak.
"Entahlah... Hah hah hah... " sahut Leo sekarat dengan napas yang mulai tidak beraturan, "Lo kenaphah... belum pergi sih... "
"Kemarilah makananku~"
Makhluk itu datang dengan liur yang mulai membanjiri mulutnya itu, Mata nya yang berwarna merah itu sudah sangat bernafsu.
"--Cepat la-lariii!" bentak Leo mendorong Gea yang memeluknya karena berniat melindungi Leo.
Gea menggelang kuat, ia semakin memeluk tubuh leo erat. Dengan isakan yang tidak ada hentimya ia tidak ingin Cowok ini meninggal didepan matanya.
Minotaur itu pun menarik paksa tubuh gendut Gea dan menghempaskannya.
BUGHHH!
Makhluk itu lalu mencabut kapak yang menempel di punggung Leo dengan sekali tarik.
"ARGHHHHHHH!" lengkuh Leo berteriak dengan sangat panjang. Urat-urat lehernya langsung berbentuk seketika karena saking sakitnya benda itu ditarik paksa dari tubuhnya.
beberapa menit kemudian ia terkepar tidak berdaya dengan mata yang masih terbuka lebar.
Gea yang melihat itu menutup mulutnya dan terisak sangat keras. Tubuhnya bergetar hebat melihat cowok itu mati begitu saja. Dengan keberanian entah darimana, Gea berlari ke arah Leo dan memeluknya erat. Air mata nya bercucuran sangat deras dan memilukan seakan yang mati ini adalah kekasihnya.
"AISHH MENYINGKIRLAH MANUSIA BERLEMAK!" bentak Makhluk itu mulai kesal karena waktu makan siangnya jadi bertele-tele. Ia lalu menghantam tubuh Gea dengan kapaknya beberapa kali hingga Gea terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya.
BRUGHHH...
BRUGHH... BRUGHH...
Sakit. Jadi ini rasanya kesakitan yang sama dengan cowok yang dipeluknya ini. Gea tersenyum getir, Ia lalu mencium jidat Leo dengan tulus lalu menutup kedua mata Leo yang masih terbuka.
Sedetik kemudian mata Gea tertutup rapat dengan memeluk Leo didekapannya.
"Hah... Menggelikan!" ujar Minotaur itu lalu mulai mencincang kepala mereka berdua bersamaan.
E N D ~
Note: Minotaur adalah makhluk mitologi yunani. Monster bertubuh manusia dan berkepala banteng ini sangat rakus akan daging manusia. Ia tidak segan-segan memakan habis manusia yang terjebak di rumah labirinya.
sumber: uyut google 👵