Selesai kuliah, seperti biasa aku, binti dan bayu pergi ke kantin. waktu menunjukkan pukul 5, kamipun menuju ke kantin yang berada di lantai 7, untuk membeli beberapa makanan untuk di santap. sambil mengobrol dan membahas tugas laporan yang akan di kumpul esoknya, dan tidak berasa kami tidak sadar bahwa waktu sudah petang menunjukkan pukul 8 malam, di kantin sudah tidak ada orang sama sekali, hanya ada kami bertiga. seluruh stan makanan sudah tutup sejak pukul 6, dan seluruh gedung terasa tidak ada siapapun kecuali kami bertiga. saat itulah hal yang mengerikan mulai bermunculan.
Ketika asyik mengobrol tiba-tiba temanku binti bicara "kalian apakah mencium bau wangi melati.?" (bicara dengan nada pelan). seketika aku merasa merinding dan berkata "binti jangan ngomong yang aneh-aneh, ini sudah malam kalau begitu kita segera pulang saja.!" (bergegas mengemasi barang). sedangkan bayu hanya diam dan tidak bicara apapun, lalu kamipun berjalan menuju lift untuk turun ke lantai besmen area parkir. sambil menunggu lift akupun bercanda dengan mereka agar suasananya tidak mencekam, sambil memegang hp aku membuka camera untuk merekam mereka dan menanyai keluh kesah mereka.
Lalu saat pintu lift terbuka binti seketika berteriak, aku dan bayu ikut terkejut karena binti berteriak kencang. aku bertanya "kenapa bi.?, apa yang membuatmu berteriak.?". bayu juga ikut berkata "bi, kau berteriak terlalu kencang. membuat orang lain panik. ada apa sampai kamu berteriak.?". binti dengan nada takut untuk bicara dia mengatakan dengan nada pelan "aku melihat dia, dia melihat kita di sini. sebaiknya kita turun lewat tangga saja.!", wajah binti terlihat sangat ketakutan dan aku mencoba menenangkan dia. "bi, tenang dulu, dia siapa yang kamu maksud.?". lalu bayu berkata "an, sebaiknya kita turun lewat tangga saja, rasanya kalau kita naik lift agak kurang enak.?", bayu terlihat agak khawatir. "hah, lebih cepat naik lift dari pada kita turun lewat tangga, lihat saja lampu di tangga juga sudah mati. dan aku tidak terlalu bisa melihat dengan jelas.!". lalu binti mengatakan padaku yang sebenarnya "an, ketika pintu lift terbuka aku melihat sosok itu, dia berbaju putih dan menutupi wajahnya dengan rambut panjang.!". aku mengatakan padanya "ahh, jangan mengatakan yang aneh-aneh, sudahlah ayo kita naik lift saja. ini sudah hampir jam setengah sembilan, rumahku sangat jauh jaraknya.". "tapi, aku melihat dengan jelas di depan mataku sendiri. itu sangat menakutkan." kata binti. "sudahlah, jangan panik." kataku.
Akhirnya aku memencet tombol liftnya. dan liftnya pun terbuka, akhirnya kami memutuskan untuk menaiki lift itu. di dalam lift suasananya membuat kami merinding. sesaat di lantai 4 lift tiba-tiba terhenti dan terbuka sendiri, kami seketika terkejut karena tidak ada siapapun di luar lift dan kami tidak memencet tombol ke lantai 4. lalu binti berkata "ada yang masuk, aku ingin keluar dari lift.!". aku melihat raut wajahnya yang sedang ketakutan dan aku berkata "biarkan dia masuk, yang penting dia tidak mengganggu kita.!". aku baru ingat bahwa dia bisa melihat sosok itu sejak dia berumur 12th, karena dulu dia pernah bercerita padaku. lalu bayu mengatakan "baca doa saja, kalau takut. tadi sudah ku bilangkan mending kita lewat tangga saja.!". "aku lelah, kalau kamu ingin lewat tangga kenapa tidak dari tadi saja kamu lewat tangga.!" kataku dengan nada yang keras.
Lalu di lantai 2 tiba-tiba lampu lift mati dan lift juga ikut berhenti. bayu berkata "sial, apa yang terjadi dengan liftnya, tiba-tiba berhenti.". dari arah atas lift terdengar suara "dug dug dug" bagaikan langkah kaki yang sangat berat. kupikir hanya aku saja yang mendengar, ternyata kami bertiga mendengarnya. lalu akupun langsung memencet tombol emergency, tapi tidak ada hasil. kemudian tiba-tiba di belakang kami terasa ada seseorang, kami merasakan bahwa ada tiga orang berada di belakang kami. lalu terdengar suara bisikan "kalian, apa yang kalian lakukan di tempat ini.?". kami bertiga langsung terkejut. "an, di..... di.... dibelakang... mereka.... me... me... mereka ada tiga, di... dibelakang kita.!" kata binti sambil menangis. "tenang, jangan menengok ke belakang, kita harus cari cara agar kita bisa keluar dari lift ini.!" kataku untuk menenangkan binti. "baiklah, kita hubungi teman kita saja untuk minta bantuan, agar bisa menghubungi bagian teknisi." kata bayu. dan aku menjawab "bay, coba kamu hubungi saja yang rumahnya dekat dengan kampus, aku tidak mengenal teman kita yang dekat rumahnya dengan kampus.!". lalu bayu mengeluarkan ponselnya dan ternyata di dalam lift tidak ada sinyal sama sekali. "aduh, hpku tidak ada jaringan internetnya. bagaimana ini.?" kata bayu. "kalau begitu coba pakai ponselku.!" kataku sambil mengeluarkan ponsel dari tas. "ah, ternyata ada sinyal. bay coba telefon temanmu itu pakai ponselku.!",kuserahkan ponselku ke bayu, bayu mencoba untuk menghubungi david. kemudian terhubung, dan tiba-tiba lift mulai menyala kembali padahal belum sempat berkata-kata kepada david, akhirnya kami tidak jadi meminta pertolongan.
Sesampainya di besmen kami bergegas menaiki montor dan langsung pulang. aku dan binti bergoncengan bersama. di perjalanan kami bercerita hal yang kami alami tadi. "tadi, aku sudah merasakan hal yang aneh waktu kita di kantin, aku tidak berani berbicara banyak. karena aku takut sekali.!" kata binti. akupun yang sambil menggonceng binti dan melihat jalan "lalu apa saja tadi.?, bisakah kamu menceritakan semuanya?." "tadi, waktu kita di kantin aku melihat sosok berbaju putih di sekitar kita, saati itulah aku mencium bau melati. aku ingin segera pergi dari kantin. tapi saat kita menuju lift, dia mengikuti kita. dan ada satu di dalam lift, kau tau kan tadi aku mengatakannya, dan satu lagi saat kita berhenti di lantai 4 yang masuk ke dalam lift dia seorang anak kecil.!" kata binti. "hmmmm, aku tidak tau harus berkata apa, kalau begitu kita lupakan saja apa yang terjadi hari ini.!" kataku. akhirnya kami tiba di kost binti, dan aku berpamitan denganya dan pergi pulang ke rumah. sesampainya di rumah ternyata waktu sudah menandakan jam 10 malam. ada akupun bergegas tidur.
(sepertinya ceritaku kurang menarik ya.. hehehehe... cerita ini bedasarkan hal yang aku alami, cerita ini benar terjadi akan tetapi aku lebih-lebihkan sedikit, horrornya memang benar terjadi, untuk terjebak dan jumplah lantainya saja yang ku ubah hehehe, sebenarnya memang lumayan mengerikan saat aku berada di situasi itu dan sangat sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata . terimakasih telah membaca ceritaku ini.)