Jujur saja aku memiliki wajah yang cantik dan sering di kagumi banyak orang. Setiap pria yang melihatku langsung terkagum kagum dan ingin memiliki diriku.
Jika kalian pria pasti kalian akan tertarik padaku, aku memang memiliki sifat sombong karena aku merasa pantas bila merasa sombong. Aku memliki kulit putih bersih, hidung mancung, mata bulat dan rambut lurus, serta bentuk tubuhku yang berisi.
Aku merasa paling cantik tapi tak lama kemudian ada seorang wanita pindahan Manado yang datang ke kompleksku yang tinggal tepat di sebelah rumahku. Aku sangat benci melihat par pria di kompleks sangat mengaguminya bahkan semua pria di kompleks ini membantu mengangkat barang pindahannya.
Dia menyapaku tapi aku hanya membalasnya dengan tatapan sinis! Tentu saja Aku lebih cantik darinya kenapa pria menggodainya!
Hari hari pun berlalu dan aku melihat dia juga di kagumi ibu ibu yang ada dikompleks bahkan mereka mengajaknya untuk datang di rumah pak RT tanpa mengajakku, hanya aku yang tak datang dirumah pak RT.
Apa apaan mereka ini! Bisa bisanya tak mengundang wanita cantik! Malam pun tiba. Aku pun keluar rumah dengan keadaan yang sangat marah dan kebetulan di tengah jalan hujan deras datang aku langsung cari tempat berteduh dan tak sengaja aku berteduh di pos kamling yang disitu ada seorang nenek yang membawa jamu dan aku heran kenapa sudah larut malam dia menjual jamu.
Hujan cukup lama sampai tak terasa sudah 15menit aku disana tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada nenek yang ada disampingku.
Tiba-tiba sih nenek berkata . “Sama-sama dari tanah. Sama-sama menginjak tanah dan bakal balik lagi ketanah, Jadi buat apa sombong.”
Aku hanya terdiam dengan wajah yang marah, aku tahu dia hanya iri melihatku sedangkan dia sudah keriput dan tua. Tapi tak sampai disitu, dia masih saja melontarkan kata “Jangan sombong, menganggap diri sendiri sudah matang. Karena jika seseorang sudah matang, berarti sebentar lagi dia membusuk.”
Aku pun benar benar muak!
"Sebenarnya apa maumu?kau bahkan tak mengenalku tapi kau se akan membicarakan diriku?siapa kau?Tuhan?" ucapku dengan penuh emosi
"Aku bukan Tuhan,dan Kamu juga bukan Tuhan, aku hanya seorang penjual jamu awet mudah dan kecantikan,aku tak membicarakanmu aku hanya membicarakan sifat yang ada dalam dirimu"
Sekita sikapku berubah saat mendengar dia menjual jamu kecantikan.
"Buat apa jamu mu? Aku tak membutuhkannya aku sudah terlalu cantik" kataku dengan penuh percaya diri.
"kau salah anak mudah,jamu ini akan membuatmu sangat bersinar dan tak ada saingan, sedangkan kau masih merasa tersaingi dengan seseorang yaitu tetanggamu sendirikan?haha dasar anak mudah!" ucapnya sambil meledekin aku
Aku pun heran bagaimana dia bisa tahu tapi aku masih marah setelah mendengar kata kata yang dia ucapkan tadi
Akupun tak mau kalah "memangnya seberapa hebat jamu mu?coba ku minum jika tak ada perubahan kau berarti penipu tua bau tanah!" ucapku sambil tertawa puas
"Ohww tidak nona, ini terlalu berbahaya, ini bisa memakan 3 korban laki laki untuk membuatmu cantik tak ada saingan" katanya sambil ingin pergi dari pos kamling karena hujan sudah berhenti.
Aku pun tak tinggal diam, aku langsung menahan tanggannya dan ambisi ku menjadi idola yang di kagumi semua orang ingin membuatku mencoba jamu itu.
"Berikan jamu itu tua bangka, aku tak perduli dengan semua orang! Aku hanya ingin menjadi satu satunya wanita cantik!" aku pun merampasnya.
"Ingatlah anak muda, Waktu tak dapat diputar kembali, kau hanya meminum jamu itu 1 gelas tiap ingin mendapatkan korban, tiap korban yang kau dapat akan membuat dirimu lebih cantik dan sainganmu akan mendapatkan kebalikannya. Kau membutuhkan 3 korban sebelum hari jumat" ucapnya sambil mengeluarkan botol jamu itu.
Akupun mengambilnya dan pergi dengan cepat kerumah tanpa mengucapkan terima kasih.
Sesampainya dirumah aku langsung mengambil gelas dan menumpahkan jamu. Sehabis minum jamu aku keluar rumah untuk melihat apakah jamu ini asli apa tidak dan ternyata tak lama kemudian Pak RT datang kerumahku.....
"Loh pak Rt ngapain kesini? bukannya dirumah ada pesta yah?"
"Ngak tadi cuman lewat doang pas liat kamu lagi depan rumah aku samperin aja mana tau ada kopi ye kan hehe"
(keknya jamu ini berhasil loh dan hari ini adalah hari rabu jadi aku punya beberapa hari sebelum hari jumat) dan yah ini adalah korban pertamaku.
Aku mencoba menggodan pak Rt dan mengajaknya kedalam
"Mmm pak Rt kalo kesini bukan cuman kopi loh yg bisa pak Rt dapat"
"Trus apa dong dek?"
"Udah yuk masuk aja"
Pak Rt pun duduk dan aku menyiapkan kopi tak lama kemudian aku menaruh racun tikus dalam kopinya.
"Makasi yoo dek kopi ne, wes aku minum dulu"
dan yah pak Rt meninggal seketika itu juga dan tanpa sadar wajahku sangat bersinar, aku berlari ke kaca dan melihat betapa bersinarnya diriku dan dapat melihat tetanggaku dicermin yang sedang berada dalam pesta ternyata wajah timbul sebuah jerawat yg amat besar.
Itu membuatku puas tapi aku masih harus mengumpulkan 2 korban lagi dan aku harus menguburkan jasad pak RT jadi aku akan melakukannya esok hari saja.
Esok harinya aku mengunakan pakaian yang sangat amat ketat agar lekuk tubuhku ini terlihat jelas.
Dan yah aku melihat security di kompleks sedang lewat dan seperti biasa aku menggodanya dan yapp seperti itulah.
Aku ingin mendapatkan korban terakhirku tapi warga telah menyadari hilangnya dan mereka mencari cari keberedaan pak Rt dan hilangnya security secara tiba tiba.
Aku bingung siapa korban selanjutnya.
Tapi tak lama aku melihat pak Jupi sih pembantunya pak Rt, aku tau dia menyukaiku.
Aku keluar dari rumah hanya menggenakan tanktop dan seketika yapp dia seperti itulah dan inilah saatnya.
Aku ingin memamerkan auraku kepada warga yang sedang berkumpul mencari orang hilang. Semua warga ada disana tetapi saat aku keluar mereka semua kaget dan ada yang pingsan sampai munta munta.
Ternyata wajahku menjadi 4 dalam 1 kepala
Disana ada pak Rt,Security dan pak Jupi
Aku sangat takut dan malu
Aku berlari tanpa memperdulikan apapun tanpa kusadar aku berlari di jalan raya dan tabrak truk yang berisi hewan".
Aku terlempar sangat jauh hingga gigiku tersangkut dipohon dan mataku tertusuk ranting