Disaat paling terpuruknya seorang anak apa yang akan dia lakukan?..... ya dia hanya bisa menangis dan terdiam dikamar dan meringkup dirinya sendiri dengan rasa sedih yang begitu dalam nya sampai tidak ada keluarga nya yang pernah tau kalau sang anak menangis dikamar tanpa sepengetahuan dari orang tuanya itu disaat orang tua nya bertengkar, maupun dia lagi sakit apa-apa karena menurut dia dirumah bukan lah rumah yang nyaman baginya. Lalu suatu hari si anak itu meringkup dijalanan yang sedang hujan sambil menatapi hujan nya tersebut, tapi anak seorang anak muda yang melihat sang anak tersebut dan dia pun menghampiri sang anak dan bertanya kepada sang anak tersebut “Kenapa” kata seorang pemuda kepada anak perempuan tersebut sambil memengang payung yang dibawa yang untuk meneduh kan si anak, tapi si anak cuman bisa diam dan tidak menjawab apa-apa kepada sang pemuda itu, pemuda itu bingung kenapa sang anak ini cuman dia dan si pemuda itu berkata kepada sang anak itu lagi “apa kau sangat kesepian!, berati kita sama aku juga merasakan hal itu” si pemuda berkata seperti itu dengan nada yang rendah dan sambil tersenyum kepada anak tersebut, anak tersebut pun melihat kepemuda tersebut sambil menatap kebingungan kenapa sang pemuda itu tau kalau dia sedang kesepian. Pemuda itu berkata “aku juga pernah seperti mu tapi sekarang sudah tidak lagi karena aku sekarang sudah tak kesepian lagi!” kata sang pemuda itu lalu sang anak cuman bisa diam sambil mendengarkan cerita dari sang pemuda itu lalu pemuda itu menceritakan kisah nya kepada sang anak tersebut “aku dulu selalu juga dibandingkan dengan seluruh kakak-kakak ku dan juga seluruh sepupu ku mau pun tetangga ku, tapi disaat itu aku cuman bisa diam sambil menahan sakit karena aku tau orang tua ku begitu karena dia mau membuat ku bisa seprti itu tapi aku bingung kenapa mereka tidak menyuruh ku untuk menjadi diri ku sendiri tanpa harus mengikuti orang lain kenapa? Aku selalu bertanya pada diri ku apa salah ku selama ini atau aku dulu memiliki masa lalu yang dosa sampai aku dihukum seperti ini!, orang tua ku kedua nya sama sekali tidak pernah menyayangi ku sama, dulu ketika aku tk mereka cuman menyuruh pembantu dirumah yang mengantar ku dan menemani ku disana ya aku tau dan aku biasa saja karena aku dulu masih kecil dan tak pernah tau apa-apa, lalu suatu hari aku meyukai seseorang tetangga ku yang baru pindah dan kami bermain bersama setiap hari, walau kami berdua beda kelas dan beda umur kami seperti seorang sepasang kekasih tapi suatu hari entah apa yang terjadi dia pindah ke luar kota untuk sekolah dan disaat itu aku benar-benar patah hati kenapa dia sama sekali tidak memberitahukan kepada ku kalau dia mau pindah kenapa dan disaat itu pun aku benar-benar galau dan disaat itu aku lebih memilih memakan yang banyak dari pada aku terus menangis lalu tak beberapa tahun aku sudah smp aku menyukai seseorang lagi tapi tetap sama cinta ku selalu berakhir dengan sangat mengenaskan karena tiba-tiba teman ku berkata kepada ku kalau dia ditembak sama orang yang aku suka itu lalu dia bertanya kepada ku apa aku masih suka sama si lelaki itu dan aku berkata tidak aku tidak lagi suka sama dia dan teman ku berkata oh saja lalu setelah itu aku pun bersumpah pada diri ku sendiri aku tidak akan suka sama siapa pun lagi dan sampai aku di sma tanpa sadar aku meyukai seseorang lagi dan sangat mengenas kan lagi ternyata dia suka sama teman ku juga dan aku cuman bisa menghancurkan perasaan ku ini dengan tidur. Sebelum nya waktu masih sd orang tua ku sering bertengkar dan itu membuat ku sangat sakit dan disaat itu aku sangat dipaksa belajar aku prustasi tapi aku juga tak bisa melawan dan disaat smp masih sama padahal aku baru saja putus cinta tapi mendengar pertengkaran orang tua lagi ha sangat-sangat sakit dan waktu disma nenek ku tiba-tiba sakit dan membuat kedua orang tua ku sering bertengkar lagi tapi disaat pertengkaran mereka aku disalah kan tanpa sebab tak tau apa salah ku aku….rasa nya ingin menanggis aku ingin menangis dan bertanya kepada orang tua ku sendiri kenapa aku harus dilahirkan kalau aku selalu disalah kan dan selalu dilukai waktu aku masih sd dan smp aku selalu dibuli oleh teman ku yang memiliki kelompok atau bisa disebut geng hal yang paling buruk yang pernah terjadi disaat aku dibuli yaitu disaat aku berjalan ke kantin tapi tiba-tiba dari belakang ada yang menusuku mengunakan jarum dan pas aku menoleh ternyata dia yang sering membuli ku, aku tak bisa melawan karena aku takut pada mereka didalam diri ku ini ada rasa takut dan rasa gelisa dan rasa yang sangat membuat depresi ku tapi aku hanya diam dan menatap diri ku yang sangat gendut akibat depresi ku yang disaat sd yang membuat ku jadi doyan makan supaya diri ku tak depresi lagi dan setelah sma aku sudah tidak dibully lagi tapi yang selalu membuat ku sakit hati adalah orang tua ku disaat aku berhasil aku tidak pernah mendapatkan pujian disaat aku tidak berhasil aku selalu dijelekan dan di bilang ini itu aku benar-benar depresi sampai pada akhir nya aku cuman mau melakukan semua nya hanya sesuai setandar saja tanpa ada kemajuan atau pun kemunduran lagi aku capek aku capek banget. Dan pas aku selesai kuliah aku pun memutus kan untuk pergi keluar negeri untuk melanjutkan kuliah ku lagi dan memutuskan untuk membalas budi ku kepada kedua orang tua ku nanti kalau aku sudah sukses aku cuman bisa bilang walau seperti apapun orang tua mu tapi bersyukurlah disaat kamu lahir dia mau merawat mu walau dgn tekanan jadi inti nya tetap lah semangat seberapa keras pun kamu hidup dan seberapa susah pun kamu dan sedepresi apa pun kamu, tetap anak nya ingat lah itu karena jika bukan karena orang tua mu yang telah merawat mu siapa lagi. Dan si anak cuman bisa diam sambil menangis terisak-isak dan si pemuda berkata “sabar dan bersyukur adalah kunci dalam hidup ini jadi km tetap harus bersabar ya aku tau kamu sakit hati dan juga selalu depresi tapi kamu pasti bisa seperti aku yang sekarang sudah memiliki usaha walau kecil tapi cukup untuk merawat orang tua ku” si pemuda yang bilang begitu sambil terseyum dengan mata merah nya yang telah nangis saat menceritakan hal tersebut. Anak tersebut pu berkata “terimah kasih telah memberitau ku bahwa bukan hanya aku saja yang pernah merasa seperti ini tapi banyak juga yang malah lebih parah dari pada aku, aku sangat berterimah kasih” sang anak berkata seperti itu sambil terseyum yang mengarah ke pada sang pemuda. Sang pemuda hanya bisa terseyum kepada sang anak tersebut dan berkata “sama-sama yang pasti kamu jgn lupa selalu semangat ya” dan setelah itu hujan pun redah dan disaat itu pun mereka berdua menyebergi jalan sambil berbicara bahagia dan tertawa bersama walau dirumah banyak hal yang sangat sakit tapi tetap lah selalu terseyum dan bersabar walau sangat sakit yang sangat dalam dibatin kita karena suatu hari kamu akan tau yang rasa nya menjadi orang tua bagi anak-anak mu suatu saat nanti jadi setelah kamu yang mengalami hal ini mari kita jangan perlakukan anak kita seperti itu supaya anak kita tidak akan menjadi seperti kita yang menderita batin yang sangat sakit. karena itulah lebih baik kita menjadi sesuatu yang baik saja untuk masa depan yang nanti kita tunggu entah itu baik atau pun buruk. terima kasih yang sudah cerpen ini walau ini buruk atau pun cerita nya engak bagus tapi terima kasih sudah mau membaca nya😊.