Abi berlari- larian dalam hujan, dengan tubuh kecilnya yang memakai jas hujan, serta sepatu boot di kakinya, anak itu tampak imut mengemaskan.
Abi suka bermain air, tidak heran jika dia betah berlama lama di dalam kamar mandi. Padahal Abi sering di marahi sang bunda.
Usia Abi baru memasuki 4 tahun,, dia adalah tipe anak yang kritis( suka sekali bertanya) dan juga anak yang sangat lincah, dimanapun tempatnya, ada saja yang dia lakukan dan tidak bisa diam untuk menggerakkan badannya.
"ha..ha...ha..." tawa khas anak kecil, terdengar oleh Fatima( Ibu Abi) dari dapur.
" Abi...berhenti main air hujannya Nak, ...nanti Abi bisa demam." teriak sang Ibu, melerai putra kecilnya.
" Ha..ha...ha..."
Rupanya Abi tidak menghiraukan kata kata Fatima, sehingga wanita yang masih terlihat muda itu, mematikan kompor dan menyusul Abi di halaman yang penuh dengan air hujan.
" Abi.....sudah, jangan main air hujan lagi, bunda tidak mau nanti kalo Abi demam."
" Bental ..bunda, Abi mau ambil botol itu."
" Botol apa sayang, sudah jangan main main lagi, atau bunda akan seret Abi untuk mandi.!"
Abi sangat keras kepala, tidak mau menuruti perintah sang Bunda.
Anak itu malah melepaskan genggaman tangan Fatima dan berlari hendak mengambil botol tersebut.
":A_AA_BIII..., bunda akan hukum kamu."
***
Sebuah botol yang tertutup rapat, mengapung bersama aliran air hujan.
Abi segera mengambil botol tersebut, karena dia tertarik dengan isi di dalamnya, sebuah cahaya dari binatang kecil yang di kenal degan nama kunang- kunang.
Abi mengerahkan tenaganya , berusaha mengambil benda yang di gunakan untuk menyumpal botol. Tangan kecinya sampai perih, tapi akhirnya dia berhasil membukanya. Sebuah potongan kayu yang berwana coklat tua dan ada sebuah tulisan disana.
"terima kasih manusia, telah membebaskanku, kelak aku akan membalas budi baikmu ini"
Kunang2 itu lepas , lalu terbang, Abi hanya bisa melihatnya saja.
***
15 tahun kemudian
" Tolong...tolong..."
Samar samar Abi mendengar suara "meminta tolong", padahal musium milik Abahnya ini sudah tutup dari 2 jam yang lalu.
Abi masih sibuk mencari, dari mana teriakan itu berasal. Hingga dia tertegun, dan tidak percaya. Seekor kupu kupu dengan sayap biru nan indah, dan berada dalam sebuah kotak berlubang. Biasanya wadah itu di gunakan oleh Abah untuk menampung sementara kupu kupu yang akan di awetkan, untuk di pajang di musiumnya.
Abi tidak percaya, alisnya berkerut. Di dekatkannya telinganya lebih dekat, dan setelahnya mulutnya
membuka lebar.
" hah?"
Abi tidak bisa mempercayainya. kupu kupu ini memang yang berbicara.
" Kupu...apakah kamu yang berbicara?"
" Kamu benar manusia"
Bukan hanya mulutnya yang terbuka, matanya Abi kini ikut ikutan membulat.
" Apakah ini mimpi?, ini...ini sulit di percaya..."
" Oh..Ya Rob...apa yang sebenarnya terjadi padaku.."
Abi mengacak acak rambutnya sendiri.
"Ini bukan mimpi...ini kenyataan...wahai manusia...ku mohon..lepaskanlah aku..."
Setelah berpikir lama, dan terjadi perdebatan yang hebat dalam hati Abi, akhirnya Abi membuka pintu bagi wadah itu.
Abi sudah bulat mengambil keputusan ini, Abi sudah siap kalo Abahnya akan memarahinya, karena melepaskan hewan tangkapannya.
***
Kupu kupu itu mengepakkan sayapnya, lalu kemudian terbang mengitari ruangan.
sebuah kabut tiba tiba muncul di ruangan itu.
uhuk..uhuk...
Abi terbatuk, karena asap itu membuat pernafasannya sesak.
Tapi ternyata asap itu menghilang secara perlahan, dan menampilkan wujud layaknya manusia wanita, yang berbeda, dia bersayap dan bajunya tampak seperti kelopak bunga yang tersusun rapi membalut badannya.
" Kamu...ka..ka...mu...adalah...siluman?"
Abi tergagap, mengucapkan kata katanya sendiri.
" Bukan...aku bukan siluman....lihat aku...apa aku seperti siluman....aku kan tidak menakutkan seperti siluman..."
Abi tidak percaya dengan apa yang dia lihat, ini sulit di terima dengan akal sehat, di jaman saat ini, ternyata masih ada peritiwa gaib.
pemuda itu lalu pingsan..
***
Tiara menggoyang goyangkan badan Abi, dengan tanpa menyentuhnya.
" Bagun...bangun manusia..."
karena usahanya tidak membuahkan hasil, dia kemudian mengeluarkan sebuah tongkat kecil berwarna keemasan.
Tongkat itu kemudian dia pegang, dan di sodorkan ke depan ke arah abi.
" Bangunkan..." ucapnya, mengucapkan mantra.
cahaya berwarna putih mengkilap, keluar dari pucuk tongkat tersebut, menembus badan Abi yang terbaring di atas lantai.
Tidak lama kemudian, Abi terbangun, dan masih saja terkejut .
" Kamu...kamu siapa...kenapa ada di ruangan ini."
" Manusia.., perkenalkan, namaku Tiara, aku adalah peri kupu kupu dari golongan tingkat atas,...".
Dengan cerewet Tiara memperkenalkan jati dirinya.
" Dan.. aku turun ke bumi, karena perintah ibu ku , aku di suruh membalas budi kepada manusia yang telah menyelamatkannya ,15 tahun yang lalu."
" Tapi rupanya aku tertangkap oleh manusia jahat, yang akan menyiksa kami dengan air raksa, untuk di jadikan tontonan bangsanya..."
Tiara berbicara seperti rel kereta api, yang sepertinya tidak akan ada habisnya.
singkat cerita, perkenalan mereka selesai, dan Abi mulai menerima keberadaan Tiara di sampingnya.
" Baiklah...aku akan coba bantu kamu menemukan manusia yang sudah menolongmu itu.
***
Tiara selalu bersama Abi, kemanapun Abi pergi, kecuali saat Abi mandi.
Dengan sayapnya, dia terbang di sisi Abi, dan Abi sudah terbiasa dengan keberadaan peri kupu kupu itu.
Tapi keberadaan Tiara, rupanya membuat Abi, di mata teman teman atau orang orang , menganggap dia " gila" karena sering berbicara sendiri, padahal Abi sedang berbicara pada sang peri kupu kupu di sampingnya.
***
Singkat cerita lagi..
Abi mmbereskan gudang di dalam rumahnya, dia ingin mengambil barang barang masa kecilnya, seperti mainan , sepatunya di masa kecil, dan barang barang lain , rencananya Abi ingin menyumbang barang bekas yang masih terlihat bagus dan masih dapat di pakai untuk di sumbangkan ke panti Asuhan, dekat kota.
kebetulan ,abi sudah akrab dengan anak anak di sana.
" wah...ini ternyata masih bagus ya..."
ucap Abi, sembari memegang sebuah mantel kecil, dan membentangkannya.
Tiara melihat itu, perhatiannya sangat serius di tujukan pada sebuah logo yang terpasang di depan mantel.
" itu..kalo gak salah sama seperti tanda bukti yang di gambarkan ibunya." bathin tiara.
logo bunga dan dengan gambar kupu kupu di sampingnya.
Ibunya pernah berpesan,
" Tiara,..carilah logo yang seperti ini, kemudian pastikan dengan benar, bau yang sudah ibu bubuhkan di dalamnya"
Tiara terbang mendekat ,dan tiba tiba mengendus gambar logo yang ada di mantel kecil yang sedang Abi bentangkan.
" Apa yang sedang kamu lakukan,....kamu suka mantel kecilku ini ya?"
" Tapi aku tidak akan memberikannya, ini untuk anak anak panti."
kata Abi, sambil bercanda..
Tapi Tiara merespon candaan Abi dengan wajah serius. kemudian dia bertanya pada Abi.
" Apakah mantel ini milik kamu?"
" Iya...memang kenapa?"
", Dulu aku ingat, mantel ini sering aku pakai untuk hujan hujanan."
" hah...lucunya masa kecilku" kata Abi sambil menyalang keatas, mengingat masa kecilnya.
" Jadi...jadi kamu yang sudah menolong ibuku.."
Aku terkejut , mengakhiri lamunannya, karena tiara menggoyangkan pundaknya tanpa henti dengan tangannya.
" apa maksud kamu.." Abi bingung dengan perkataan Tiara.
Ternyata benar, ternyata kamu yang menolong ibuku, buktinya tanganku bisa menyetuhmu dengan nyata.
" Baiklah..mulai sekarang aku akan menjadi manusia dan menjadi pendampingmu seumur hidupku.."
***
tamat..
selamat membaca