Selsai akad nikah, aku diboyong kerumah suamiku. Tapi pas sampai depan rumah yang sangat mewah, aku tercengang melihat rumah itu.
"Andi bukankah kamu bilang, kalau kamu itu hidup sederhana. Ini rumah siapa? Ya ini rumah orang tuaku. Sudahlah ayo masuk ibuku sudah menunggu didalam.
Saat aku masuk ibu mertuaku memeluku dan merasa sangat senang menerimaku, tapi ada yang aneh dengan ucapan mertuaku.
"Lina kamu sekarang sudah menjadi bagian dari kami, maka itu kamu harus ikuti tradisi dikeluarga kami.
"Tradisi keluarga yang seperti apa bu? Nanti kalau sudah waktunya kamu pasti akan tau.
Ibu mertua lina pun menyiapkan segala seduatunya, bunga 7 rupa dan sesajen lainnya yang diletakan di kolong tempat tidur yang ada dikamar pengantin.
Tiba malamnya, yang seharusnya menjadi malam terindah buat pasangan pengantin baru. Malah bnyk sekali kejadian yang mengerikan dirumah ibu.
Malam harinya ketika aku tidur, aku bermimpi.. Ada maklhuk hitam besar mendekatiku dia berkata: kamu sudah siap lina?
Aku begitu terkejut dan langsung terbangun dari tidurku, aku sangat takut sekali. "Mas..
"Ada apa? Kok kamu belum tidur?
"Aku bermimpi buruk mas, kataku ingin dia memberiku ketenangan tapi ternyata dugaanku salah mas andi malah seolah tak perduli.
"Lina coba kamu pergi kewarung beli keperluan dapur ya, Kata ibu mertuaku.
"Iya bu, aku pergi ke warung karena kalau kepasar terlalu jauh.
Pas sampai diwarung aku mendengar bisik_bisik para ibu_ibu yang disitu.
"Ini adalah menantu yang kesepuluh bu marta yang didatangkan dari kota, pasti akan dijadikan tumbal lagi. Denger_denger bu marta itu masih pake pesugihan loh.
Degh.. Aku sangat terkejut mendengar obrolan mereka.
"Mas aku boleh tanya sesuatu gak.
"Tanya aja..
"Tadi pas aku kewarung banyak ibu_ibu yang bilang kalau ibu.. Pesugihan? Sela mas andi.
"Maafin aku lina, aku tidak bisa berbuat apa_apa. Aku berada diantara dua pilihan antara mencintaimu dan ibuku.
Sampai dimalam itu aku melakukan hal yang sangat bodoh, aku mendatangi kamar ritual ibuku padahal mas andi sudah melarangku tapi aku ngotot. Yang pada akhirnya mertuaku sangat murka dan menariku masuk kedalam kamarnya.
Dan saat itu aku baru tau, kalau aku memang dinikahi hanya untuk ditumbalkan.
Selsai