"kelinci atau kelinci kecil panggilan yang cocok untukmu?"
gigimu yang tertata rapi dengan 2 gigi yang mirip seperti kelinci, oh... senyummu benar benar indah Jaemin Na! ah ku rasa kau terlalu banyak mengambil gula! dan ya matamu juga sangat lembut astaga itu sebuah perpaduan tak nyata! kau seperti kelinci yang polos dan imut! ah bukan bukan kau seperti kelinci kecil! ya kelinci kecil!
di suatu senja seorang gadis sedang menikmati pemandangan orange itu matanya berbinar dan hatinya berdecak kagum "cantik sekali pemandangan ini!" gumam nya namun ternyata ada pemuda yang sedang memantaunya dari tadi hingga...
"hey..." pemuda itu tersenyum dan duduk disamping gadis itu
"oh tidak cobaan apa ini! kelinci lembut ini memanggil ku! ><" batin gadis itu
"Hyera?? helloo"
"ah iya kenapa?"
"harus nya aku yang bertanya kenapa kau melamun?"
"t-tidak"
"yasudah pergilah pulang sana kakak mu mencari mu tadi"
"oh aku lupa kak Doyoung menunggu ku!"
"yasudah pergilah kalau begitu"
"ah iya terima kasih mengingatkan ku!" Hyera pergi dan Jaemin hanya membuat senyum cantik lagi di wajahnya "gadis yang menarik😊" gumam jaemin
*****
"kak Doy!" seru Hyera
"astaga kau kemana saja! kakak mencarimu dari tadi!"
"maaf maaf"
"ck ingat jangan diulang lagi!"
"iya iya"
"btw besok kamu rapat osis sama ketua yang baru"
"lah kenapa aku?"
"kamu kan ditunjuk jadi wakil!"
"okay okay... tapi siapa?"
"lihat saja besok"
"😒"
waktu terus berlalu namun ternyata Hyera masih sibuk dengan beberapa tumpuk tugas tugas dimeja belajarnya, mulai dari tugas OSIS hingga pekerjaan rumah dari gurunya
"ahhh melelahkan!" keluh Hyera
"YA KIM HYERA!" seru Doyoung dari daun pintu. memang lah Hyera begadang hingga larut selalu berusaha agar kakaknya tidak tau... tapi bagaimana lagi mata elang sang kakak sangat mustahil dibohongi 100 kali ia begadang 100 kali juga ia ketahuan
"Kak D-doy"
"kenapa masih belum tidur!?"
"tugas menungguku😃"
"TUGAS TIDAK LEBIH PENTING DARI KESEHATAN! TIDUR!"
"IYA IYA!😒"
paginya Hyera pergi diam diam setelah meninggalkan sepotong sandwich untuk sang kakak dan ia pergi pagi agar pr nya ia bisa kerjakan dI kelasnya nanti.sesampainya di kelas ternyata dia tidak sendiri ada seorang siswa juga disana
"oh kak Jaemin? kenapa disini?"
"ah apa siapa!?"
"kak Jaemin tidur yah?"
"ahahaha iya maaf maaf😊😁"
"ahhh senyum lagi😣 senyumnya sangat sempurna T_T"
"oh ya kamu kenapa berangkat sepagi ini?"
"ah.... aku...aku..."
"kenapa canggung si😅"
"eh engga engga... aku mau nyelesain tugas dulu"
"oh belum selesai sini kak na bantuin"
"apa kenapa??"
"sini kak na bantuin...."
"ah ga usah ga usah nanti ngerepotin :)"
"ngga kok udah siniin soalnya"
"e-eh iya deh makasih kak Jaemin"
"kak na aja"
"o-oh i-iya k-kak n-na"
"pinter😊😊"
"manis😣"
"apanya? kamu makan permen?"
"n-ngga! salah ngomong tadi aku liat kelinci trus aku inget inget makanya aku bilang manis~~"
"oh gitu yaudah nih jawabannya"
"CEPAT SEKALI!"
"iya kan kak na juara kelas😊"
"o-okay :)"
Dan satu lagi inget nanti rapat OSIS jangan kabur" Jaemin memegang dagu Hyera sekilas dan pergi
"astagah ini jantung pengen kabur >< berasa mimpi digituin kak jaemin ><" gumam Hyera senang lalu ia kembali duduk di bangkunya
"wah ternyata...." uknown
sesungguhnya kini bukan saat yang tepat untuk rapat OSIS sebab siang ini sedang hujan deras namun bagaimana lagi ini adalah tanggung jawab namun tidak untuk beberapa anak seperti sekretaris dan bendahara maka hanya tinggal ketua dan wakil saja yang rapat dan mau tidak mau mereka akan pulang bersama nantinya. waktu berjalan dan JAEHYE sudah menandatangani beberapa lembar proposal kegiatan yang akan dilaksanakan...
"hah selesai!" seru jaemin
"iyah😅"
"yaudah ayo pulang"
"o-okay"
"nih pakai payung nya"
"lah nanti kak na yang basah loh"
"ga apa apa yang penting kamu ngga"
"loh loh"
Jaemin mendekatkan wajahnya ke tengkuk Hyera dan berbisik "sudah diamlah.... yang penting prioritas ku tidak basah" dengan suaranya yang sangat deep dan tidak seperti biasanya
"sudahlah ayo!😅" jaemin kembali tersenyum
"i-iya😰"
kini kata kata jaemin tadi berputar terus di kepala Hyera dan membuatnya hanya diam di mobil Jaemin, sedangkan Jaemin yang masih sibuk menyetir menjadi heran bukankah Hyera anak yang ceria? mengapa dia diam sekali sekarang?
"hye?"
"....."
"hyer?"
"...."
"HYERA!"
"ah iya kenapa??"
"kenapa begitu hm? Katakan saja..."
"um... ka na tadi itu----"
"oh kata kata ku yang tadi? iya kamu mau ga jadinya? masa ga peka sih😁😅😊"
"peka? apa kenapa??"
"iya kan prioritas tuh jadinya gimana mau ga?"
"mau apanih?"
"mau jadi pacar aku? kan prioritas ku kamu..."
"E-eh😳"
"ya... gimana mau?"
"ngga bisa nolak tapi aku----"
"yaudah mau! yeay!"
"e-eh"
"eh eh mulu dari tadi_-"
"iya deh bunny!"
"apa tadi coba ulang???"
"bunny? kenapa? atau tepatnya little bunny hm?"
"e-eh jangan gitu😅"
"lah malah kak na yang blushing😂"
"udah lah...."
hari hari berlalu hubungan na jaemin dan kim hyera semakin dekat namun ternyata tidak semudah itu untuk benar benar mengungkap hubungan mereka sebab secara keseluruhan hyera bisa dibilang anak yang biasa saja dan bukan seorang famous sedangkan jaemin seorang yang genius sekaligus famous jadi hyera memutuskan bahwa hubungan mereka jauh lebih baik jika jangan diungkap terlebih dahulu.
namun bagaimana jika keadaan itu mendesak? apa hyera juga tidak mau mengungkapkannya? jika iya berarti....
di suatu pagi yang cerah hyera melangkahkan kakinya menyambut pagi dan kini ia harus kembali menghadapi Eunha dan teman temannya yang entah sudah menyiapkan kejutan apa lagi untuknya. Jaemin sudah pernah mengatakan sebut saja namanya maka Eunha tak akan pernah lagi berani mengganggu Hyera namun tetap saja Hyera teguh pada keputusannya bahwa hubungannya dengan Jaemin Na tidak boleh sampai ada yang tau.
"hah ayo Hye kau kuat!" gumam Hyera menyemangati dirinya, namun benar saja Eunha dan teman temannya sudah mengganggu Hyera padahal Hyera baru saja melangkahkan kakinya di depan gerbang sekolah
"apa lagi mau mu!? kemarin air sekarang tepung!?"
"heh sudah berani menantang ku!?"
"kenapa aku akan takut? aku tidak pernah takut padamu! apa kau yang menciptakan atau merawatku!? tidak bukan? lalu mengapa aku takut padamu?kau siapa!?" seru Hyera yang sudah mulai kehabisan kesabarannya, dan para siswa disana terkejut ini baru pertama kalinya ada yang berani menentang bahkan meninggikan suara pada Eunha semua terpaku diam termasuk Jaemin yang sedari tadi memantau kekasihnya itu
"HEY KAU! BERANI BERANI NYA!" Eunha mengangkat tangan pada Hyera namun ternyata nyali Hyera belum ciut 1% pun dan ternyata sang kekasih juga sudah tinggal 1% namun bukannya nyali namun kesabarannya sudah habis hingga Jaemin pun turun tangan dan menghadang Eunha agar tidak menyakiti Hyera lebih jauh
"Na!" bisik Hyera pelan
sesungguhnya Hyera sudah sempat terkena pukulan Eunha satu kali namun yang kedua Jaemin tak akan diam begitu saja.
"sudah cukup! maaf aku melanggar janji! namun apa lagi yang harus aku lakukan!? KEKASIHKU disakiti dan aku harus diam!?" kata Jaemin menekan kata kekasih agar mata Eunha terbuka dengan lebar bahwa Jaemin telah memiliki pasangan.
"J-jaemin apa maksudmu? pasangan mu orang culun sepertinya??"
"jaga bicaramu... aku tidak ingin menyakiti seorang wanita! jadi segera pergi atau aku bisa sa melewati batas ku!"
"n----"
"go away!"
"baik lah kalau kau bahagia bersamanya😊 aku akan pergi" kata Eunha pergi ke luar gerbang sekolah dan semua orang hanya terkejut bahwa Eunha ternyata mencintai Jaemin dengan sangat tulus walau cintanya itu adalah salah!
"Jaemin! kasihan dia! dia menyukaimu!"
"ikut aku!"
Jaemin menarik lembut tangan Hyera dan membawanya ke taman yang biasanya Hyera disana saat senja tiba.
"Na kenapa kau membawa ku kesini!"
"ketenangan"
"hah??"
"kau ini seperti langit senja"
"maksud mu?"
"kau cerah berwarna oranye menghangatkan dan menenangkan. namun dibalik senja indah ini apa kau tau apa yang dibaliknya?"
"apa?"
"disuatu sisi senja indah ini ada suaru arah dimana langit itu berwarna ungu dan itu senja simpan di sudut yang paling jauh, dan itu mirip denganmu kau simpan segalanya hanya di sudut hatimu tanpa melihat bahwa kau hanya menenangkan sekitar tanpa menenangkan dirimu sendiri"
"n-na" panggil Hyera dengan matanya yang berkaca kaca dan emosionalnya kini meluap dihadapan Jaemin dan kekasihnya itu pun menarik Hyera ke dalam pelukkan lembutnya
"keluarkan... keluarkan saja semuanya kau bisa menangis sesukamu, aku tau sedari dulu kau menyimpak kekesalan tersendiri pada Eunha dan kau juga menyimpan kelelahan di balik senyum mu... kini aku akan selalu bersama mu mari kita tanggung segala nya bersama kau dan aku saling mencintai dan akan selalu begitu tuk selamanya"
kini senja adalah saksi dari cinta dan ketulusan mereka berdua tanpa adanya memandang fisik namun hubungan mereka terjalin hanya murni sebab ikatan cinta yang tulus dari sudut hati yang terdalam