Keberhasilan yg di raih laki* tidak lepas dari peran besar istri yg mendukungmya di belakang seperti kesuksesan yg di raih Jordan wilson pemilik grup wilson pria muda dan kaya raya yg memiliki dua istri yg akur,baik hati dan cantik
"ayunda kemari" panggil marisa istri pertama jordan
"iya ka" ayunda istri ke dua jordan menghampiri marisa dengan nampang yg berisi poci kecil dan cangkir kecil
"aku ingin memakan kue penutup yg terakhir kali kamu buat" marisa dengan senyum manisnya
"baik ka nanti aku buat kan untuk kaka" ayunda memberikan cangkir teh pada marisa
Marisa adalah istri pertama jordan wilson menderita sakit jantung dan komplikasi lainnya yg parah 5 tahun terakhir bahkan hidupnya sudah di ambang kematian karna kondisinya yg semakin memburuk
2 tahun yg lalu marisa memutuskan untuk membiarkan jordan menikah lagi dengan ayunda yg tidak lain adalah sepupu jauhnya yg sudah tidak memiliki orang tua dan hanya tinggal dengan neneknya,marisa memiliki anak usia 5 tahun dan marisa cemas saat ia meninggal jordan menikah dengan perempuan yg salah maka dari itu marisa menikahkan ayunda dengan jordan untukenjadi ibu sambung yg baik karna ia tau persis ayunda,jordan awal tidak setuju begitu saja,karna melisa bilang itu permintaan terakhirnya jordan pun setuju
sore hari di mall kota x
"karna kondisi ka melisa yg tidak cukup baik,aku harus memilih hati* bahan yg di pakai,ka melisa harus cepat sehat" ayunda coba mengambil gula yg ada di rak paling atas dengan berjungkit*
"Ahhhh..." ayunda terjatuh karna kehilangan keseimbangan tapi ia di tangan oleh seorang pria
"Eh.. maaf maaf" ayunda bergegas melepaskan diri dari pelukan pria itu
"ayunda.." ujar pria yg tadi menangkapnya
"Roland,kamu sedang apa di sini" ternyata ia adalah roland teman ayunda
"aku sedang berbelanja mingguan,kamu sendiri kenapa tidak minta bantuan kalau kelsulitan menggapainya" roland mengambilkan gula yg ada di rak paling atas
"hihi,,aku kira aku bisa menggapainya" ayunda merasa malu
"dasar pendek" rolad memberikan gulanya
"kamu selau bilang aku pendek,padahal aku hampir sama tingginya dengan mu" ayunda manyun sambil membandingkan dirinya
"sepertinya hak itu cukup membantu hehe" roland melirik hils ayunda yg 7cm
"kamu sellau mencari cela kejelekan ku memang" mereka belanja bersama dan berbincang* hingga malam
"mau ku antar,,?" tawar roland
"tidak usah,aku akan di jemput supir" ujar ayunda
"bagai mana suami mu?" tanya roland
"ya seperti itu lah" ayunda menudukan kepala kecewa
"ku pikir setelah dua taun,ia akan sungguh* mencintai mu" roland memandang langit
"ayoklah roland,dari awal aku hanya di siapkan untuk menjadi ibu sambung momo" ayunda coba menghibur diri
"lalu diri mu,?" tanya roland
"ntah lah,tapi sejauh ini menurut ku ini cukup" ayunda tersenyum "eh itu supir ku aku pergi dulu ya,,dadah roland" ayunda melihat mobil nya dari jauh dan berlari menuju mobil itu meninggalkan Roland
"apa aku masih boleh mengejar mu walau kau milik orang lain" rolang memandang lirih ayunda
di perjalanan mobil yg di kendarai ayunda berhenti tiba*
"maaf nona ada seseorang tergeletak di jalanan" ucap sang supir panik
"benar kah siapa orang itu" ayunda langsung keluar memastika,ayunda langsung mendekati seseorang yg terbaring di jalanan itu
"nona,,nona apa kau baik* saja nona ayok bangun" ayunda menepak* pipi gadis itu
gadis itu perlahan membuka matanya dan berkata lirih "Tolonggggg" dan pingsan
"nona apa yg terjadi,pak tolong bantu" ayunda membawa gadis tadi pulang sesampainya di rumah ayunda memanggilkan dokter dan merawat gadis itu
pagi hari...
"ah kepala ku sakit" gadis yg semalam di bawa ayunda sadar dan merasakan pusing "di mana aku,kamar ini" gadis itu bangun dan coba merayap* keluar
Di meja makan sudah terlihat marisa momo dan ayunda
"kau sudah bangun"sapa ayunda dan menghampiri gadis itu
"siapa dia" tanya marisa heran
"gadis yg ku temukan di jalan malam hari ka,kata dokter ia kelelahan dan pingsan di tengah jalan" ayunda memapah gadis itu
"siapa namamu" marisa bertanya
"aku,,aku diana" ternyata gadis itu diana
"hai tante aku momo" ujar manis momo
"hai cantik" timbal diana
"silahkan duduk,namaku ayunda dan ini kak marisa" ayunda menarikan kursi untuk diana
"kenapa kamu sampai kelelahan semalam diana apa yg terjadi" tanya dalam marisa
"Aku aku,hiks hiks aku di tagis penyewa rumah,aku sebatang kara dan harus bekerja keras,setiap hari berkerja pagi hingga malam hanya cukup untuk makan saja,sedang kan sewa rumah aku agak kesulitan hiks" diana menangis lirih
"kau,jadi sekarang kau tidak punya tempat tinggal" tanya simpati ayunda,diana menggelengkan kepala "jika kau mau kau bisa tinggal di sini sementara waktu" tawar ayunda.
" tunggu ayunda,kau tidak bisa melakukan ini jordan takan setuju" marisa merasa keberatan
"jordan,ia ia takan setuju" ayunda kecewa
"melisa jika masalah ini saja jordan sampai tau aku tidak bisa membantu mu" melisa dengan wajah serius
" iya ka,maaf kan aku,oh ia ka tunggu,bukan kah kita sedang membutuh kan pembantu kenapa tidak memperkerjakan nona diana saja bukan kah ia akan tinggal dan mendapat upah" ayunda bersemangat
"tapi ayunda,kau tidak bisa membawa sembarang orang dan tinggal di sini" melisa menyantap sarapannya
"ya aku mengerti ka," suasana menjadi hening mereka melanjutkan sarapan
setelah selesai sarapan
"sebenarnya aku di mana,rumah sebesar inu seperti istana pasti pemiliknya sangat kaya,dan jordan itu siapa sepertinya ia paling berpengaruh di rumah ini" diana berjalan* di sekitaran rumah "bukan kah itu" diana tengaga* melihat foto besar di dinding
"bukan kan itu jordan wilson pemilik grup wilson oantas aku tak asing meihat wanita yg di kursi roda radi,jadi ini adalah rumahnya,aku sungguh beruntung,kabur dari preman* yg menagih hutang karna kalah judi malah masuk ke keluarga maha kaya,bagai mana pun aku harus tetap berada di sini" diana dengan wajah liciknya
"hiks hiks hiks" diana sengaja menangis di tempat yg tak jauh dari ayunda
"nona diana apa yg terjadi" ayunda dengan khawatirnya mendekati diana
"non ayunda aku bingung harus di mana,jika aku pergi aku takut orang* itu akan mengejarku lagi sesangkan aku tidak memiliki uang" diana menangis
"memang berapa uang sewa mu,aku akan membantumu" ayunda khawatir
"nona aku sungguh berhutang budi padamu,aku tak mau berhutang budi laki"aku hanya ingin meminta tolong,ijinkan aku berkerja dengan begitu aku bisa terlepas dari mereka" diana menatap dengan pandangan memelas
"tapi aku,,aku" ayunda ragu
"kumohon nona" diana menangis menggenggam tangan ayunda
"(jordan akan bersama ku malam ini,karna ini giliran aku,aku coba berbicara pelan* mungkin ia akan setuju) baiklah aku akan mencobanya" ayunda dengan senyuman pahit
"terimakasih nona (gadis bodoh,hanya kau yg bisa membuat ku tetap bertahan disini,tapi apa hubungannya gadis ini dengan jordan wilson)" diana tersenyum
Malam hari
"Tuan jordan,," jordan dan ayunda di kamar ayunda "apa aku boleh meminta sesuatu" ayunda menundukan kepala
"apa yg kau inginkan?" ujar jodan yg memainkan laptopnya
"Aku bertemu gadis malang di jalan dan aku membawa nya pulang, dia tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan,di rumah ini kita sedang membutuhkan pembatu apa boleh ia bekerja dan tinggal di sini" ujar ayunda agak ragu*
"lakukan lah,bukan kah kau juga nona wilson di sini"jordan tanpa menoleh
"terimakasih" atunda tersenyum bahagia
"Cih ternyata ia juga istri jordan wilson,apa bagusnya gadis itu,ternyata jordan wilson adalah pria yg seperti itu,baiklah jika gadis kampungan itu bisa menjadi nona wison memgapa aku tidak,cih kita lihat nanti" diana mengintip dari luar
Pagi hari,,
"Kau ,," melisa kaget melihat diana masih ada dengan baju pembantu
"ka,mulai hari ini diana berkerja disini dan jordan sudah setuju" ayunda datang dari lantai atas
"benarkah,selamat bekerja diana" melisa tersenyum
"terimakasih nyonya (cih wanita ini,dia sangat sombong,keadaannya yg seperti ini dengan kesombongannya ia sangat menyedihkan)" gumam diana
"ibu aku selesai" momo bangkit dari kursi meja makannya
"oh ayok kita berangkat sayang" ajak ayunda
"ibu melisa aku berangkat dengan ibu ayunda ya muach" momo mencium ayunda
"ia sayang,oh ia ibu juga ada cek kesehatan hari ini,kemungkinan pulang malam kamu baik* si sekolah ya" melisa menyentuh hidung momo
"baik ibu" momo tersenyum lalu berangkat bersama ayunda tidak lama di susul marisa yg pergi bersama ajudannya ke rumah sakit untuk cek up
"tunggu aku belum melihat tuan jordan di mana dia?" sepertinga inu kesempatan bagus aku mendekati tuan jordan"diana memulai dengan rencana liciknya membawakan kopi untuk jordan
"tok tok permisi tuan,ini kopi anda" diana memasuki ruang baca jordan
"aku tidak meminta kopi" ucap jordan
"ya,aku hanya berinisiatif mengantarkan kopi ini" timbal diana yg wajahnya merona
"tunggu kamu pembatu baru yg itu" ujar jordan tajam
"iya tuan(sepertinya tuan jordan menyukai ku)"wajah diana makin memerah
"bawa kopi itu,lain kali jangan buatkan kopi lagi kalau aku tak memintanya" jordan kembali dengan laptop nya
"baik tuan" diana mengambil kopi itu lagi dan membawnaya pergi "( cih ternyata dia tak mudah untuk didekati,aku takan menyerah karna aku adalah diana)"
hampir sebulan diana coba memdekati jordan tapi gagal hingga akhirnya dia nekad
Malam hari jam 11 malam di ruang baca
"Tuan ini kopi untuk anda" diana datang dengan kimononya
"taruh di situ" dengan pusingnya jordan menunjuk meja
setelah menunda diana masih berdiri
"apa kau perlu sesuatu?" tanya malas jordan
"tidak tuan aku hanya takut kopi itu ada yg kurang tuan bisa mencicipinya" diana dengan genitnya dan jordan meneguknya setelah beberpaa saat perasan jordan berbeda
"bgaimana tuan apa ada yg kurang" diana mendekati jordan
wajah jordan memerah dan berkeringat
"(sial apa yg terjadi dengan kopi ini memgapa aku menjadi seperti ini)" jordan menahannya
"jangan di tahan tuan aku ada di sini siap melayani anda" diana membuka kimononya dan hanya mengenakan baju seksi
"wanita jalang" jordan mendorong diana hinga jatuh dan jalan tertatih*
"aku tak tahan lagi ah ini sangat panas sangat tidak nyaman" jordan berjalan melewati ruang demi ruang hingga tidak sengaja membuak pintu kamar ayunda
"ah aku sunggub tidak tahan" jordan masuk kamar ayunda menutupnya dan mendekatu ayunda
"tuan ada apa dengan anda?" ayunda terbangun dan kaget
"aku tak tahan lagi ayunda tolong aku" jordan makin dekat dengan ayunda
"apa yg kamu lakukan?" tany ayunda takut dan mundur
"ayunsa ummmmm" jordan melumat bibir ayunda ayunda coba berontak tapi tidak bisa jordan sudah di kuasai nafsunya
Pagi hari di meja makan diana masih menyiapkan seperti biasa
"Ayunda...!" marisa tertegup melihat bekas merah di leher ayunda
"tunggu ka aku bisa jelaskan" ayunda merasa tak enak
"aku merasa tak selera makan aku akan ke kamar" marisa melakukan kursi rodanya ke kamar
ayund merasa bersalah dan mengantarkan momo
"aku benar* beruntung,hari ini pagi* sekali tuan jordan ke luar negri dan melihat ekspresi wanita tua itu spertinya dia tidak rela suaminya tidur dengan wanita lain aku akan memanfat kan ini" diana trus memiliki trik licik
"nyonya apa aku bole masuk?"ketuk diana
"silahkan,," marisa tidak semangat
"nona aku tau perasaan mu,orang yg di kasihani memang terkadang tidak tahu diri malah menginjak orang yg telah menolongnya" ujar simpati diana
"apa yg kau katakan,jangan ikut campur masalan keluarga wilson" marisa dengan cetusnya trus memandang keluar arah jendela
"bukan kah dia tak seharusnya melakukan itu dengan tuan jordan sedangakn anda masih hidup" diana
"apa maksudmu" marisa mulai terpanci
"maksud ku jika pun mereka melakukan hubungan layaknya suami istri bukan kah tak pantas sedangkan nyonya masih ada bukan kah ia tak menghargai nyonya" diana trus menghasut
"(benar yg ia katakan bagaimana pun aku masih hidup) laku apa rencana mu" marisa terhasut diana membisikan rencana nya dan mereka tersenyum jahat
seminggu selama jordan di luar negei ayunda benar* di perlakukan tidak adil ayunda di suruh ini itu dan pekerjaan ya sellau di anggap salah dia di marahi di dorong hingga terjatuh bahkan hingga menangis
"ayunda buatkan aku teh" pinta marisa
"ini ka" ayunda memberikan cangkir teh
"pperffff,,apa*an ini apa kau tak busa membuat teh" marisa menyembur ke arah ayunda dan prankkkkk melemparkan ayunda merapihkan
"apa*an ini" jordan datang
"jordan kau kembali,jordan lihat ayunda tak melayani ku dengan baik" marisa bermanja
"marisa mengapa kau seperti ini" jordan marah
"kau memarahi ku?" maria berkaca*
"ya ada apa dengan mu" jordan membantu membangunkan ayunda
"ya aku jahat aku kejam tapi apa kalian tidka berfikir apa yg kalian lakukan pada ku itu sangat kejam,kalian berani bermesraan sedangkan aku masih hidup" marisa menangis
"waktu itu hanya kecelakaan ka?" ayunda menangis
"cih ternyata kau memang wanita jalang,tak ku snagka kau berhasil menipuku menarik mu ke dalam keluarha wilson dengan tipu daya mu" marisa muak
"hentikan,kau ingin tau apa yg sebenatnya,mengapa tak kau tanya kan pada pelayan mu" ujar jordan
"ia tak ada hubungannya" marisa membentak
" benarkah itu nona diana?" jordan memandang dengan tatapn inti midasi
"maaf kan aku maafkan aku tuan nyonya aku mengaku salah aku yg memasuka obat ke dalam minuman tuan hingga tuan hilang kendali" diana bersujud ketakutan
"kau" marisa terkejut
"ka aku tak melakukan dengan sengaja maaf kan aku" ayunda mendekati marisa
"ayunda aku yg harus minta maaf aku salah paham" mereka berpelukan
"Tak kusangka ada orang yg tak tahu diri di rumah ku,rudi bawa gadis ini dan jangan biarkan dia muncul lagi di hadapan kami" jordan benar* marah
"maaf kan. aku tuan,nyonya tolong aku" teriak diana di seret keluar
"untung lah aku datang di waktu yg tepat" jordan memeluk ayunda dan melisa
selama dua tahun menikah jordan tak pernah menyentuh ayunda itu kali pertama jordan menyentuh ayunda
walaupun jordan melakukan hubungan intim marisa tidak masalah lagi bahkan mengharapkan adik untuk momo dari rahim ayunda