Namaku Alexis Michaelan Sanjaya, ya aku pewaris tahta perusahaan Sanjaya. sifatku arogan, kejam, dingin ini semua karena masa laluku yang sangat menyakitkan untukku.
Flashback 7 tahun yang lalu
" Kakak, ayo main " ujar gadis kecil
" iya, ayo " ujar Alexis kecil
mereka Alexis dan kembarannya Alexa Michaella Sanjaya. Dengan ditemani beberapa bodyguard, Alexis dan Alexa bermain di taman yang pada saat itu sangat ramai. Tanpa disadari seseorang sedang mengawasi Alexis dan Alexa, pada saat Alexa membeli es krim dengan ditemani 1 bodyguard orang itu menjalankan rencananya.
" kakak tolong temani Aidan menemui mama hiks...hiks...hiks " ujar bocah kecil itu
" Mama kamu kemana adik kecil " Tanya Alexa
" Mama disana kakak, Aidan takut sendiri " ujar bocah itu
" baiklah ayo, kakak temani " ujar Alexa menemani bocah kecil itu mencari ibunya.
ya bocah itu dijadikan umpan untuk menggiring Alexa ke gang kecil, sempit dan gelap. pada saat yang bersamaan beberapa bodyguard dikerahkan mencari nona muda kecilnya yang hilang tanpa jejak, Alexis kecil menangis karena kembarannya belum ditemukan. suasana taman pun menjadi heboh dengan adanya pencarian Alexa.
Flashback end
Hingga sampai sekarang kembaran Alexis belum ditemukan kasus tersebut ditutup dan menyatakan Alexa telah meninggal. sampai saat ini Alexis masih tidak terima kembarannya dinyatakan meninggal dan membuatnya sangat dingin, arogan dan kejam.
" kamu dimana Alexa, kakak merindukanmu " ujar Alexis memandang foto Alexa kecil
Di sebuah rumah keluarga Wilson seorang gadis yang sangat cantik tetapi dengan nasib yang malang, keluarga angkatnya memperlakukannya seperti pembantu.
" Alexa mana pakaian yang kemarin habis aku beli " ujar gadis seumurannya Sarah Azhari Wilson
" baiklah ini pakaiannya " ujar Alexa menyerahkan bungkusan pakaian
" gitu aja lama banget " ujar Sarah dan menyuruhnya membersihkan kamarnya dan semua ruangan yang ada.
setiap hari Alexa di perlakukan seperti pembantu menuyuruhnya kesana-kemari, tetapi Alexa bersyukur karena keluarga ini memungutnya tanpa mereka dia pasti meninggal terbawa arus sungai. keesokan harinya dia berangkat sekolah dengan berjalan kaki yang jaraknya lumayan dekat dari rumahnya.
Di kelas XII-MIPA 1...
semua murid duduk di bangku masing-masing dan ternyata kelas tersebut kedatangan murid baru yang tak lain Alexis Michaelan Sanjaya, murid-murid menjadi histeris dengan ketampanan cowok tersebut dan guru pun mempersilahkan duduk didekat Alexa. Tanpa disadari perasaan mereka tidak karuan seperti memiliki ikatan batin. Mulai saat itu mereka berdua tampak sangat dekat apalagi nama mereka yang hampir sama.
saat jam istirahat Alexis dan Alexa pergi ke kantin tatapan orang ada rasa kagum, iri, marah. Sarah yang melihat kedekatan mereka berdua menjadi iri dan marah kepada Alexa yang sangat sempurna. Sarah pun menghampiri Alexa dan Alexis yang tidak tahan akan kedekatan mereka, Sarah mulai memprovokasi Alexa dengan mengatakan Alexa anak pembantu, pungut yang dibuang orang tuanya ke sungai, mendengar itu semua Alexa kehilangan kesabaran akan sikap Sarah yang sudah diluar batas.
" apa salahku Sarah, ya aku memang anak pungut dan pembantu di keluarga mu tapi aku menghormati kalian karena telah menolongku " ujar Alexa dengan nada sedih dan tangan yang gemetar. Sarah yang mendengar itu hanya tersenyum miring.
" salahmu karena hadir di keluargaku yang merebut semua kasih sayang orang tuaku, ini semua salahmu " ujar Sarah sambil mendorong Alexa melampiaskan semua kemarahannya.
" saat kau meperlakukanku seperti pembantu aku diam, saat kau ingin memukulku aku diam, saat kau membullyku aku diam, aku hanya ingin meminta sedikit kasih sayang orang tuamu apa salahnya " ujar Alexa melepaskan semua isi pikirannya yang selama ini ia pendam sendiri. Sarah yang mulai merasa kesal, iri dan sangat marah pun mengambil sesuatu di sakunya dan menunjukan ke Alexa. Alexa yang sangat terkejut pun ingin mengambil kalung itu dari Sarah yang selama ini ia cari hanya itu identitas yang ia miliki. Sarah menjatuhkan kalung itu dan menginjaknya hingga hancur, Alexa menangis histeris melihat kalungnya sudah hancur. Alexis yang melihat itu menjadi sangat murka, ia tahu kalung itu hanya ada satu di dunia dan yang memilikinya hanyalah kembarannya Alexa Michaella Sanjaya.
" Apa yang kau lakukan kenapa ku mendorong Alexa, dan kau telah menghancurkan kalung itu " ujar Alexis yang sangat murka
" kamu peduli, apa berharganya kalung itu buatmu itu hanyalah kalung imitasi " Tanya Sarah
" ya, karena kalung itu milik kembaranku dan kalung itu asli " ujar Alexis
" apa kamu jangan membela Alexa dong, dia hanya anak pungut gak tau diri dan kamu bilang kalung itu punya kembaranmu " ujar Sarah yang sangat marah karena cowok idamannya membela Alexa
Alexis pun mulai mencari bukti bahwa kalung itu punya kembarannya, ia menemukan sebuah nama inisial dan mulai bertanya kepada Alexa.
" Alexa kalung itu dari mana " Tanya Alexis
" kalung itu ada saat aku masih kecil dan ditemukan oleh keluarga Wilson " mendengar pernyataan Alexa, Alexis menangis dan memeluk Alexa mengatakan bahwa ia adalah kembarannya yang hilang seolah di sambar petir Alexa diam seribu bahasa bingung harus percaya atau tidak. Alexa menceritakan ingatan yang ia ingat pada saat dia pergi ke taman bersama seseorang dan bertemu anak kecil dan gelap. Alexa menangis mengingat kejadian itu yang sangat menyakitkan untuknya. Alexis pun bertanya apakah di tangan kanannya ada sebuah tanda mahkota dan Alexa menjawab ada, Alexis pun semakin yakin Alexa adalah kembarannya. Bila dilihat jelas wajah mereka berdua sama seperti pinang di belah dua.
Akhirnya setelah keluarga besar Sanjaya mendengar pernyataan dari ucapan Alexis, mereka pun melakukan tes DNA dan beberapa hari kemudian hasil tes menunjukan bahwa Alexa anak kandung keluarga Sanjaya dan kembaran Alexis, keluarga Sanjaya sangat senang anak/cucu perempuan mereka telah kembali, Alexa pun senang telah menemukan keluarga kandungnya. Keluarga Wilson pun akhirnya mendapatkan hukuman akan perbuatan mereka selama ini kepada Alexa.
[ End ]