aTik tik tik. .
Suara jam membuat seorang pemuda langsung bergegas menuju kedalam mobilnya, setelah cukup lama menyetir dia sampai di sebuah mashion yang lumayan megah di lihatnya suasana begitu sepi, hanya ada suata jangkrik dan juga hewan malam yang menemani.
" Dimana nyonya?" Tanya pemuda itu ke arah orang di samping nya.
" Nyonya sedang di kamar tuan..."
Hari ini adalah hari dimana mereka bertemu,
Pemuda itu melangkah kan kakinya menuju ke arah kamar si wanita, mereka adalah sepasang kekasih bukan tapi lebih tepat nya si wanita di kurung di mashion tanpa ada ikatan pasti ntah pernikahan ataupun kekasih.
Diar nama pemuda itu dia terdiam di ambang pintu, gadis yang selama ini sangat di sayangi tengah berdiam diri dengan meneguk setengah gelas cairan berwarna merah.
Diar menghampiri gadis itu dan perlahan menepuk punggung berbalut pakaian serba hitam dengan perasaan tak percaya.
" Enma?" Panggilnya pelan, aku langsung saja menoleh ke arah sumber suara betapa kaget nya sampai gelas di tangan ku jatuh ke lantai
Beling berserakan tanpa segaja mengoles tangan ku, luka barusan langsung sembuh dengan seketika.
Taring tajam mencuat, mata yang merah serta aura hitam mencuat keluar dari tubuh enma
Diar terdiam teryata orang yang selama ini lemah dan dia tindas memiliki rahasia
Dia adalah seorang " vampire!!" Diar berjalan ke arah belakang hingga tubuhnya menghantam tembok.
Enma menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya, hati nya hancur semua rahasia ini terbuka
Memang hubungan yang di jalin dengan kebohongan akan terbongkar juga,
Enma berjalan ke arah diar dia berjongkok dan mengusap wajah diar,
" Jangan lihat aku,!"
mata nya hanya tertuju pada leher jenjang diar yang kokoh dan kuat
Seketika taring tajam menembus kedalam permukaan leher diar meminum darah nya.
Diar perlahan meringis merasakan darahnya semakin di serap habis, dia memegang lehernya terlihat tanda taring tajam enma
Dengan senyuman di bibirnya aku berjalan ke arah jendela, sepasang sayap tumbuh di pungung ku dan tanpa sadar aku menoleh kebelakang lalu melompat ke bawah.
" Selamat tinggal yang ku cinta!!"
Kabut menghiasi sekitar mashion, suara gemericih hujan terdengar bersahutan
Kabut dan awan hitam berterbangan merendup kan cahaya dari sang bulan purnama
Seakan merasakan apa yang di rasakan oleh diar, tubuh bongsornya perlahan lunglai dan lemas kini semua nya hancur.
Aku yang memaksa dia untuk bersama ku
Dan aku yang selalu menindas dia
Aku mengurungkan dirinya untuk menjadi milikku dengan paksa namun tak kusangka bahwa dia adalah seorang vampire
Memang benar cinta itu buta bahkan aku tak mempermasalahkan hidup dengan seorang binatang berbentuk manusia
Takdir memang lucu.
5 tahun yang lalu...
Senandung merdu keluar dari mulut gadis cantik yang sedari tadi berjalan di sekitaran pohon,
Wajahnya kusam di sertaii banyak luka lembab
Tangan nya memegang ke arah jantung yang sedari tadi terasa sakit, tanpa sadar dirinya sudah sampai di di jalanan yang sepi hanya ada suara dari lolongan anjing hutan, gemuruh angin menerpa tubuhnya perlahan dia tumbang dan terjatuh di tanah.
Dari arah belakang sebuah mobil Lamborghini melaju dengan cepat, sang pemudi tersentak melihat sesuatu berlumuran darah.
Karna penasaran dia membanting setir agar tak menabrak sosok di depan nya,
Langkah kaki walaupun dengan ragu dia melangkah perlahan ke arah itu
Wajah nya terkaget melihat seorang gadis berlumuran darah di hutan belantara ini.
" Anak gadis?" Heran, takut, dan kasihan semua berpadu menjadi satu
Nyawa manusia harus segera di tolong guman nya membawa gadis itu ke arah mobil.
Diar melajukan mobil nya kembali ke mashion, menyuruh para pelayan untuk membersihkan gadis di depan nya.
Dirinya memutuskan untuk kembali ke pekerjaan awal sambil menunggu gadis itu sadar.
Perlahan gadis itu mulai sadar dia keheranan melihat sekeliling kamar bernuansa biru,
Matanya kembali melihat ke arah sosok tak jauh yang tengah berkutik dengan laptopnya
Merasa waspada kuku nya perlahan tumbuh tajam.
" Sudah bangun?" Tanya diar ke arah ku.
" Ini dimana?" Enma kebingungan merasakan hawa tenang seketika kuku tajam nya kembali memendek
" Rumahku, enma itu namamu?" Tanya diar memegang daguku kasar, terlihat kalung berbentuk bulan membuat Diar membulatkan matanya merasa akrab dengan kalung peninggalan ibunya.
" Itu kalung ibuku, kau , hubungan apa yang kalian miliki?" Tanya diar semakin marah ke arah enma, sedangkan gadis itu membelatkan matanya kaget dia bilang ibu? Orang yang dia bunuh adalah ibu dari malaikat penolong nya?
Awalnya enma merasa sangat suka kalung itu hingga berani memakainya.
Enma mengeleng pelan, diar mendorong tubuh enma dia tahu bahwa gadis itu telah berbohong
" Wanita itu meninggalkan anak nya
Kau memakai kalung nya ... Pasti ada hubungan sebelum kau memberitahu ku kebenaran nya maka diamlah di sini," sinis diar mendorong enma hingga terbanting kebelakang.
Enma murung apa yang harus dia jelaskan, apa dia harus menjelaskan bahwa dia PEMBUNUH ibunya?
" Aku vampire yang membunuh ibumu," guman enma pelan setelah diar pergi.
Hari demi hari enma bagaikan seorang tahanan
Diar selalu membuly dan menyiksa enma
Namun gadis itu pasrah sebagai tebusan atas kesalahannya pada diar karna telah membunuh ibunya, namun tanpa mereka sadari perasaan cinta mulai tumbuh di hati mereka
Akankah enma bisa bersama dengan diar kedepannya?
Ras manusia dan vampire tak akan pernah bisa bersatu,
*****
Sore yang cerah terlihat jelas cahaya senja yang menyinari bumi, membuat ku tak gempar akan warna yang merusak pemandangan
Warna yang sangat di takuti semua orang
Warna yang tak memiliki arti selain kesakitan juga kebencian yaitu " DARAH" wajah ku bagaikan bisa yang meracuni dalam diam.
" Ayah !" Ucapku membuat yang di panggil tersenyum.
" Kemana saja kau selama ini putriku
Kau menghilang saat upacara pertunangan mu?
Saat ulang tahun MU yang ke 500 tahun mau tidak mau kau harus menikah dengan pangeran asare...!!"
Enma terdiam memang waktu itu demi melarikan diri dari pernikahan dia meninggalkan ayah serta calon tunangannya, siapa sangka dia malah akan membunuh seorang wanita dan berakhir mencintai seorang manusia, raja Erason sungguh marah akan hal itu
Dia sudah mencari keberadaan putrinya namun nihil, hawa keberadaan gadis itu hilang
Bahkan pelacak vampire pun tak berpungsi.
Enma menatap ke arah ayahnya lalu berjongkok menghormat dengan sopan, meremas arah jantung, enma tersenyum pahit ke arah erason.
" Baik ....!!!!"
Terkadang cinta memang tak harus memiliki
Jika ambisi hanya untuk memanipulasi
Semuanya akan menjadi benci.
Terpaan angin menerpa dedaunan
Hujan serta badai saling bergemuruh
Kilat menghiasi langit dengan warna kilatan yang mendebarkan dada.
Diar terdiam di depan jalan matanya memandang ke arah batu koral
Tanpa sadar tangan nya mengempal kuat
Diar membiarkan wajahnya tertepa angin.
" Enma?"
Kalimat itu terucap begitu saja sesaat melihat gadis itu berada di depan nya, tadinya enma dan diar hanya ingin bernostalgia ke tempat dimana pertemuan mereka tapi lihatlah takdir bermain lagi mereka malah di pertemukan kembali.
" Kenapa kau pergi? Apa kebersamaan kita selama 5 tahun hanyalah angan bagimu?" Tanya diar sedu membuat enma terdiam kaku.
Enma mengeleng pelan lalu menatap kembali ke arah diar, seseorang yang tak di undang keluar dari balik pohon sosok tampan, dengan stelan baju kebangsawanan serta jubah hitam melekat di tubuhnya. Tangan nya merangkul enma dengan mesra “ Enma apa kebersamaan kita selama 400 tahun beratri bagimu?" Tanya sosok itu, diar terpaku mendengar ucapan yang merupakan sindiran kejam baginya.
" Maaf aku bukan manusia!
Diar kita harus berpisah sampai jumpa!!"
Diar melangkah ke arah enma " tunggu dulu apa segitu rasa yang kau punya untuk ku?"
Sosok di depan diar dengan cepat memelintir lengan nya dengan tatapan horor.
" Jangan halangi aku dan istriku untuk kembali!!" Ujarnya pelan, enma menatap diar sedu sedangkan pemuda itu hanya tersenyum pahit.
Perlahan enma menghilang bersama sosok vampir tampan yang merupakan suaminya
Diar merosot ke tanah dia mengengam tanah kuat kita pertama kali bertemu di sini
dan tempat ini jugs yang menjadi pertemuan terakhir kita. . Apa jika aku vampire seperti mu kau akan tetap bersama ku?
Si lain tempat enma merasakan sakit luar biasa
Dia menangis sesenggukan membuat asare bingung harus bagaimana, enma menatap rembulan di negri vampire " Berakhir !" Kalimat akhir itu terlontar dan kali ini enma pun pingsan karna terlalu shock.
Asare tersenyum kecut cinta memang selalu menyiksa.