Orang menyebutnya Neng Ana.
Di sebuah desa ada pekarangan yang cukup luas. Pekarangan itu sudah lama tidak di urus pemiliknya. Pekarangan tersebut terletak di tengah-tengah rumah penduduk, dan penduduk sekitar menamai pekarangan tersebut dengan sebutan pekarangan angker.
Desa tempat pekarangan itu terkenal dengan desa penghasil sayuran dan buah-buahan. Letak desa yang berada di atas pegunungan membuat lokasi desa sangat cocok untuk di jadikan lahan perkebunan.
Suatu hari ada seorang lulusan perkebunan yang datang ke desa itu. Namanya Rudi, dia adalah utusan dari pemerintah pusat untuk mengembangkan hasil panen warga desa. Rudi adalah lelaki tampan yang baik hati, dia juga sangat ramah.
"Semoga bisa betah tinggal di sini ya nak." ujar Pak Anton kepala desa.
"Insyaallah betah pak, saya sudah terbiasa dengan suasana pedesaan." jawab Rudi.
Kala itu pemerintah mempunyai progam untuk mengekspor buah ke seluruh dunia. Maka dari itu permerintah mengirim banyak sarjana yang berprestasi untuk membantu para petani.
Rudi di bantu oleh asistennya Hadi untuk memberi penyuluhan di desa tersebut. Saat melakukan pekerjaannya Mereka berdua tinggal di kepala desa.
Pagi hari Rudi dan Hadi berkeliling untuk melihat perkebunan yang ada di sana. Dia melihat para petani memang belum begitu ahli dalam mengelila perkebunan mereka.
"Kita harus bekerja keras had, Aku yakin jika mereka dapat beberapa pengetahuan. Hasil panen mereka akan berkembang pesat." kata Rudi pada Hadi.
"Iya rud, Aku yakin dengan letak geografis Perkebunan di sini. Mereka akan dapat menghasilkan buah dan sayur berkualitas." jawab Hadi.
Hampir seharian mereka mencatat dan mendata semua perkebunan yang ada di desa, Saat langit mulai gelap mereka memutuskan untuk pulang ke rumah pak Kepala desa. Namun ketika perjalanan Rudi dan Hadi melihat pekarangan angker.
"Wah pekarangan yang bagus." ujar Rudi.
"Ayo den kita pulang aja. Ini dah hampir magrip." ujar Pak Eko, dia adalah salah satu perangkat desa.
"Kelihatannya pekarangan ini tak terurus." Tanya Hadi.
"Ayo den." jawab pak Eko.
Rudi dan Hadi melihat wajah pak Eko tiba-tiba pucat saat mereka bertiga berhenti di depan Pekarangan. Rudi dan Hadi adalah pendatang, jadi mereka berdua tak tahu cerita misteri dari pekarangan itu.
Ketika sampai di rumah Pak anton. Mereka masih saja membahas pekarangan angker, Pak Eko memilih untuk langsung pulang tanpa menjelaskan dan menceritakan kisah sesungguhnya pada Rudi dan Hadi. Namun karena Rudi yang melihat pontensi bagus pada pekarangan tersebut, mencoba untuk memanfaatkan lahan tersebut. Setelah sholat Magrip dia menanyakan masalah pekarangan pada Pak Anton.
"Kenapa pekarangan itu tak di urus dan dibiarkan saja pak?" tanya Rudi.
"Ceritanya panjang nak." ujar Pak Anton.
Pak Anton menceritakan pekarangan itu sangat angker. Di sana ada hantu yang sering menggangu warga sekitar. Di sana juga sering tercium bau harum yang menyengat dan bau menyan. Karena Rudi dan Hadi adalah orang yang sudah lama tak mendengar cerita hantu, mereka pun tak percaya akan hantu. Dia pun malah menanyakan siapa pemilik lahan tersebut. Rudi dan Hadi hanya melihat sebuah pekarangan dengan letak tak jauh dari rumah penduduk dan sebuah lahan yang memiliki sebuah sumur untuk mengairi perkebunan.
"Nama pemilik lahan tersebut adalah pak Toha. Dia adalah orang terkaya di daerah ini." ujar Pak Anton.
Pak Toha adalah juragan sapi dan perkebunan terkaya di daerah sini. Beliau tidak tinggal di desa ini, rumahnya ada di kampung sebelah.
Tiba-tiba Rudi memiliki sebuah rencana, dia ingin menyewa atau mengajak kerjasama pemilik lahan. Namun Rudi menolaknya. Dia tak ingin memperkaya dirinya, Dia ingin membantu meningkatkan perekonomian para petani dan penduduk desa. Rudi justru memiliki ide untuk mengurusnya dan kemusian di serahkan pada desa. Nanti hasilnya bisa di gunakan untuk membantu para penduduk yang tak mampu. Kala itu Hadi tak sependapat dengan Rudi. Namun dia memilih diam dari pada berdebat.
Malam itu mereka tak bisa tidur, Mereka memutuskan menuju ke pekarangan tersebut. Karena mereka tak percaya akan adanya hantu, Jadi mereka tak takut dengan cerita adanya hantu di pekarangan tersebut. Mereka mengukur kelembapan dan suhu yang ada di pekarangan tersebut. Mereka bahkan memutuskan untuk masuk ke dalam pekarangan tersebut.
"Ini kelembapan yang sempurna untuk buah-buahan." ujar Rudi.
Namun kala mereka mau masuk lebih dalam lagi. Ada seorang wanita yang menyapa mereka, Seorang gadis cantik yang juga membawa beberapa alat untuk meneliti.
"Kalian siapa?" ujar wanita tersebut.
"Kami adalah utusan pemerintah untuk membantu para petani di desa ini." jawab Hadi.
"Lebih baik tinggalkan tempat ini. Di sini ada makhluk yang tak suka dengan kehadiran kalian." jawab wanita tersebut.
Mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan pekarangan. Namun sebelum mereka meninggalkan pekarangan tersebut.
"Kau sendiri siapa?" tanya Rudi.
"Aku adalah salah satu penduduk desa ini." jawab wanita itu.
"Kalau boleh tahu siapa nama mu?" kata Rudi.
"Hana." jawab wanita itu.
Setelah itu mereka meninggalkan pekarangan tersebut. Saat itu bulu kudu Rudi berdiri, dia merasa curiga dengan Hana. Sedangkan Hadi memiliki pendapat berbeda, dia berfikir bahwa cerita hantu di buat-buat agar pekarangan ini kosong. Setelah itu mungkin pekarangan ini di manfaatkan olehnya. Karena saat itu Hana membawa beberapa alat penilitian.
Paginya Hadi pergi ke kampung sebrang untuk menemui pak Toha. Dia berencana menjalankan rencananya sebelum di dahului oleh Hana. Sedangkan Rudi fokus untuk mencari tahu tentang Hana. Namun Rudi tak menemukan warga yang bernama Hana. Rudi pun semakin penasaran dengan Hana. Dia lalu memutuskan untuk kembali ke pekarangan tersebut. Saat masuk Rudi melihat beberapa bunga yang tercecer di area tersebut, dia juga beberapa kali melihat ada sebuah sesajen. Saat semakin dalam dia masuk, Dia melihat ada seorang gadis dengan gaun putih. Dia pun memanggilnya, namun gadis itu tak menghiraukan perkataan Rudi. Rudi pun menghampiri gadis tersebut.
Setelah dia sudah sangat dekat dengan gadis itu. Rudi mencium bau busuk, karena hal itu dia menghentikan langkahnya. Lalu dia pun di kejutkan dengan wajah gadis itu. Kala gadis itu menoleh, wajahnya di penuhi banyak luka yang sudah ada belatungnya. Rudi pun kaget dan terjatuh. Gadis hantu itu pun menghampiri Rudi. Sebenarnya Rudi tak takut dengan gadis itu, dia memilih berdiri dan siap menerima serangan gadis hantu tersebut. Akan tetapi Hana menariknya dan menggeret Rudi menjauhi gadis hantu tersebut.
"Kau bisa mati." ucap Hana.
"Siapa dia, apa itu hantu yang menjadi rumor warga sekitar." ucap Rudi.
"Sebaiknya kau tak sah ikut campur tentang pelarangan ini. Tugas mu di desa ini kan bukan di pekarangan ini." jawab Hana dengan nada membentak.
Hana pun meninggalkan Rudi. Saat itu Rudi masih dalam kawasana pekaranagn tersebut. Lalu Rudi keluar dari pekarangan.
Misi Hadi gagal total, Tolakan mentah-mentah di trimanya. Pak Toha tak ingin perkebunannya di sewa atau di kelola orang lain.
Malam harinya Rudi hanya diam karena bingung dengan kejadian tadi sore. Sedangkan Hadi menunjukan muka marah, dia kecewa dengan jawaban dari Pak Toha. Hadi juga sempat di pukul oleh anak pertama pak Toha. Rudi memilih tak menceritakan hal itu pada Hadi, begitupun dengan Hadi.
Pagi harinya Hadi menuju ke pekeranhan tersebut. Dia berencana untuk melihat dalamnya pekarangan tersebut. Dia ingin menanam dan mengurus pekarangan tersebut tanpa izin dari pemiliknya. Sedangkan Rudi menuju ke rumah Pak Eko untuk mencari tahu tentang kebenaran.
ketika Samapai di rumah pak Eko, Pak Eko memilih diam. Rudi pun hanya bisa diam dan menerima pilihan pak Eko.
"Sebenarnya aku ingin membantu mengelola pekarangan tersebut. Dan hasilnya akan ku serhakan pada pemilik tanah dan orang yang membantu ku, sisanya akan ku bagikan pada warga yang membutuhkan." ujar Rudi sebelum meninggalkan rumah Pak Eko.
Saat itu Pak Eko mengucapakan hal yang membantu Rudi untuk memecahkan masalah ini.
"Saat sore masuklah ke pekerangan tersebut, Kau akan bertemu dengan Hana. Dia adalah orang yang menjaga tempat itu." ujar Pak Eko.
"Aku sudah bertemu dengannya dua kali. Namun dia hanya menyuruhku untuk pergi." jawab Rudi.
"Masuklah!!"
Tiba-tiba pak Eko menyuruh Rudi masuk lagi ke rumahnya. Dan dia menceritakan tentang Hana, Pak Eko sebenarnya ragu kalau Hana itu adalah manusia. Hal itu karena wajah dan baju Hana yang tak berubah selam 10 tahu. Yang dia tahu hanya di sana ada hantu yang bernama Ana. Hantu itu tak segan membunuh siapa saja yang masuk dalam pekarangan tersebut. Namun ketika yang ingin masuk adalah orang baik, Hana pasti akan datang dan meyuruhnya untuk meninggalkan tempat tersebut.
Malamnya Hadi pulang ke rumah pak anton. Namun kala itu dia terlihat kotor.
"Had dari mana saja kau?" tanya Rudi.
"Aku memberi penyuluhan warga." jawab Hadi.
"Tak usah bohong kau, seharian hampir semua pemilik lahan menemui seminar di balai desa." ujar Rudi.
Namun Hadi masih menyembunyikan rencananya, Dia mengatakan membantu warga kampung sebelah. Setelah tengah malam Rudi tak bisa tidur karena kepikiran tentang sosok Hana. Dia pun memilih melakukan Sholat malam untuk menenagkan pikirannya. Setelah sholat dia tertidur, kala tidur dia di bertemu dengan kiyai Zubair.
Pagi Harinya Hadi mengundurkan diri, Saat itu Rudi tak curiga sama sekali dengan hal itu. Hadi pun kembali ke kota. Sedangkan Rudi memilih untuk tetap melakukan tugasnya. Saat sore dia kembali lagi ke pekarangan, dia berharap ingin bertemu Hana. Namun dia justru bertemu dengan Ana. Kali ini dia memilih lari, Karena ana mencakar tangannya hingga berdarah. Dia berlari ketakutan kala itu, hingga dia pun tersandung. Saat itu Ana sudah Siap untuk mencabik-cabik Tubuh Rudi. Namun Pak Eko menariknya. Saat itu Ana hanya diam dan berdiri di depan Rudi. Lalu Ana menangis dan mengucapkan kalimat.
'Tolong aku.'
Rudi pun berdiri dan mereka berdua saling menatap. Saat itu Ana tak menunjukan wajah seramnya. Mereka berdua saling menatap. Sedangkan Pak Eko tak berani melihat wajah seram dari Ana.
Ketiaka Pulang Hana muncul ke hadapan mereka.
"Kau siapa?" tanya Hana.
"Aku Hamba Allah. Aku tak ingin kalian ikut campur lagi dalam urusan manusia." jawab Rudi.
"Jadi kau tahu aku bukan manusia?"
"Aku tak tahu tapi batinku tak mau menganggap kau sebagai manusia."
"Ikutlah denganku. Mungkin kau bisa membantuku dan rakhel."
Kala nama itu sebutkan, Wajah Pak Eko sangat kaget. Hingga akhirnya semua misteri di ungkapkan oleh Hana.
Hana dan Rakhel adalah seorang mahasiswa. Rakhel adalah anak dari bapak Toha, Pak Toha memiliki dua anak yaitu Rakhel dan kakaknya Edgar. Kala itu Rakhel mengantar Hana untuk melakukan penelitian. Rakhel adalah mahasiswa ekonomi sedangkan Hana adalah mahasiswa pertanian dan perkebunan. Edgar tiba-tiba menyusul untuk menyuruh mereka pulang. Karena hari sudah sore dan suasana sepi, Namun Hana mengetahui hal yang mengejutkan. Hana mengetahui bahwa pekarngan tersebut adalah ladang ganja.
"Kenapa kau menanam ganja kak?" tanya Hana pada Edgar.
"Sebaiknya kau diam saja kalau kau tak ingin mati." jawab Edgar.
Hana masih lantang menolak untuk diam, dia berencana melaporkan hal ini pada polisi. Karena dia adalah salah satu aktivis menolak narkoba. Karena takut usaha bejat keluarganya terbongkar. Edgar memilih untuk menghabisi Hana. Kala itu Rakhel mengetahuinya, Dan dia menampar kakaknya. Edgar menjelaskan semua rahasia tentang usaha keluarga, dan alasan kenapa dia membunuh Hana. Namun Rakhel memilih mengikuti jejak Hana, dia juga berniat membuka semua ini. Karena Edgar memiliki sifat tempramental yang tinggi, dia pun menghujani adiknya sendiri. Edgar takut miskin dan penjara. Dia terus memukul adiknya hingga nyawa adiknya melayang. Saat itu dia takut dan sedih, Dia memeluk dan bersujud meminta maaf pada Rakhel. Sebenarnya dia sangat sayang dengan Rakhel. Namun karena kala itu dia tak bisa mengontrol emosinya, Jadi dia harus menerima kehilangan adik kesayangannya.
Edgar mengatakan pada ayahnya bahwa Rakhel dan Hana telah di bunuh oleh salah satu musuh ayahnya. Ayah Rakhel tahu betul akan banyaknya musuh di dalam pekerjaannya ini. Kemudian Ayahnya membawa sebuah dukun dan membangkitkan arwah Rakhel. Selain bisa melihat Rakhel kembali Ayahnya berniat untuk menyuruh Rakhel menuntut balas. Kakaknya yang tahu hal itu lalu memberi beberapa uang dan menceritakan kisah sebenarnya. Akhirnya Dukun itu memberi sebuah pagar agar arwah Rakhel tak bisa melawatinya. Lalu dukun itu juga menjelaskan kenapa arwah Rakhel selelu menyebutkan nama kakaknya.
"Mungkin karena yang di kenal Rakhel saat kejadian hanya kakakny. lalu rasa sayang Rakhel pada kakaknya membuat dia ingin kakaknya menemaninya di alam sana." ujar dukun tersebut.
Namun beberapa tahun kemudian Rakhel menajdi sebuah iblis yang haus akan darah. Karena kebangkitannya adalah untuk balas dendam pada pembunuhnya. akan tetapi dia juga di kurung di pekaranagn itu. Suatu hari dukun itu terbunuh oleh Rakhel saat melakukan ritual. Sejak saat itu ayahnya pun takut untuk mengunjungi arwah anaknya. Sekarang setiap beberapa bulan Kakaknya dan ayahnya mengutus dukun untuk mengecek dan memperbaiki pagar mistis agar hantu Rakhel tak bisa kemana-mana.
"Maka dari itu dia hanya bisa berdiri dan tak berani lagi menyerang ku." ujar Rudi.
"Itu karena kau berdiri di luar pagar mistis. Aku mohon tolonglah sahabatku." ucap Hana.
"Aku juga pernah di serang non Rakhel." ucap pak Eko semabari menunjukan bekas luka di punggungnya.
Tiba-tiba hujan di Sertai angin kencang. Tak lama kemudian Hana mendorong Rudi dan pak Eko. Lalu sebuah pohon besar menghancurkan gubuk di mana mereka bertiga mengobrol. Pak Eko dan Rudi terluka parah hingga mereka berdua koma.
Rudi Koma selama satu bulan setelah mengalami kecelakaan bersama Pak Eko di pekarangan milik pak Toha. Dia tertidur tak berdaya dengan kebenaran tentang Pekaranagn angker. Sedangkan Pak Eko harus meregang nyawanya seminggu setelah kejadian. Dalam tidurnya dia selalu di temani oleh kiyai yang bernama KH. Zubair.
Rudi pun sadar, Saat itu badannya sangat lemas dan kurus. Dia tak menceritakan apa yang di alami oleh siapapun. Selama 3 Minggu Rudi beristirahat dan memulihkan kondisinya.
Setelah pilih, Rudi kembali lagi ke desa. Kala itu warga desa menyambutnya dengan baik. Karena Rudi sudah berusaha keras untuk memberi ilmu pada petani yang ada di desa, berkat jasanya kini penghasilan para oetani meningkat pesat.
Setelah penyambutan kembalinya Rudi, Pak Anton menceritakan berita duka kematian Pak Eko. Rudi pun tertunduk dan menangis. Setelah kejadian itu Pak Anton memberi larangan keras untuk memasuki pekarangan terebut. Sebelum kejadian Rudi juga sudah banyak korban berjatuhan di pekarangan tersebut. Tertimpa pohon dan di serang binatanh buas menjadi alasannya. Walau warga tahu yang melakukan hal itu adalah arwah penasaran penghuni pekarangan tersebut. Namun warga menceritakan hal itu pada orang selain warga desa.
"Izin kan aku menguak misteri yang ada di pekaranagn tersebut pak." ucap Rudi pada Kepala desa.
"Jangan rud, Kauborang baik. Aku takkan membiarkan nyawamu hilang sia-sia." jawab Pak Anton.
Namun Rudi sepertinya tak mendengarkan nasehat Pak Anton. Dia tetap berjuang untuk menyelesaikan misteri yang ada di pekarangan tersebut. Suatau sore dia masuk ke pekarangan tresebut.
Setelah dia masuk agak dalam, dia melihat lagi arwah Rakhel. Kala itu mereka berdua saling bertatapan.
"Akan ku buat kau tenang di alam mu." teriak Rudi pada arwah Rakhel.
Arwah Rakhel tak trima dengan perkataan Rudi dan melemparkan kayu besar ke arahnya. Rudi pun menghindariya.
"Ku kira kau kapok untuk datang ke sini." ucap Hana.
"Tidak han, Aku akan menyelesaikan masalah ini." jawab Rudi.
"Ku harap segera berakhir sebelum kau kehilangan teman mu lagi."
Paginya Rudi mencari tahu tentang nama KH. Zubair pada warga sekitar. Ternya sosok kiayi yang sering di temui Rudi di alam mimpinya adalah orang yang ada di dunia. Beliau adalah seorang kiayai yang memimpin sebuah pondok di dekat puncak gunung. Menurut warga beliau juga telah melindungi dan mengajarkan agama pada warga di sekitar gunung tersebut. Rudi langsung menuju ke pondok tersebut, sesampainya di sana dia menceritakan kisahnya pada beliau. Rudi sebenarnya kecewa karena wajah beliau ternyata tak sama dengan sosok yang di temui dalam mimpinya.
"Bukan aku yang menemui mu nak." ujar KH. Zubair.
"Lalu siapa yi?" tanya Rudi.
"Dia adalah nenek moyangku nak. Aku juga di temui beliau."
Setelah itu KH. Zubair menyarankan Rudi untuk pergi ke rumah Pak Toha untuk menemui Edgar dan menyuruhnya untuk mengakui perbuatannya. Pak Kyai juga menyuruh beberapa santrinya untuk menemani Rudi.
Setelah berbicara dengan Edgar, Edgar langsung menodongkan pistol pada Rudi. Namun hal itu di hentikan oleh ayahnya. Rudi memilih diam dan berharap kejadian ini di akui sendiri.
Saat kembali ke Pondok. Rudi mendapat telfon dari Hadi, Dia sangat ketakutan. Dia juga mengatakan bahwa dia sekarang berada di pekarangan angker. Rudi dan KH.Zubair langsung menuju ke pekarangan tersebut. Akan tetapi mereka hanya bisa melihat Hata tewas mengenaskan. Kala itu beberapa mayat juga terlihat berjatuhan di belakang mayat Hadi.
"Jangan kesana!!!" Ujar KH.Zubair.
"Kau akan masuk wilanyahnya bila kau melangkah satu langkah lagi." ujar Hana.
"Kau juga bukan manusia." ujar KH.zubair.
"Aku tahu aku salah, aku akan kembali jika Rakhel juga kembali."
Setelah itu Hana menghilang. Rudi dan rombongan pak kiayi juga memilih meninggalkan lokasi tersebut. Pak kiayi memilih menyelesaikan masalah ini besok, karena hari mulai gelap. Jadi akan susah jika mengaji saat itu.
Pagi harinya Pak Anton, dan beberapa perangkat desa menemani Rudi. Hari itu Pak kyai memakamkan jasad Rudi dan temanya. Rudi ternyata kembali lagi ke desa setelah mengundurkan diri. Dia dan temannya menjadikan pekarangan itu untuk menanam ganja. Lalu setelah itu pak kyai menyuruh mencari jasad dari Rakhel. Saat Rudi menemukan sebuah gubuk. Tiba-tiba awan menjadi gelap dan hujan deras di Sertai angin. Lalu kemudian Arwah Rakhel pun muncul. Pak kyai dan santrinya langsung melakukan membaca al'quran dan ayat kursi. Arwah Rakhel tak henti-hentinya menyerang para santri dan pak kyai. Namun Pak anton dan bawahannya melindungi mereka. Hingga beberapa menit kemudian arwah itu menghilang. Ternyata benar, di dalam gubuk itu terdapat jasad Rakhel. Lalu mereka menguburkan jasad Rakhel dengan tenang. Saat semua selesai arwah Rakhel muncul kembali. Namun kali ini dia tak menjadi hantu jahat, Ternyata selama ini dia di kuasai oleh Neng Ana. Dia adalah hantu jahat penguasa pegunungan tersebut, dia juga musuh bebuyutan nenek moyang KH.zubair.
"Tolong hilangkan pagar pelindung itu agar aku bisa keluar. Izinkan aku menyadarkan keluargaku."
"Dan satu hal lagi, Di bawah jurang tepat matahari terbit ada jasad Hana. Tolong kubur jasad dia dengan layak." ujar Rakhel.
Rakhel memilih tak membunuh Kakaknya. Dia juga memperingatkan bapaknya agar memaafkan perbuatan kakaknya. Setelah itu ayahnya dan kakaknya menyerahkan diri. Dan semua aset di serahkan oleh Kyai untuk membantu warga yang tidak mampu dan untuk menyiarkan agama.
Tamat.