Hubungan saudara kandung adalah ikatan keluarga untuk saling menyayangi tanpa ada balasan. Zed memiliki seorang kakak bernama Ace. Zed dan Ace kakak beradik yang keduanya tumbuh besar dijalanan tanpa adanya kasih sayang orang tua mereka. Dunia tempat Zed dan Ace hidup dikuasai oleh Ras Vampir. Zed dan Ace tidak hanya harus bertahan hidup untuk mencari makan tetapi juga menghindari kejaran dari Ras Vampir.
Zed dan Ace setiap malam terus bersembunyi dari kejaran para vampir dengan menggunakan parfum bawang putih. Indra para vampir sangat tajam sehingga saat malam hari mereka berdua harus sangat berhati-hati. Saat pagi Zed dan Ace baru bisa berkelana mencari makanan untuk mereka berdua.
Terkadang saat pencarian makanan mereka bertemu beberapa manusia, yang saat ini jumlahnya terus menurun. Ketika Zed dan Ace berpapasan dengan manusia lain, mereka cenderung memilih tidak banyak bicara dan pergi menjauh. Hal ini wajar karena setiap manusia saling berusaha untuk bertahan hidup.
Zed dan Ace pernah bertemu dengan para Legion. Mereka adalah manusia yang sudah bermutasi. Anggota Legion tidaklah banyak tetapi mereka sangat kuat. Setiap malam mereka berburu vampir dan melindungi warga kota.
Zed dan Ace ingin sekali ikut dengan rombongan warga yang dilindungi Legion, tetapi para warga menolak, sebab rombongan mereka sangat beresiko untuk anak-anak. Setiap malam mereka berburu vampir dan terkadang jatuh korban jiwa, sehingga para warga tidak ingin melibatkan Zed dan Ace.
Zed dan Ace dibekali senjata berupa sebuah pedang serta senapan angin yang sudah dimodifikasi. Pedang yang diberikan merupakan pedang yang dapat membunuh vampir jika bisa melukai titik vitalnya. Untuk senapannya merupakan senapan angin yang dimodifikasi sehingga bisa menggunakan serpihan kayu sebagai amunisinya. Serpihan kayu jika mengenai jantung vampir bisa membunuh vampir tersebut.
Zed dan Ace sekarang merasa lebih aman setiap malamnya karena sudah mempunyai alat bertahan hidup. Sudah lama sejak pertemuan mereka dengan para legion usia Zed saat ini 15 tahun sedangkan Ace berusia 18 tahun. Mereka adalah saudara yang sangat akur dan saling melindungi satu sama lainnya.
Zed memiliki karakteristik kuat, lincah, pemberani tetapi ceroboh berbeda dengan Ace yang bersifat selalu berhati-hati dalam melangkah. Sejak memiliki senjata pembunuh vampir, Zed sudah membunuh 100 lebih vampir menggunakan pedangnya, sedangkan Ace hanya membunuh 20 vampir saja. Ace bertugas melindungi Zed ketika membasmi vampir saat malam hari.
Banyak nyawa yang telah diselamatkan oleh mereka. Bahkan mereka mempunyai julukan "pemburu kembar", karena kekompakan mereka menjaga satu dengan yang lainnya. Meski Zed dan Ace tidak memiliki kekuatan lebih seperti para Legion, tetapi mereka tidak pernah takut menghadapi para vampir.
Di suatu malam yang sunyi dan sangat gelap, terdengar suara rintihan seorang wanita. Lokasinya berdekatan dengan wilayah Zed dan Ace berpatroli saat itu. Mereka berdua terus berjalan mengikuti arah sumber suara. Mereka melihat sesuatu yang aneh. Seorang wanita, sangat pucat dengan rantai yang mengikat kedua tangannya.
Segera Zed dan Ace menghampiri wanita tersebut. Setelah dikonfirmasi wanita itu adalah manusia yang dijadikan sebagai ternak oleh para vampir untuk menghasilkan darah.
Tiba-tiba perasaan janggalpun merasuki hati Ace. Segera Ace menarik Zed dan wanita itu untuk kabur. Zed masih tidak paham maksud kakaknya. Seketika Ace menarik pelatuk bom cahayanya yang berfungsi untuk mengalihkan pandangan para vampir. Terlihat jelas ratusan vampir tengah berjejer-jejer mengelilingi Zed dan Ace.
Lokasi Zed dan Ace yang dikelilingi reruntuhan gedung, sangat tidak menguntungkan. Sebelum Ace mulai menerjang semua vampir yang ada didepannya. Ace menoleh kebelakang, dengan wajah tersenyum ke arah adiknya. Ace mengucapkan kata-kata perpisahan untuk Zed.
"Tetaplah hidup, kakak menyayangimu"
Melihat kakanya yang hendak mengorbankan dirinya menarik perhatian para vampir, Zed langsung mencoba berlari ke arah kakanya, tetapi tangannya dipegang erat oleh wanita yang telah diselamatkannya.
Hanya raut sedih dan menyisakan perasaan hati teriris melihat kakanya menghadapi kematian didepan adiknya sendiri. Air mata terus mengalir, mengiringi Zed kabur bersama wanita misterius tersebut.
Ace merobek telapak tangannya, darah segarpun menetes. Tidak ada vampir yang kuat menahan godaan darah segar yang menetes. Memang itulah tujuan Ace, membuat dirinya sebagai umpan. Ace pun hanya bisa tersenyum dengan wajah menghadap ratusan para vampir.
"Peranku sebagai seorang kakak sudah datang"
Mata merah menyala para vampir menandakan mereka tengah bersiap untuk mengoyak tubuh Ace. Suara cakar yang menggaruk-ngaruk tembok dan beton menggema diseluruh area itu. Air liur para vampir sudah mulai menetes bak gerimis. Malam itu Ace sudah gugur menjadi pahlawan bagi adiknya.
Pagi harinya Zed tiada hentinya menangis, dan wanita misterius itu mulai menenangkan Zed. Wanita misterius itu tiba-tiba memeluk Zed. Zed hanya bisa menangis seperti bayi sepanjang hari.
Berbulan-bulan setelah kematian Ace, Zed sudah mulai menjalani hari-harinya bersama Yuna. Zed menamai gadis misterius itu dengan nama Yuna. Yuna tidak bisa berbicara karena lidahnya sudah terpotong.
Yuna nemiliki paras yang cantik dan setelah lama bersama Zed serta Yuna menikah. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama kelompok Legion. Jumlah para legion terus bertambah sehingga Zed merasa bahwa Yuna akan baik-baik saja jika bersama kelompok Legion.
Zed bersama para Legion setiap malam membasmi para vampir yang mencoba mendekati desa mereka. Desa Legion sangat terkenal dan hanya satu-satunya kawasan perlindungan terbesar untuk manusia.
2 Tahun setelah menikah Zed dan Yuna dikaruniai seorang anak laki-laki. Kehidupan di Desa Legion sangatlah aman, hingga anak mereka berdua yang bernama Milo, berumur 4 tahun.
Zed terus berjuang membasmi para vampir demi membalaskan dendam atas kematian kakaknya. Bayang masa kecil bersama Ace terkadang masih terlintas. Ace adalah kakak yang sangat penyayang. Ace pernah tidak makan selama 3 hari dan memberikan semua makanannya kepada adiknya.
Rasa sayang dan cinta Ace masih membekas di kalbu Zed. Yuna paham dengan rasa sakit hati Suaminya. Setiap Zed menangis teringat kenangan bersama Ace, Yuna selalu hadir dan memberikan kehangatan kepada Zed. Terlebih lagi dengan keberadaan Milo Zed semakin semangat untuk terus berjuang.
Pada suatu malam, terjadi hal yang sangat tidak terduga. Terjadi gerhana Bulan total, menyebabkan para vampir semakin kuat dan semakin beringas. Para Vampir yang indra penciumannya meningkat berkali-kali lipat bisa mendeteksi keveradaan Desa Legion.
Ratusan ribu vampir berkumpul untuk memanen darah, sedangkan jumlah para legion dan pejuang hanya sekitar seribu orang. Tapi para Legion menguatkan semua orang agar tidak takut dan terus berusaha hingga matahari terbit.
Suara teriakan para vampir yang haus darah dan mata merah yang bersinar bak menyinari langit malam itu. Merubah warna langit menjadi merah. Suara benturan peperangan antara umat manusia melawan vampir mengisi gelapnya malam waktu itu.
Sudah tak terhitung lagi jumlah korban dari kedua belah pihak. Semua nyawa saling beradu untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Yuna bersama Milo bersembunyi ditempat perlindungan bersama para warga sipil lainnya. Tetapi beberapa Vampir ada yang berhasil menerobos kawat listrik yang melindungi desa.
Suasana tempat perlindungan berubah menjadi sebuah tempat jagal. Mayat berjajar disetiap penjuru. Yuna sebisa mungkin melindungi Milo. Kondisi Yuna sendiri dalam keadaan yang tidak baik, kaki kanannya robek akibat cakaran dari seekor vampir.
Yuna hanya bisa membawa Milo berlari mengulur waktu hingga terbit matahari. Teriakan para warga sudah seperti suara jam yang berdetik. Tiap detik selalu dihiasi suara jeritan kematian. Milo yang menyaksikan kengerian itu hanya bisa menutup mata sambil menggenggam tangan ibunya.
Disaat Yuna dan Milo tengah berlari, dia melihat Zed yang kondisinya tengah terluka parah dibagian punggungnya. Naluri seorang istripun muncul dan berusaha melindungi Zed, menggunakan pedang Zed. Terlihat 3 ekor vampir tengah berlari menuju arah mereka bertiga.
Yuna yang menguatkan dirinya memegang pedang Zed, hanya bisa pasrah dengan tangan yang gemetaran. Terlintas masalalu Yuna yang sangat mengerikan saat menjadi ternak dulu. Tiba-tiba keajaiban muncul sesosok bayangan hitam muncul dan membunuh ketiga vampir tersebut.
Mereka bertiga kaget melihat seekor vampir yang membunuh kawannya sendiri. Perlahan Vampir itu melangkah mendekati Zed dan membelai rambut zed.
"Adikku tersayang" dengan nafas berat dan mata menyala merah
Semua orang yang berubah menjadi vampir akan kehilangan akalnya dan melupakan semua ingatan selama hidupnya. Mereka hanya akan dipenuhi hasrat untuk membunuh dan meminum darah. Tetapi hanya ras vampir murni saja yang bisa berpikir dan memiliki kekuatan yang dahsyat. Bahkan para Legion akan kabur jika melihat ras murni.
"Kakak kau kah ini kakak" jawab Zed sambil menangis
Ace yang telah berubah menjadi vampir tidak mengenali Zed, Ace hanya bertindak sesuai nalurinya saja. Ace melindungi keluarga Zed hingga hampir mendekati waktu matahari terbit. Ace kemudian pergi tanpa meninggalkan sepatah kata apapun untuk Zed.
Pagipun tiba, terlihat bekas pembantaian di Desa Legion. Hanya terisisa ratusan Legion dan ratusan warga yang masih bertahan. Zed masih tidak bisa melupakan bayangan kakaknya dan berusaha untuk menemukan kakaknya dan menyembuhkannya.
--Tamat--