Siapa yang suka bepergian jauh dan mengandalkan aplikasi GPS atau google maps , atau sekarang lebih tenar dengan sebutan PetaDora untuk sampai ditujuan ???
Pernah dibuat kesasar ,atau salah alamat oleh GPS ??? Atau pernah mengalami hal aneh karena GPS ???
Aku akan coba menuliskan sedikit cerita ganjil akibat terlalu percaya dengan PetaDora tersebut .
***
Nana sudah bolak balik mengecek hape ditangannya sedari tadi ,mencoba mencari mobil rental yang bisa dia sewa untuk acara besok .
Beberapa teman dan kenalan sudah Nana hubungi juga tapi tetap saja nihil ,semua rental mobil full job .Hufh ... ,Aneh .
" Kenapa juga harus besok ini acaranya ,kan dadakan begini jadi susah " Nana terus mengerutu seorang diri .
Tiba - tiba vino datang mengagetkan " woi mbak ... Kayak setrikaan aja dari tadi "
Nana tentu saja terkejut dan mendelik sangar ke arah vino .Digeplak juga kepala vino " Adek gak tau akhlak ! " tapi Vino hanya membalas dengan cengiran kuda .
Setelah diam beberapa saat Vino pun bertanya " jadi berangkat besok mbak ? "
" Ya nie ,tapi rental full job semua "
" Tumbenan nie ,temen mbak gak da yang sengang juga " Nana berkata dengan nada heran dan gemas .
Vino tampak mangut - mangut sambil memegang dagunya ,seperti sedang berpikir .
" Kamu ada kenalan rental gak ? " Tanya Nana kemudian .
" Gak ada " jawab Vino singkat . " Huh...kirain mau ngasi solutip gt " Nana berkata dengan cemberut . " Sebentar dech mbak ...." Vino berkata cepat seakan berpikir mengingat sesuatu . " tadi kayaknya aku lihat ada brosur yang baru ditempel ditiang listrik , promo rental baru " " aku belum selesai tadi bacanya ,keburu kebelet jadi buru - buru pulang " Vino berkata menjelaskan dengan sedikit kekehan . " Pohon mana ? ayo tunjukin ,awas aja salah lihat " Nana berkata dengan semangat baru ,berharap jika akan ada keberuntungan yang masih memihaknya.
" Wahhh ... Akhirnya dapat juga mobil rentalnya " seru Nana saat selesai menghubungi pihak rental yang membuat promo melalui brosur tersebut ,bahkan pihak rental memberinya potongan harga sebagai customer pertamanya .
***
Perjalanan siang ini Nana ditemani om Dito sebagai supir dan Naila sebagai sekertaris merangkap asisten buatnya .Undangan acara tepatnya masih besok ,jumat pagi jam delapan lebih tiga puluh .Perusahaan tempat Nana bekerja mewakilkan dirinya karena sudah terbiasa akan tugas ini , yaitu lelang atau tender .
Tender atau lelang adalah sistem jual beli yang dilakukan suatu pihak dengan cara mengundang vendor (penjual atau penyedia) untuk mempresentasikan harga dan kualitas yang dibutuhkan. Harga dan kualitas yang terbaiklah, nantinya yang akan menjadi pemenang.
Perusahaan Nana yang bergerak di bidang pembangunan dan kontruksi tentu sangat tertarik untuk undangan kali ini .Rencana pembangunan beberapa villa dan taman serta arena permainan outbound diatas puncak .Nana sudah membayangkan dirinya akan bertugas dan berada di wilayah puncak nan sejuk setiap hari selama masa pembangunan untuk mengawasi dan pengecekan .
Hahh ... Nana menarik nafas kasar ,sadar jika dirinya masih dalam perjalanan yang panjang .
Mobil yang di kemudikan om Dito melaju tenang dengan kecepatan sedang .Nana yang duduk didepan sering melihat ke arah depan dan samping ,mengecek jalur dan petunjuk jalan sesuai intruksi pesan yang dua terima agar tidak tersesat .Sedangkan Naila sudah tertidur sedari dari saat perjalanan baru setengah jam yang berlalu .
" Bener yang ini jalannya ? " Tanya om Dito pada Nana . " Ya om ,didepan sana da pertigaan ,nanti ada papan petunjuk lalin juga dipingir jalan " jawab Nana . " kalo jalan sampai daerah sini aku sudah sering ,tapi kalo sampai alamat tujuan yang kita datangi ini belum " jelas Nana lagi . Om Dito mangut - mangut tanda mengerti . " Aku coba cek Maps aja ya om " Nana mencoba menyakinkan dirinya sendiri .
Dibukanya aplikasi petadora yang populer untuk mencari alamat tanpa berhenti dari kendaraan sekedar untuk bertanya ,lalu diketiknya sesuai alamat yang akan dituju .Tak lama muncul arahan operator untuk jalur yang akan mereka lalui untuk sampai ditempat tujuan .
" Mau ambil jalur biasa pa motong om ? " Tanya Nana pada om Dito selaku supir . " Yang mana ajalah asal nyaman " jawab om Dito tanpa menoleh . " Ambil motong aja mbak Na ....aku udah terlalu ngantuk " jawab Naila dari kursi penumpang .Sontak Nana menoleh ke belakang ,begitu juga om Dito yang reflek ikut menoleh meskipun langsung kembali fokus ke depan dengan kemudinya . " Dari tadi tidur kok bilang ngantuk " Nana berkata memcibir asistennya tersebut .Naila hanya menangapi dengan senyuman tanpa merasa bersalah . Mereka akhirnya memutuskan ambil jalan memotong saja agar cepat sampai .Dari keterangan operator aplikasi jalan alternatif yang akan mereka lalui akan lebih cepat sampai sekitar empat puluh lima menit .Hemmmm ,waktu yang lumayan panjang untuk sebuah perjalanan .
" Kayaknya jalan ini aku belum pernah lewat " nana berguman Seorang diri ,tapi karena suasana sudah malam dan sepi tentu saja om Dito mendengar gumanan Nana .
***
Suasana malam sunyi dan jalanan lengang ternyata sangat memudahkan om Tio dalam mengendarai mobil . Jalan alternatif yang biasanya sedikit sempit ini ternyata selebar jalan tol yang bebas hambatan ,bahkan penerangan pun sangat baik .
" Pantes aja beda waktunya sampai empat lima menit ya om sama jalan utama ,bagus gini jalannya " Nana berkata dengan senang .Naila yang tak kembali tertidur pun tampak berbinar melihat pemandangan luar yang lumayan bagus ,seperti pemandangan saat ke puncak .
" Bagus banget ya pembangunan jalan alternatif disini ,bisa jadi malah nantinya ngalahin jalur utama jika banyak orang yang tahu " kata om Dito memberikan pendapat yang di setujui oleh Nana dan Naila .
" Pastinya om ,ngapa harus jalan utama jika ada jalan bagus gini ,lebih cepat lagi sampainya " kata Naila menangapi .
Beberapa menit sudah berlalu ,dari kaca depan Nana tak pernah melihat adanya bangunan rumah warga atau sekedar jembatan dan tikungan atau yang lain .Tentunya sedikit aneh ,Nana perpikir jika jalanan dengan medan naik pastinya ada belokan - belokan atau tanjakan yang cukup tajam . "Tapi kenapa sedari tadi lurus - lurus saja ,atau hanya perasaanku ya ? " Nana berguman dalam hati .
" Sedari tadi tak ada belokan atau tanjakan ,bagus banget medannya buat ngebut nie ... " om Dito terdengar berguman lirih .Nana tentu kaget karena pikirannya juga sama .
" Om ,kok aku juga berpikir gitu " kata Nana .
" Ada yang aneh gak ya ? " Nana bertanya lirih .Dari kursi belakang Naila tampak mencondongkan badan agar lebih dekat dengan penumpang depan .
" Jangan nakutin mbak ... " Naila sudah terlihat cemas .
" Sebentar aku cek Maps lagi " Nana pun meraih hape didasbor depan .
Nana tentu melotot kaget saat lokasi maps dihape menunjukan area hutan belantara .
" Om Dito !!! " Teriak Nana mengagetkan om Dito yang reflek menginjak rem sehingga mobil terasa terguncang ." Apa lagi teriak - teriak ? " Tanya om Dito kesal .Naila yang dibelakang pun terbentur sandaran kursi depannya yang diduduki Nana .Naila berdecak kesal dan mengerutu ." Apaan sie mbak Na...bikin orang jantungan aja " .
" Liat ...." Nana menyodorkan hapenya pada om Dito ,dan Naila . Serempak mereka bertiga melihat keluar dan kini tampak disekitar mobil mereka pohon - pohon besar yang teramat banyak dalam kegelapan malam ,dan saat mereka melihat arah belakang pun tak ada jalanan yang tadi terlihat luas dan terang .Naila sudah mau menangis ,om Dito kelimpungan tak tahu arah dan Nana panik dengan keadaan sekitar. Dengan bantuan senter dari hape masing - masing mereka mencoba keluar mobil melihat keadaan luar .
Mereka bertiga kembali kaget saat sadar bahwa mereka berada diatas tebing saat ini dengan jurang yang terlihat dalam dan curam dibawah sana ,sedangkan dibelakang mereka hutan sangat lebat dan gelap .
" Gimana nie om ? " Tanya Nana panik ,Naila sudah memeluk Nana sedari tadi .Apalagi dari arah hutan sana terdengar suara burung hantu yang semakin terasa mencekam suasana .
" Gini ,coba cek sinyal hape masing - masing ,sapa yang dapat sinyal langsung hubungi siapa saja yang bisa dihubungi cepat ! " Om Tio memberikan instruksi dan dengan cepat mereka bertiga tampak sibuk dengan hape masing - masing .
***
Semalaman berada ditengah hutan diatas tebing tentu membuat trauma siapa saja yang mengalaminya .Tak bisa tidur dan terus mendengar suara - suara hewan buas maupun suara angin tetap terasa menakutkan bagi siapa saja .Nana dan om Tio sudah berusaha membuat tanda agar mudah ditemukan saat bantuan datang ,sedangkam Naila terus menangis menyesali pendapatnya untuk ambil jln pintas.Untunglah tadi hapenya ada sedikit sinyal untuk menghubungi Vino ,adiknya . Itupun harus menunggu selama dua jam untuk mendapatkan sinyal lagi menunggu jawaban .Dan sekarang mereka harus bermalam di hutan , menunggu sampai pagi untuk bisa mendapatkan bantuan untuk evakuasi .
TAMAT