“Kringg!” suara alarm Bella berbunyi. Bella, seorang gadis berumur 16 tahun, ia baru saja menaiki kelas 11 di SMA Garuda Jaya.
Saat sedang sarapan, ayahnya memanggil Bella untuk segera berangkat. “Bel, ayo cepat. Sudah jam berapa ini” ucap ayahnya. “Iya Ayah! sebentar, Bella pakai sepatu dulu” ujar Bella. Saat Bella sudah dalam perjalanan menuju ke sekolah, ia memainkan ponselnya. Saat tengah bermain ponselnya, ayahnya bertanya pada Bella. “Bella, kamu pulangnya pesan taxi saja ya. Ayah bakalan lembur hari ini” ucap sang Ayah. “Yahh, kenapa gak Bunda atau Kakak saja yang jemput? Kalo pesen taxi, uang Bella jadi boros” jawab Bella. “Nanti Ayah kasih uang lebih”
Sesampainya di sekolah, Bella berjalan di lorong sekolah untuk menuju ke kelas Bella XI C. Saat memasuki kelas, teman temannya sedang mengobrol ria sambil berkumpul. Ada juga yang sedang makan karena tidak sempat sarapan tadi pagi. “Pagi Bel” ucap lelaki yang dari tadi menunggu Bella datang. “Eh, pagi juga Tam!” ujar Bella pada lelaki itu.
Tama Anggara Pratama, seorang lelaki yang diam diam menyukai Bella saat awal kelas 8. Ya, dia sudah lama menyukai Bella, tapi ia memilih untuk menyimpan perasaan itu selama 3 tahun.
Bella menghampiri teman teman ceweknya yang sedang berkumpul di Meja Laras. “Hai temen temen, lagi ngobrolin apa nih? Kayanya seru banget?” tanya Bella. “Hai Bel! kita lagi ngomongin hari valentine nih, bentar lagi kan tanggal 14” jawab Dara.
Saat Bella dan teman temannya asyik mengobrol, Tama yang mendengar obrolan mereka pun berpikir.
“Apa aku jujur aja ya ke Bella, sambil merayakan hari valentine. Umm tapi aku gugup” ucap dalam hati Tama. Kringg! Bell sekolah berbunyi, tandanya itu sudah waktunya memasuki kelas dan memulai pelajaran. “Selamat pagi anak anak” sapa sang guru yang berjalan sambil memasuki kelas. “Pagi bu” ucap semua murid di dalam kelas.
Saat semua sedang fokus belajar, Tama terus memandangi Bella dari belakang. Ia sangat terpesona melihat Bella yang sangat indah. Saat waktu istirahat, Bella ingin memakan bekal yang dibawa nya, tetapi bekal itu mungkin tertinggal di mobil, atau di rumah. Karena tidak ada di dalam tas Bella. Bella panik sambil mengobrak abrik tas nya. Tama yang melihat pun tau apa yang sedang Bella lakukan.
“Nih Bel, makan punyaku saja, aku ke kantin aja” ucap Tama sambil mengulurkan kotak bekal berwarna kuning. “Gausah Tama, kamu makan aja. Aku ke kantin aja, sekalian beli makanan baru di kantin” Tolak Bella. Tapi Tama terus menawarkan bekalnya. “Gapapa Bella. Aku juga gak terlalu suka makanannya, dari pada dibuang. Mending kamu makan aja, nih” tawarnya. Akhirnya, Bella memakan bekal Tama, Bella berterimakasih pada Tama karena sudah memberi bekalnya untuk dirinya.
Singkat waktu, hari valentine pun tiba. Bella saat itu tidak mengharapkan siapa siapa untuk memberinya coklat atau bunga. Tapi, tiba tiba Tama mengajak Bella untuk jalan jalan.
(Pov Chat)
👤 Tama Anggara Pratama
Tama:
“Bella”
Tama:
“Kamu sibuk gak?”
Tama:
“Kalo ngga terlalu sibuk, bisa gak kita ketemu? Sekalian jalan jalan”
Bella:
“Ngga sibuk kok Tam. Memangnya mau jalan jalan kemana?”
Tama:
“Mungkinn? Jalan jalan keliling ajaa naik motor. Mau ga? Sekalian nyobain street food yang viral ituu”
Bella:
“eumm, boleh dehh. Bosen juga aku dirumah. Jam berapa?”
Tama:
“Oke nanti aku jemput jam 3 ya”
Bella:
“Oke, aku siap siap dulu yaa”
Tama:
“Santai, see ya!”
Bella yang sudah selesai menjawab pesan itu, langsung bergegas ke kamar mandi. Setelah mandi, ia mengeringkan rambutnya dan memilih baju dress yang akan dipakai. “Hmm bagusan Biru, pink atau putih ya..?” bingung Bella. Akhirnya, Bella memilih dress warna putih. Setelah memakai baju, Bella ingin memakai make up nya. Ia berdandan terlebih dahulu. Waktu sudah menunjukan pukul 14.45, Bella cepat cepat memakai tasnya dan sepatu. Bella menunggu di halaman rumahnya.
“Bellaa!” Ucap lelaki yang memanggilnya diluar gerbang. “Iya Tama, sebentar!” ucap Bella. Bella berpamitan kepada keluarganya. Bella keluar gerbang dan melihat Tama yang sangat mempesona. “Wah, bajunya bisa samaan gitu ya warnanya, Haha” ucap Tama. Bella hanya bisa tertawa lalu menaiki motor Tama. Mereka mengobrol sepanjang perjalanan. “Bella, pegangan aku mau kebut sedikit” Ujar Tama. Bella menuruti apa yang disuruh Tama, ia memeluk pinggang Tama dengan keras dan menutup kaca helmnya.
Sesampainya di taman, Bella sangat terpesona dengan bunga bunga yang ada disitu, Bella juga pecinta hewan dan bunga. “Tama Tama, boleh fotoin aku ga?” tanya Bella sambil mengulurkan kamera yang dibawanya. “Boleh, siap ya…” jawab Tama sambil mengambil kamera yang dipegang Bella
Mereka bercanda dan bercerita di taman itu. Tak lama setelah mereka bercerita, Tama menghembuskan nafas besar. “Bel, sebenernya aku udah lama pengen ngomong ini.” Ucap Tama. “Ngomong apa?” tanya Bella sambil mengerutkan alisnya. “Begini, aku suka sama kamu dari kelas 8, aku malu ngucapin ini sebenarnya. Langsung to the point aja ya?” Jawab Tama sambil mengeluarkan buket bunga dan coklat batang yang sudah dibentuk menjadi bentuk hati. “Do you want to be my girlfriend?” ucap Tama sambil melipat satu lututnya dan memberikan buket bunga itu dan coklat hati. Bella sangat terkejut dan mengira ini hanyalah prank. “Tama, ini bukan prank kan?” tanya Bella dengan ragu. “Engga Bel, aku tulus mencintaimu.” Jawab Tama tegas. “Tama aku bingung jawabnya, aku… Juga suka kamu” ucap Bella malu malu, Tama pun terkejut dengan apa yang diucapkan Bella
“Jadi jawabannya… Yes.” Jawab Bella