KILAT BUKAN BERARTI SESAAT..
Karena hati bukan lah persinggahan.
pedih dan luka,pernah tergores di sini.
Dia yang menciptakan nya.
Aku tak pernah tau,alasan dia pergi..dan aku tak pernah tau..mengapa aku mencintainya.
Dia.....seseorang yang pernah ada di hatiku...
manis sikap nya memperlakukan ku telah mengambil hati ku lalu pergi begitu saja..
Ya....hanya sesaat lalu entah hilang tak berbekas..
DIA bernama AJI
Kedekatan ku pada aji..tergolong kilat..dan begitu cepat.
persisnya aku pun tak tau pasti,tiba-tiba saja aku dan Aji sudah menjadi teman dekat dan bahkan lebih dari sekedar teman.
Berawal dari acara kantor tempat ku bekerja,yang mengadakan sebuah kegiatan.Dimana pada saat itu,terjadi situasi yang mengharuskan karyawan nya membentuk kelompok- kelompok.
Disinilah kisah ini dimulai..
Dimana kami bertemu dalam satu kelompok dan mengharuskan kami lebih sering berkomunikasi dan bersama-sama selama kegiatan.
"dian...."
Panggil aji sore itu seraya terus mengejar langkah ku dan mencoba menjajari langkah ku..
"eh...ji...kenapa?"
jawab ku pelan
"ehmmmm,mau makan ya???"
tanya nya lagi..
"iya ...emang kenapa..."
tanya ku heran
"makan bareng aja yuk.."
tawar nya..
"ehmm..boleh..."
balas ku di sertai anggukan
..
Begitulah yang terjadi dari hari ke hari...kedekatan kami semakin terlihat,
sehingga menimbulkan banyak sekali komentar dari rekan-rekan sekerja kami.
dan sore itu...
"Dian,mau temani aku makan diluar g?"
tawar aji ketika aku dan dia tengah bercakap di sebuah ruangan di kantorku.
"ehmmmm...dalam rangka apa nich...kamu tidak sedang ultah kan??,,"
tanya ku seraya mengernyit kan dahi bingung...
"ya enggak mesti ultah kan..kalau mau ngajak makan..."
jelasnya singkat sambil tersenyum.
"oke..."
sambungnya.
memastikan tawaran nya.
"boleh deh...."
Ucapku..meski agak bingung dengan sikap nya.
Entah kenapa,aku merasakan hal aneh dalam hidup ku semenjak dekat Aji..
Terasa ada perasaan yang lain.
Sesuatu telah membuat kami dekat bahkan sangat dekat..
Akhirnya hari yang aku tunggu datang...
kami memutuskan untuk bertemu di suatu tempat dengan alasan takut teman-teman salah paham..
Dengan sepeda motor milik aji..kami menuju ke tempat makan yang kami sepakati...
Malam itu..Aji terlihat begitu sangat menyenangkan...
Obrolan panjang membuat aku betah berlama-lama dengan nya...
Menurut ku,Aji bukan tipe-tipe orang yg menyebalkan seperti kata kebanyakan teman-teman di kantorku...
menurut mereka,Aji itu lebay..Aji itu kekanak-kanakan..Aji itu baperan..aji itu egois..Aji itu munafik..dan masih banyak lagi sifat buruk Aji dimata teman- teman.
Entah lah apa yang membuat ku tertarik pada aji..
mungkin sikapnya yang selalu memperlakukan ku dengan spesial yang mampu membuat ku tersanjung..hingga cinta membutakan mataku.
yang pasti...sejak malam itu aku telah jatuh cinta padanya...
Dan aku tak pernah tau...apa dia pun merasakan hal yang sama atau hanya perasaan ku saja,
yang pasti...aku sangat bahagia dengan perasaan ku saat itu.
Hari demi hari hubungan ini semakin dekat..hingga aku meyakini,,bahwa Aji adalah belahan jiwaku.
meski harus backstreet..namun itu bukan lah kendala bagi kami.
Hingga di suatu hari...
Aku dan aji kembali membuat janji.
Sama seperti kemarin2...
Kami melakukannya tanpa ada seorang pun yg tau.
Kali ini untuk membicara kan hubungan tanpa status yang terjadi antara kami.
Hari itu..kami berdua saling jujur akan perasaan masing- masing.
Hal yang membuatku bertambah bahagia,,bahwa
ternyata Aji pun memiliki rasa yang sama kepada ku...syukurla..ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan...
iya,cinta ku berbalas..
Dengan kesepakatan,akhir nya kami memilih meneruskan hubungan rahasia ini...
Hari-hari penuh dengan cinta,Aji kerap memberiku kejutan- kejutan kecil..membuat ku semakin di mabuk asmara.
canda ...tawa..yang tak pernah aku dapat kan dari orang2 sebelum Aji..mampu meluluhkan hatiku yang sebelum nya sempat beku tak mencair.
Aji benar-benar telah membuka hati yang sempat ku kunci rapat..membuat ku lebih hidup dan membuat hari ku penuh warna
Setelah berhari-hari aku merasakan cinta ini..begitu sangat memanjakan aku..
Dan hari itu...
tepat di puncak rasa cinta ku pada Aji...
aku merasakan hal yang aneh terjadi pada sikap Aji.
hari itu....aku merasakan ada perubahan besar yang terjadi dalam hubungan ku dgn nya.
Dari pagi..aku tak melihat cinta di raut muka nya,,,
tak seperti biasa nya...
Padahal...di sore harinya aji berjanji mengajak ku jalan-jalan.
"Ji..kamu kenapa ..??"
Tanya ku getir...
"gak pa-pa.."
jawab nya singkat seolah tak terjadi apa2
"kamu terlihat sangat berbeda..."
Jawab ku lagi.
"gak ada dian...itu hanya perasaan mu saja"
ucap nya meyakinkan ku..
"Ji..."
panggil ku lagi...ketika aji melangkah meninggalkan ku...
"Aji...aku takut kamu berubah..dan aku sangat takut kehilangan mu..."
Aji menghentikan langkah nya,,lalu menoleh...dan tersenyum getir...
aku bingung...benar2 bingung....
Dan ketika sore itu tiba...
Aji tak mengusik ku yang menunggu nya untuk janjinya...
Lelah menunggu..akhirnya kuputuskan untuk bertemu dengan nya.
Aji terkesan menghindar...beberapa kali terlihat dia berpura-pura sibuk.
"Ji...apa kamu lupa...hari ini ada janji??"
tanyaku.
"maaf dian..aku tau,,,tapi maaf..aku g bisa ..aku ada kerjaan yg g bisa di tinggalin..."
aji menjawab tanpa menatap muka ku..seraya terus berpura-pura sedang melakukan pekerjaan nya.
"aku minta maaf ya...aku harap kamu ngerti.."
sambung nya lagi..kali ini dengan sesaat menoleh ku.
"Ji...kamu harus jujur,,,sebenarnya ada apa...???"
desak ku..
"apa kamu ingin mengakhiri hubungan ini..??"
Tanya ku mendesak nya.
mata ku mulai terasa panas..ada bulir- bulir yang masih ku tahan.
"Dian....maaf...sekali lagi maaf...sepertinya memang hubungan ini harus diakhiri..."
ucapan Aji bagai kan petir di siang bolong..meluncur tanpa beban..ketika dia mengutarakan nya.
"Aku akan berusaha mengembalikan keadaan ini seperti dulu,,dan kita mulai dari awal lagi.."
Ucapan Aji kali ini benar- benar membuat ku terpukul...dan tanpa bisa kutahan..air mata ini jatuh.Akj menangis...mencoba memahami kalimat demi kalimat penjelasan aji kepadaku.
"Keadaan yang bagai mana maksud mu Ji"
Keadaan ketika kita sama sekali tak pernah ada rasa??atau keadaan ketika aku masih tak pernah berfikir jika kamu akan mendekati ku??"
aku mencecar nya.
aji hanya duduk diam tak menjawab.dia menunduk..tanpa berani menatap ku..yang hampir terisak.
"Aji...aku sudah menduga semua akan berakhir...tapi haruskah secepat ini??"
"Kenapa semua harus berakhir ketika aku benar2 merasakan puncak kebahagiaan ini...Ji.."
"kenapa kamu tega hancurkan cinta yang kita bangun bersama..."
"kenapa harus sekarang...??tak bisakah kamu memberi aku sedikit saja waktu untuk bahagia..lebih lama lagi??"
aku terisak,,,,dan kini hanya bisa menunduk dengan air mata ku yang tak ada arti..buat Aji..
Kita pernah dekat,,,bahkan sangat dekat...dan itu terjadi begitu saja tanpa awal...
dan sore ini...semua sudah harus berakhir....terasa begitu cepat...sangat cepat....
Tapi percayalah ji....kisah ini...berakhir tak semudah yang kau katakan...kisah ini terlalu menyakitkan ku...dan kisah ini....adalah kisah cinta yang kilat....yg dengan mudah bisa kau dapatkan...dan dgn mudah pula kau lepaskan...
Hari ini semua terbukti..bahwa kau adalah orang yang munafik..yang pernah aku cintai..
kedekatan kita adalah sebuah kesalahan...
dan mencintaimu adalah penyesalan..
dan mulai hari ini kamu lah orang yang paling aku benci..dirimu pecundang besar ji....
dengan tangisku..aku mencoba bertahan...dan berlari...meninggalkan aji yang masih duduk terdiam dan menunduk ..***(