Aku Yuna, aku seorang KPOPERS, bisa dibilang aku adalah bucin akutnya Sebong, atau sering kita dengar dengan nama SEVENTEEN. Aku adalah seorang Carat, ya itu adalah nama fandom dari Seventeen. Aku mulai menyukai mereka saat mereka resmi debut, itu tahun 2016 dimana aku masih berumur 23 tahun. Alasan aku menyukai mereka adalah karena mereka itu self production idol, dimana mereka membuat lagu sendiri, koreo dance sendiri dan bahkan memproduserin lagunya sendiri, bukankah mereka idol yang sangat berbakat,? Maka dari itu, aku sangat ngefans sama mereka, semua member Seventeen juga memiliki visual yang sangat mengagumkan. Diantara ke 13 member Seventeen, aku paling menyukai Jeon wonwoo, saking sukanya aku menyebut Jeon Wonwoo itu adalah suamiku, wkwkwkwkwk.
Aku punya seorang pacar yang bernama Jack, menurutku dia pacar yang baik, dia juga baik sama orang tuaku, dia orang yang care dan mau nurutin semua yang aku bilang. Jack lebih tua 1 tahun dari aku, kami sudah dekat saat dia menjadi ketua KBM dikampus, dan saat itu aku masih mahasiswa baru, kami sudah pacaran selama 3 tahun.
Setiap pagi dia selalu datang menjemputku untuk pergi kekampus bareng. Dan dia selalu saja menungguku lama, karena aku selalu bangun telat.
"Maaf ya nak Jack, Yuna baru bangun, jadi dia masih siap-siap, maaf selalu bikin nak Jack menunggu Yuna tiap berangkat kekampus" kata ibuku sambil menyuruh Jack duduk
"Iya nggk apa-apa kok bu, aku udah biasa, jadi itu udah nggak jadi masalah" balas Jack dengan senyuman manisnya
"Kalau gitu apa nak Jack mau sarapan dulu? Ayo sarapan" ajak ibuku
"Oh maaf bu, tapi aku udah janji sama Yuna mau sarapan bareng dikampus"
"Tapi sekarang aja kalian belum berangkat, takutnya nanti kalian telat dan nggak sempat sarapan, jadi sarapan aja dulu" ujar ibuku
"Tapi tunggu Yuna aja dulu ya bu, takutnya nanti dia ngambek kalau aku sarapan duluan"
"Baiklah, tapi ibu siapin sarapannya dulu ya, nanti kalian harus makan loh"
"Iya bu"
Setelah beberapa menit Jack menunggu, akhirnya aku udah siap dan segera keluar kamar buat menghampiri Jack.
"Oppa, ayo kita berangkat" ajakku sambil menarik tangan Jack
Btw, aku manggil dia oppa karena biasanya di Korea wanita akan memanggil pria yang lebih tua darinya dengan sebutan oppa, jadi aku ikut-ikutan deh.
"Tapi ibu menyuruh kita sarapan dirumah, sekarang dia lagi siapin buat kita" balas Jack
"Yahhhh, tapi kan kita udah janji sarapan dikampus oppa" ujarku sambil cemberut
"Tapi ibu udah bikin sarapan, jadi hari ini kalian sarapan dirumah aja dulu" ujar ibuku sambil mengajak kami ke meja makan
Aku dan Jack menurut sama ibu untuk sarapan dirumah, dia membuat roti sandwich untuk kami. Kamipun memakan sarapan yang dibikin ibu, setelah sarapan itu habis kami langsung berangkat kekampus.
Selama perjalanan kekampus, aku menghidupkan lagu Seventeen di mobilnya Jack, tentunya aku juga ikut bernyanyi heboh dengan Seventeen, Jack yang udah terbiasa dengan suasana itu hanya bisa diam dan tersenyum melihat kebucinanku terhadap Seventeen. Setelah beberapa lagu, kamipun sampai di kampus. Jack mengantar aku dulu ke kelas, setelah itu dia baru pergi ke kelasnya sendiri.
Setelah jam kuliah selesai, Jack juga menjemputku kekelas dan kami pulang bareng lagi, kami naik mobil dan langsung berangkat pulang. Selama didalam mobil, aku juga selalu memutar lagu Seventeen, aku juga main Hp untuk ngecek aktivitasnya Seventeen.
"Yahhh oppa, Seventeen bakal konser di Indonesia tanggal 17 besok, berarti 2 minggu lagi dong, kita ikut ya oppa,? Please, aku harus liat mereka dan harus ikut fanmeeting mereka juga" ajakku sambil bersikap manja sama Jack
"Tapi apa kamu lupa, tanggal 17 aku kan tanding sama Universitas Jakarta, aku nggak mungkin nggak ikut tanding, aku kan vokalis di band kami"
"Oh iya, oppa juga tanding tanggal 17, trus gimana dong oppa,? Aku nggak mungkinkan sia-siain waktu buat ketemu mereka, masa saat mereka konser di Korea dan Negara lainnya aku ikut tapi di Negara sendiri enggak sih, nggak mungkin juga lah, tapi aku juga mau liat kamu tanding, tapi aku juga mau ketemu Seventeen"
"Masa iya mereka lebih penting bagimu daripada pacarmu sendiri sih, lagian mereka udah sering konser dan kamu selalu datang, aku tanding nggak sering loh, aku tanding cuman saat ada event kayak gini aja"
"Iya iya, nanti aku usahain bakal liat kamu" kataku sambil cemberut
Sesampainya dirumah, Jack pamit pulang. Aku berfikir kalau aku lihat Jack tanding saja, tetapi hatiku nggak bisa dibohongin, aku benar-benar ingin ketemu sama Seventeen apalagi sama Jeon Wonwoo. Jadi aku putuskan untuk tetap melihat konser Seventeen, karena mereka jarang ke Indonesia, dan lagian aku pikir Jack nggak bakal terlalu marah soalnya kami kan bisa bertemu setiap hari dan aku juga udah sering lihat dia main bareng band nya.
Aku langsung membeli tiket untuk konser, orang tuaku juga mengizinkanku untuk ikut konser, mereka selalu mendukung yang aku suka, tapi aku tidak memberi tahu mereka kalau Jack juga tanding hari itu, karena kalau aku bilang mereka pasti lebih mendukungku untuk pergi melihat Jack tanding. Tiket sudah aku beli, sekarang aku hanya menunggu hari konsernya saja.
Jack yang mengetahui aku jadi ikut nonton konser langsung nyamperin aku kerumah, dia diberitahu oleh ibuku untuk ikut dan jaga aku saat nonton konser nanti, mendengar itu Jack langsung pergi kerumah dan memastikan hal itu padaku. Saat dirumah, kami ngobrol berdua dan dia bertanya padaku tentang konser itu.
"Kata ibu kamu jadi ya nonton konser itu,?" Tanya Jack melemas
"Jadi ibu udah kasih tau ya,? Hmmm mianhae oppa, tapi aku benar-benar nggak bisa lewatin kesempatan kayak gini, aku benar-benar ingin melihat mereka konser" balasku
"Segitu pentingnya ya mereka itu bagi kamu, sampai-sampai kamu nggak mau lihat aku tanding hanya untuk mereka, aku pacar kamu loh dan mereka cuman fantasi kamu aja, toh kamu juga hanya seorang fans"
"Bukan gitu oppa, oppa sebagai pacar aku juga harus ngerti dong, aku suka bangat sama mereka, aku pengen bangat lihat mereka, aku nggak mungkin lewatin konser mereka kayak gini, lagian kan oppa dan band oppa juga bisa sering main musik didepan aku, aku bisa liat oppa nyanyi tiap hari sama band oppa, tapi aku nggak bisa kan liat mereka tiap hari nyanyi kayak gitu" ujarku yang sudah mulai memanas
"Kamu tiap hari juga liat mereka nyanyi dan dengar lagu mereka, bahkan mereka setiap hari selalu jadi teman dan tontonan buat kamu sendiri, bahkan dikampus ataupun saat kita jalan bareng kamu juga fokusnya sama mereka, sebenarnya aku ini kamu anggap apa sih,? Aku udah sabar selama ini sama kebucinan kamu sama mereka, tapi karena aku cinta sama kamu, aku hanya bisa dukung kamu menyukai apa yang kamu suka, tapi untuk event yang penting buat aku seperti ini aku pengen kamu ada waktu untuk aku, karena selama ini waktu kita kamu selalu fokus sama Seventeen, aku hanya ingin saat tanding nanti orang yang aku cinta ada untuk support aku, aku cuman butuh itu Yuna" setelah mengatakan itu, Jack langsung pergi dan ninggalin aku sendiri di ruang tamu
Jack sangat marah dan kecewa padaku, tapi dia benar, selama ini waktuku dipenuhin dengan Seventeen bahkan saat aku bersama Jack aku hanya fokus ke Hp untuk liat Seventeen. Jack hanya ingin aku support dia disaat dia tanding dengan kampus lain, tapi aku terlalu egois dan hanya memikirkan apa yang aku suka tanpa memikirkan perasaan Jack selama ini. Aku hanya terdiam setelah mendengar Jack ngomong seperti tadi, aku juga memikirkan apa selama ini aku terlalu jahat sama dia, aku bahkan tidak memberikan perhatian sedikitpun padanya.
Aku mencoba menelfon Jack tetapi dia tidak angkat, aku juga chat dia tapi dia tidak membalasnya. Saat pergi kekampus pun dia juga tidak menjemputku lagi, aku pikir dia benar-benar marah. Awalnya aku biarin itu semua berlalu, aku pikir aku tidak akan masalah dicuekin Jack seperti ini, kami tidak ada komunikasi bahkan dikampus tidak saling sapa, aku juga pikir kalau aku akan segera tenang dan happy lagi setelah liat semua konten Seventeen, tapi aku salah.
Hampir 2 minggu Jack nggak ada kabar, aku jadi galau, aku coba untuk mood lagi dengan melihat konten Seventeen, tapi itu tidak berjalan sesuai keinginanku, aku masih kacau dan nggak tau harus ngapain lagi. Dan disitu aku baru sadar kalau Jack ternyata lebih penting dari Seventeen. Walaupun aku sangat menyukai Seventeen, tapi aku sadar kalau aku lebih menyukai Jack, aku pikir aku nggak bisa kehilangan Jack, aku ingin dia selalu jadi milikku, sedangkan Seventeen mereka hanya seorang idol yang mungkin tidak tahu siapa aku dan bagaimana aku.
Disaat aku melihat Seventeen interview dengan sebuah majalah, ada kata yang membuat aku tetap inginkan Jack.
"Orang yang paling berharga itu adalah orang yang selalu ada untukmu dalam keadaan apapun juga, dia yang tidak pernah mengeluh dengan sifatmu, dia yang selalu mengerti kamu, aku harap Carat bisa menjaga mereka yang seperti itu, dan aku harap Carat bisa mempunyai kebahagiaannya sendiri, terima kasih atas cinta yang carat berikan dan carat, saranghae" kata S.Coups sang leader Seventeen. Yah, orang itu adalah Jack, dia sangat berharga untukku.
Hari ini tanggal 17, dimana hari ini Seventeen akan konser dan Jack akan tanding, tapi aku memutuskan untuk pergi melihat Jack tanding walaupun aku rugi sekian juta karena sudah membeli tiket konser. Tapi aku pikir itu tidak berarti karena Jack lebih penting, dan dia juga sudah menghabiskan banyak uang selama kami pacaran, kehilangan sekian juta tidak apa-apa bagiku asalkan aku tidak kehilangan orang yang aku cintai lagi.
Aku memutuskan untuk melihat Jack tanding. Saat dia tanding, dia terkejut melihat aku ada disana, setelah selesai tanding aku menghampiri Jack.
"Jack maaf, aku pikir aku salah, aku lebih membutuhkanmu daripada Seventeen, setelah aku pikir lagi selama ini aku nggak pernah ngasih perhatian sama kamu sedikitpun, aku selalu fokus memikirkan Seventeen tanpa memikirkan perasaanmu, aku benar-benar minta maaf, aku nggak mau kehilangan kamu, aku akan berhenti menyukai seventeen dan aku hanya akan menyukaimu mulai sekarang, tapi aku mohon maafkan aku, jangan cuekin aku lagi seperti ini, aku nggk mau kamu cuekin" kataku sambil menangis dan memeluk Jack
Jack membalas pelukan itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kalau kamu sangat menyukaiku, kenapa sekarang kamu malah panggil aku dengan namaku,? Bukan dengan sebutan oppa lagi,?" Sambil memelukku lebih erat
"Itu karena aku malu manggil kamu oppa karena aku pikir kamu masih sangat marah sama aku" melepaskan pelukan
"Awalnya aku memang marah, tapi setalah aku pikir, kamu pasti akan lebih memilih untuk datang kesini karena aku tau kamu mencintaiku melebihi cintamu sama Seventeen. Selama ini kita selalu bersama setiap hari, sedangkan dengan mereka tidak, jadi kamu hanya fokus sama mereka karena tidak tau kapan akan bertemu sedangkan denganku bisa bertemu setiap hari" ujar Jack sambil mengelus kepalaku
"Jadi kamu maafin aku kan,? Aku nggak akan fokus ke seventeen lagi, aku janji" balasku
"Aku akan maafin kamu kecuali kamu manggil aku dengan sebutan oppa lagi"
"Gomabda oppa, saranghae oppa, neomu neomu saranghae" ujarku kembali memeluk Jack
"Iyaa, oppa juga sangat mencintaimu" membalas pelukanku
"Oh iya, oppa tidak akan melarang kamu untuk menyukai Seventeen, kamu masih tetap bisa suka dan support mereka, karena mereka udah bikin pacarku ini happy dan bisa lebih dewasa lagi hadapin apapun, mereka juga idol yang berbakat jadi oppa pikir mereka juga pantas mendapatkan cinta dari cewek ini" sambil mencubit hidungku
"Apa oppa yakin,? Kalau nanti aku lebih fokus sama mereka gimana,?"
"Nggak masalah, asalkan hati kamu masih ada oppa, oppa nggak akan menyuruh kamu berhenti menyukai apa yang kamu gemari, selagi itu masih positif oppa bakal tetap support kamu untuk menyukai mereka"
"Makasih oppa ku tersayang" aku pun memeluknya lagi dengan rasa bahagia
Pengumuman juara tanding antar kampus pun berlangsung, dan kampus kami mendapatkan juara 1. Setelah pengumuman itu bandnya Jack disuruh menyanyi untuk lagu penutupan, sebagai lagu penutupan dia menyanyikan lagu smile flower dari Seventeen. Aku kaget karena aku tidak pernah tahu kalau dia belajar lagu Seventeen dan menyiapkan lagu itu untukku, aku sangat senang. Sekarang aku tau, ternyata pacarku itu adalah idolaku sendiri, idola yang selama ini aku sukai dan selalu ada untukku. Aku janji akan tetap menjadikan dia idola pertamaku dan seventeen adalah idola keduaku.
Aku mengerti, menjaga apa yang kita miliki sekarang itu lebih berharga dari apapun juga. Jadi mulai sekarang aku akan menjaga apa yang aku miliki, Jack akan tetap jadi prioritasku. Terimakasih telah menjadi pacarku sekaligus idolaku, Saranghae ❤