Rai merupakan seorang mahiswa semester awal di salah satu perguruan tinggi swasta di kota X. Ia mengenal seorang pria yang ternyata seorang narapidana. Namun Rai tetap mencintainya, sebab ia tak pernah memandang status sosial setiap orang. Rai tipe orang yang tak mau tau dengan status sosial seseorang, yang terpenting adalah ia nyaman dan orang itu sayang dengan dirinya.
............
Rai mengenal Filha dari seorang teman yang kebetulan adalah tetangganya sekaligus anak dari kakeknya. Rai awalnya tak setuju jika dijodoh-jodohkan dengan pria yang sama sekali belum dikenalnya. Rai takut jika masa lalunya akan terulang lagi.
"Rai, aku ada teman cowok, kamh mau nggak kenalan sama dia? Daripada ngrjomblo terus kan" tanya Sania kepada Rai.
"siapa?" Rai balik bertanya
"dia teman SD ku dulu, anaknya baik, sopan, dan aku yakin kalau kamu mengenal dia kamu bakalan suka" jawab Sania
"aku malas ah, mending ngejomblo daripada ntar sakit hati lagi" celoteh Rai menolak perkenalan dengan teman Sania itu
"tidak apa, jika tak sebagai kekasih, boleh nggak aku minta kamu untuk jadi temannya, hibur dia, sebab untuk saat ini dia begitu down. Banyak masalah yang sedang ia hadapi" Sania sedikit memohon kepada Rai. Rai heran kenapa tidak Sania saja yang menghibur lelaki itu. Diakan temannya. Pasti lebih mudah bagi Sania menghibur dia dibandingkan aku yang sama sekali belum dia kenal.
"kenapa tidak kamu saja? kamu kan teman kecilnya" tanya Rai
"aku tidak bisa Rai, kan kamu tau aku sudah menikah, jadi aku tidak bisa terlalu intens berhubungan dengan lelaki lain" jawab Sania.
"ok, tapi ini hanya sekedar teman saja ya" kata Rai
"iya Rai, terimakasih banyak ya" kata Sania sembari memeluk Rai
Sania memberikan nomor telepon si Filha kepada Rai agar Rai bisa mengubungi Filha nantinya.
Siang telah digantikan oleh malam. Didalam kamar Rai masih terpikirkan dengan permintaan Sania untuk membantunya menghibur Filha.
Lama ia pandangi nomor ponsel lelaki itu, masih belum ada keberaniannya untuk menghubungi lelaki itu duluan.
Namun ia telah berjanji dengan Sania, yah, mau tidak mau ya harus mau hahahaa..
Jari jemari Rai mulai mengetik chat untuk Filha, dan send pesan pun terkirim.
tetapi tak menunggu waktu lama, Filha membalas pesan itu. Ada keanehan bagi Rai karena Filha sudah tahu namanya dan selakbeluk tentangnya.
Rai bertanya kepada Filha, dan ternyata Sania sudah lebih dahulu memberi tahu tentang nya.
.........
Kedekatan itu terus berlangsung walau hanya via online.
Suatu hari Filha meminta Rai untuk tak lagi menghubunginya sebab jika dia tau kebenarannya, Rai pasti bakalan meninggalkannya.
"Rai, aku minta untuk saat ini hingga seterusnya, kamu jangan hubungi aku lagi ya" kata Filha disebarang sana
"kenapa? oh kamu sudah mulai tenang ya?" kata Rai sedikit baper sebab tujuan awalnya kan hanya menghibur Filha, namun siapa sangka benih cinta itu mulai tumbuh.
"tidak, justru aku akan lebih terpuruk jika kamu tak lagi bersamaku, namun aku lebih takut lagi jika kamu meninggalkan ku karena rahasia yang selama ini ku tutupi terbongkar" kata Filha dan terdengar dia begitu ketakutan
"apapun rahasiamu, aku akan selalu bersamamu, sebab kita kan teman" ujar Rai yang berusaha kuat karena jujur, ia pun takut akan kehilangan Filha
"apa kamu akan bersamaku jika aku seorang narapidana?" tanya Filha serius
"narapidana? kamu? ada apa?" tanya Rai bertubi-tubi, sebab tak pernah ia bayangkan sebelumnya jika rahasia yang dimaksud Filha adalah ini.
"aku serius Rai, aku sudah berbohong kepada mu yang mengatakan jika aku dirumah, saat ini aku sedang di lembaga permasyarakatan kelas II A" jawab Filha
"jika kamu ingin meninggalkanku, aku ikhlas Rai, sebab orang seperti aku tak pantas bersamamu" tambah Filha
Lama Rai terdiam, ia tak menyangka jika selama ini berteman dengan seorang napi dan bahkan untuk saat ini, Rai sudah mulai mencintai kepribadian Filha, ia tak ingin kehilangan Filha, namun ia juga tak tahu harus bagaimana jika nanti orang tuanya mengetahui hal ini dan tak setuju berteman dengan Filha
"Rai?" sorak Filha dan seketika membuyarkan lamunan Rai tentangnya
"iya " jawab Rai
"jadi bagaimana? apa kelanjutan dari semuanya?" tanya Filha
"aku tak ingin kehilangan mu, merusak pertemanan kita, dan seperti yang ku bilang sebelumnya, aku akan bersamamu apapun keadaan dan kondisinya. Kamu tak perlu kuatir aku akan pergi, keadaan mu sekarang bukanlah beban bagiku, sebab setiap manusia pasti akan menghadapi masalahnya masing-masing" jawab Rai panjang lebar
"kamu serius? kamu akan menerima keadaanku?tanya Filha yang terdengar sangat bahagia dengan perkataan Rai.
" iya, aku sangat serius Filha"jawab Rai dengan tersenyum bahagia walau tak terlihat oleh Filha, tapi suaranya menandakan iya sedang bahagia.
"terimakasih Rai" ulas Filha yang terdengar juga sangat bahagia
Hubungan pertemanan itu terus berlanjut. Rai tak lagi memikirkan tentang kondisi Filha yang sedang di balik jeruji besi, sebab ia sudah sangat nyaman dengan Filha.
Mahasiswa semester awal tersebut selalu menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Lapas agar bisa bertemu Filha.
Rai telah berjanji akan selalu bersama Filha. Dan suatu hari, kebahagian Rai memuncak takkala Filha memintanya untuk menjaga hatinya dan berkomitmen untuk selalu bersama hingga maut memisahkan. Sontak hal ini membuat Rai menjadi cewek alai yang sedang jatuh cinta, jingkrak sana jingkrak sini.
Tak pernah dibayangkan jika selama ini Filha juga menyimpan rasa yang sama untuknya
dan akhirnya, hubungan pertemanan berakhir jadi percintaan..
°TAMAT°
jangan lupa ikuti aku dan nantikan cerita-cerita terbaru dari Machio yaaa....
Salam sayang untuk semuanya😘😘😘😘😘😘