Angin berhembusan dan masuk ke dalam jendela yang terbuka. Saat angin itu masuk gorden di dalam yang menghalangi cahaya masuk pun berkibar. Di sebelah gorden tersebut ada seorang pria menatap keluar jendela. Dan angin tadi pun juga menghembuskan ke arah rambutnya
Rambutnya pun beterbangan. Salah satu angin masuk ke dalam matanya dan membuatnya kelilipan. Ia pun menggosok matanya dengan lembut. Di sampingnya terlihat seorang gadis cantik dan imut yang menatapnya sedari tadi. Ia terlihat mengangumi pria tersebut.
Saat guru datang semua murid pun berdiri. Pria yang menatap jendela tadi pun juga ikut berdiri. Sementara itu teman si gadis yang menatap pria tadi pun menegurnya karena dia masih menatapi pria tersebut.
"Rena berdiri, ada Bu guru!"
Panggil temannya.
Rena pun terkejut dan langsung berdiri. Ibu guru yang barubmasuk dan tak sengaja melihat Rena yang baru berdiri menatap curiga.
"Kenapa Re?"
Tanya guru tersebut.
"Tidak apa-apa Bu"
Jawab Rena.
Bu guru itupun mengangguk mengiyakan dan pergi duduk di kursinya yang terletak di depan para murid. Setelah Bu guru itu sudah duduk semua murid pun duduk kembali. Sementara Rena merasa lega karena tidak ketahuan Bu guru kalau dia tadi menatapi pria tadi. Ia pun melirik kembali pria tadi yang terlihat sedang bermain game di ponselnya. Rena pun memperhatikan guru dan melihat kalau Bu guru sedang sibuk mencatat di papan tulis. Melihat itu ia pun memberanikan diri menegur pria disampingnya.
"Aku pasti bisa"
Pikir Rena.
Ia pun berbalik dan menatap pria tersebut sementara pria tersebut merasa tidak nyaman ditatapinya karena dia memang tidak suka ditatap.
"Hei Lana, Kau sedang apa?"
Tanya Rena ke Pria tersebut.
"Aku sedang main game"
Jawab Lana dengan acuh yang mana hbtidak memedulikan dan hanya fokus bermain game.
"Game apa?"
Tanya Rena.
"ML"
Jawab Lana.
"Wah benarkah? Aku juga main itu, bagaimana kalau kita Mabar"
Pinta Rena.
Lana pun menyetujui untuk bermain ML bersama dengan Rena. Dan inilah menjadi lebih dekat dan banyaknya kesamaan mereka. Lana yang dulunya tak memperdulikan Rena akhirnya mulai menjadi teman yang selalu menemaninya bermain game sampai mulai bumbu-bumbu cinta mengalir ke hati mereka. Lana pun memberanikan diri mengungkapkan perasaannya ke Rena di dalam kelas yang terlihat tidak ada guru karena sendga jam kosong dan hanya ada 5 orang di kelas itu karena kebanyakan mereka semua pergi keluar karena bosan did laan kelas. Sementara itu tiga orang di dalam kelas tiduran dan hanya mereka berdua yang bangun dan saling duduk bersebelahan.
Terlihat Rena seperti malu-malu karena di tatap terus sedari tadi oleh Lana. Lana terlihat gagap-gagap untuk mengutarakan ucapannya. Rena yang melihat itu kesal dan menegurnya.
"Katakan saja, jangan gugup"
Pinta Rena.
"Reeennaaa, akuu, suka. Sama kamu!"
Ucap Lana sambil gagap-gagap.
Mendengar perkataannya membuat Rena malu-malu dan langsung memeluk Lana yang membuat Lana terkejut karena dia secara tiba-tiba memeluknya.
"Aku juga suka sama kamu"
Balas Rena dengan suara lembut.
Mendengar perkataan itu Lana pun tersenyum dan juga memeluknya dengan lembut.
Setelah itu hubungan mereka terus berlanjut sampai kenaikan kelas ke kelas 3. Hubungan mereka setahun lalu melewati berbagai peristiwa seperti Rena yang mengajaknya makan di restoran, menaiki wahana, menonton bioskop, dan bahkan ke rumah hantu. Rena begitu takut dengan rumah hantu sampai saat hantu yang menampakkan diri membuat nya ketakutan dan langsung memeluk Lana, Lana pun memenangkannya bilang kalau hantu itu hanya manusia yang melakukan akting.
Di kelas tiga, Lana dengan cepat berangkat dari rumah ke sekolah nya dari jam 5. Akhirnya ia pun datang paling awal dan bebas mengambil tempat duduk yang diabmau karena di dalam kelas hanya dirinya yang paling. Ia pun duduk di paling depan dan sembari memainkan game ML. Setelah dia bermain hampir 1 jam dia belum melihat kedatangan Rena. Bahkan di dalam kelas semua murid sudah datang kecuali Rena. Lana terus memperhatikan pintu yang masih terbuka lebar dan ketika kaki wanita masuk ia pun jadi bersemangat karena ia mengira aiti Rena namun saat kaki wanita itu masuk. Ia langsung kecewa karena yang masuk bukan Rena malainkan teman sebangku Rena di kelas sebelumnya. Teman Rena yang melihat dirinya dengan tatapan mnyesal pun menatap curiga dan langsung menegurnya.
"Ada apa, kenapa kau menatap ku begitu?"
Tanya teman Rena.
"Maaf Nur, kukira kau Rena"
Jawab Lana.
"Ciye, cariin pacarnya"
Canda Nur ke Lana sambil berjalan ke tempat duduknya yang berada di belakang Lana.
"Diem jomblo"
Ejek Lana ke Nur.
"Agh..! Jangan mengejek ku, nanti kau yang jomblo"
Ucap Nur yang menghina balik.
"Hehe sayang itu tidak akan pernah terjadi"
Balas Lana.
"Sombong..."
Ejek Nur.
Lana pun tak membalas lagi ejekan Nur dan fokus kembali menatap pintu.
Sampai sebulan telah berlalu dan Rena tidak pernah masuk ke dalam kelas baru. Lana terlihat khawatir ia pun terus menelpon Rena namun tidak pernah diangkat. Nur yang melihat Lana itupun menjadi kasian dan menegurnya.
"Sebaiknya menjenguknya, takut dia kenapa-kenapa "
Pinta Nur.
"Kamu tau rumah nya?"
Tanya Lana.
"Memangnya kamu tidak pernah diberitahu?"
Jawab Nur.
Saat pulang sekolah Nur pun mengajak Lana ke tempat tinggal Rena. Terlihat Nur membawa Lana dengan motornya karena Lana tidak bisa memakai motor, apalagi memiliki motor jadi dia hanya diboncengi setiap hari oleh kakak nya. Mereka masuk ke dalam semacam gang sempit. Terlihat rumah berjejeran sepanjang jalan, dengan jalanan yang rusak. Terlihat Lana tidak nyaman dengan jalannya.
Saat sedang berjalan ada seorang ibu-ibu membawa semacam kertas di tangannya yang sedang mengobrol dengan orang diruamah di dekat jalan. Ibu-ibu tersebut mengejutkan mereka dan hampir membuat nya kecelakaan. Ibu-ibu tersebut juga terkejut dan hampir terjatuh. Ibu-ibu itu pun marah dan menegur mereka.
"Kau ini bisa bawa motor tidak!"
Tanya ibu tersebut.
Di belakang Nur terlihat Lana yang agak pusing dan menggeleng kan kepalanya. Sementara Nur meminta maaf dengan meluruskan kedua tangannya dan menunduk-nundukkan kepalanya.
"Maaf Bu-maaf Bu"
Pinta Nur.
Saat Nut menunduk-nunduk ia tak sengaja melirik kertas yang dibawa ibu tersebut. Kertas itu bertuliskan undangan pernikahan.
Yang bertuliskan ( Assalamu’alaikum Warahmatullahi WabarakatuhDengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan pernikahan putra-putri kami: Cahyanto
Putra dari Bapak Sunanto dan Ibu Sri nur hikmah & Rena Ayunda
Putri dari Bapak Ahmad Budiman dan Ibu Santi )
Melihat tulisan itu membuat Nur terkejut dan langsung bertanya kepada ibu-ibu yang membawanya.
"Bu, apa saya boleh lihat undangan itu"
Pinta Nur.
Ibu-ibu itupun memberikan kertas undangan tersebut ke tanah Nur.
"Saya maafkan kamu, asalkan kamu datang ke pernikahan anak saya"
Pinta Ibu-ibu tersebut yang membuat Nur tersebut.
"Ibu, ibunya Rena?"
Tanya Nur.
"Iya, memangnya kamu kenal dengan anak saya?"
Jawab ibu-ibu tersebut.
Nur pun dengan cepat menegur Lana yang duduk di belakang nya.
"Lana-lana lihat ini"
Pinta Nur.
"Lihat apa sih?"
Tanya Lana yang masih mengatur helmnya.
Setelah mengatur helmnya ia pun mengambil kertas undangan tersebut dari tanah Nur dan membacanya. Ketika ia membacanya begitu terkejutnya dia dan bola matanya hampir keluar.
"Apa ini benar-benar Rena?"
Tanya Lana.
Namun Nur tidak menjawab , melihat Nur tidak menjawabnya ia beralih pandang ke arah ibu-ibu yang berada di depan mereka.
"Bu, apa ini benar, Rena Ayunda yang akan menikah?"
Tanya Lana.
"Iyaa nak, Rena itu anak saya"
Jawab ibu-ibu tersebut yang membuat Lana terkejut.
"Apa!!"
Teriak Lana.
Seketika kertas undangan tersebut terjatuh ke tanah karena terlepas dari tangannya.
Seketika lagu "Biar Aku Yang Pergi Oleh Aldy Maldini pun berkumandang.
[Biar aku yang pergi
Biar aku yang tersakiti
Biar aku yang berhenti
Berhenti mengharapkanmu
Oh Tuhan kuatkan aku
Menerima semua ini
Jika dia memang untukku
Kuharap kembalikan dia padaku].
Nur pun terlihat kasian dengan Lana ianlun menegurnya.
"Lana, apa yang harus kita lakukan? Apa kita akan ke rumahnya?"
Tanya Nur.
Lana pun beralih pandangan melihat Nur yang memperhatikannya.
"Kita pulang saja"
Pinta Lana.
"Kau yakin?"
Tanya Nur.
Lana pun mengangguk mengiyakan.
Setelah itu mereka pun berpamitan kepada ibunya Rena dan pergi meninggalkan gang tersebut.
Seminggu kemudian di pagi hari terlihat ada Lana yang duduk sendirian di dalam kelas, karena dia memang datang yang paling awal dari yang lain. Saat Lana mengerjakan tugas sekolah di kelasnya. Bayangan seorang wanita menutupi bukunya. Ia pun berbalik menghadap asal bayangan teri. Saat ia melihat ianlun terkejut karena yang datang ke meja nya ternyata adalah Rena yang sudah lama tidak masuk kelas. Lana pun langsung berdiri, dan Rena pun menyapanya.
"Hei..."
Panggil Rena.
"Rena...?"
Jawab Lana.
"Kita sudah lama tidak bertemu"
Ucap Rena sambil senyum-senyum.
"Kau benar"
Balas Lana sambil melirik perut Rena yang membesar. Rena yang tahu jika perut nya ditatap Lana. Ia pun menegurnya.
"Ini..."
Ucap Rena.
"Aku sudah tahu"
Balas Lana.
Rena pun kembali melirik Lana dengan ekspresi sedih.
"Terima kasih sudah bertemu dengan ibuku"
Pinta Rena.
Lana pun kembali dari menatap perut Rena ke wajah Rena dengan menatapnya dengan tajam.
"Katakan padaku, bagaimana ini terjadi?"
Pinta Lana.
"Kala itu.... di tahun 2023 tanggal 31 Desember. Aku melakukan kesalahan karena melakukan janji dengan temanku, aku berjanji dengannya jika aku kalah dalam permainan game ML aku harus mengikuti keinginannya. Karena aku kalah dalam permainan aku pun menyetujui mengikuti keinginannya. Awalnya aku diajak karoke, katanya untuk merayakan tahun baru. Tapi kami tidak berdua dia mengajak teman-teman nya agar semakin ramai dan meriah.
Dan karena itulah kejadian itupun terjadi, salah satu teman nya mabuk dan langsung memeluk ku.
"Tidak! Hentikan!" Teriak Rena.
"Ha ha ha kau sangat imut, aku jadi sagne" Ucap pria mabuk itu.
aku yang tidak mabuk mencoba melawannya tapi dia terlalu kuat dan langsung memasukkan pisang nya ke dalam jeruk ku.
"Kya!! Jangan di masukkan" Teriak Rena
Ah.. ah.. ah..
Aku pasrah tak bisa melawan dan aku malah menikmati nya tanpa berpikir untuk menghubungi mu".
Ucap Rena yang menceritakan kejadiannya.
"Lana maafkan aku, aku telah mengkhianati mu"
Lanjut Rena sambil menangis-nangis.
Mendengar itu Lana pun langsung lemas dan terduduk di bangku nya. Ia pun menyentuh keningnya dan mengalihkan pandangannya ke lantai untuk mengabaikan wajah tangisan Rena.
TAMAT