Disuatu hari yang agak mendung, Erika Fatiha, siswi kelas 2 SMP ini sedang dalam perjalanan ke sekolah dengan menggunakan sepedanya, ia dengan cepat mengayuh pedal sepedanya agar tidak terlambat, dalam perjalanan menuju sekolah, ia tidak sengaja melihat seorang kakek tua yang membawa koper besar, sebenarnya Erika penasaran dengan isi koper itu tetapi ia mencoba untuk tidak peduli dan memendam rasa penasaran dengan isi koper besar yang dibawa kakek tua tadi.
Setelah sampai di sekolah, ia tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua kakak kelasnya itu.
"Hei, apa kalian tahu tentang rumor sekolah ini?"
"Rumor tentang apa?"
"Kalau sekolah kita ini dulunya adalah kuburan, dan aku dengar banyak murid murid yang melihat penampakan ketika pulang sekolah di sore hari"
"Seram juga ya? Aku juga pernah mendengar suara suara aneh pas piket kelasku bersama Tobi tadi pagi"
Erika yang semakin penasaran ingin mencari tahu tentang rumor tersebut, ia ke kelasnya dan meletakkan tasnya, disaat yang sama, teman laki lakinya yang bernama Kai Satriyono datang dan menghampirinya sembari menyapa, Kai yang heran dengan sikap Erika pun bertanya.
"Hei, kau ini kenapa? Wajahmu serius sekali"
"Diamlah, aku sedang berpikir"
"Apa yang kau pikirkan?"
"Aku sedang berpikir tentang rumor soal sekolah ini"
Kai yang masih heran dan bingung pun bertanya sekali lagi.
"Rumor tentang apa?"
"Tentang sekolah ini dulunya adalah kuburan"
"Benarkah?"
"Iya"
"Erika... Itukan hanya rumor, belum tentu benar"
Disaat sedang asik berbincang, guru matematika mereka sudah datang sambil membawa beberapa kertas, murid murid di kelas tersebut merasakan firasat buruk.
"Baiklah murid murid, saat ini kita akan mengadakan ulangan harian dadakan, jadi ibu harap kalian semua sudah belajar"
"Apa?!"
Semua murid didalam kelas tersebut terkejut termasuk Erika, mereka semua terkejut karena belum belajar kecuali ketua kelas dan wakil ketua kelas yang dikenal sangat pintar di kelas mereka. Erika yang kebingungan dengan soal yang diberikan oleh guru matematika hanya bisa mengutuk guru tersebut karena mengadakan ulangan harian dadakan dan ditambah lagi soalnya begitu sulit, ketika para murid sedang fokus dengan cerita mereka, tiba tiba terdengar suara pintu yang di banting, suara tersebut terdengar sangat jelas karena berada di sebelah ruangan kelas mereka.
"Bu... Bu guru... Suara apa itu tadi?"
"Bukan apa apa kok, lanjutkan saja ulangan kalian"
Setelah bu guru mengatakan kalimat itu, semua murid langsung fokus ke ulangan mereka dengan sedikit ketakutan, beberapa menit kemudian si ketua kelas bangkit dan menyerahkan kertas ulangannya, saat ketua kelas ingin kembali, tiba tiba terdengar suara tangisan dari ruangan sebelah. Seketika murid murid kelas tersebut menjadi takut dan merinding, karena khawatir, bu guru matematika tersebut keluar kelas untuk memeriksa ruangan tersebut dan betapa terkejutnya bu guru ketika melihat sesosok anak kecil berambut hitam panjang dan berpakaian putih sambil memeluk bonekanya sedang berdiri di tengah tengah ruangan tersebut dengan tirai jendela yang tertutup. Bu guru kembali dengan sedikit takut, Erika yang penasaran dengan apa yang gurunya lihat sampai bu guru ketakutan seperti itu.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, di kelas hanya menyisahkan Erika, Kai, Alicia, dan Antonio, mereka sedang melakukan piket kelas mereka hingga sore, saat ingin pulang Erika dan Kai mendengar suara suara bisikan di sebelah ruangan kelas mereka, Alicia dan Antonio sudah pulang duluan sedangkan Erika dan Kai harus membawa buku buku itu kembali ke perpustakaan, Erika yang penasaran mengintip dan melihat seorang anak kecil berambut hitam panjang dan berpakaian putih sambil memeluk bonekanya sedang berdiri menghadap jendela dengan tirai yang tertutup, Erika yang penasaran ingin membuka pintu ruangan tersebut tetapi Kai berkata.
"Erika, cepatlah, nanti kita kemalaman"
"Ah... Iya, maaf, maaf"
Setelah Erika dan Kai pergi dari tempat itu, gadis kecil misterius itu melihat mereka dengan matanya yang berwarna merah dan berdarah, setelah selesai meletakkan buku buku itu di perpustakaan, Erika dan Kai langsung pergi dari sekolah tersebut karena jam sudah menunjukkan pukul 17:48, mungkin orang tua mereka mencemaskan mereka. Dalam perjalanan, mereka berdua terkejut karena melihat cairan berwarna merah di salah satu loker tua, karena penasaran Erika pun mendekat dan menyentuh cairan tersebut, karena ia tidak tahu cairan apa itu, ia pun bertanya kepada Kai.
"Kai, kau tahu cairan apa ini?"
"Emm... Aku... Tidak tahu"
"Kalau begitu cairan apa ini?"
Suasana menjadi hening sejenak ketika Erika berada dalam mode serius, setelah beberapa lama berpikir, Erika tahu cairan apa itu.
"Aku tahu!"
"Apa?"
"Darah"
Setelah Erika mengatakan kata tersebut, suasana menjadi hening, tiba tiba terdengar suara langkah kaki sedang menuruni tangga, Erika dan Kai menjadi merinding dan cepat cepat keluar dari sekolah tersebut, mereka terus berlari dengan sosok wanita berpakaian hitam panjang dan berambut hitam panjang mengejar mereka di belakang, Kai menemukan tempat persembunyian terbaik dan mengajak Erika untuk bersembunyi disana, Erika tidak tahu tempatnya jadi ia hanya mengikuti saja. Saat sampai di tempat itu Erika terkejut karena tempat itu adalah sebuah peti.
"Kau mau aku bersembunyi di sebuah peti?"
"Aku tidak tahu harus bersembunyi dimana lagi, hanya ini tempat terbaik agar tidak ketahuan"
"Tapi aku heran"
"Heran kenapa?"
"Bagaimana bisa ada peti di sekolah..."
"Nanti saja pikirnya, aku bisa mendengar langkah kakinya semakin dekat"
Karena terpaksa, Erika pun menurutinya dan masuk ke dalam peti, Kai juga begitu, mereka bersembunyi didalam peti sambil menunggu makhluk misterius itu pergi, Erika yang penasaran mengintip sedikit dari dalam peti dan melihat wajah makhluk tersebut, matanya berwarna hitam semua dan memiliki taring gigi seperti vampir, Erika terkejut karena tiba tiba sosok tersebut menoleh kearahnya.
"Ke... Te... Mu..."
Setelah itu makhluk tersebut menarik tangan Erika dan Kai yang menyadari hal itu langsung keluar dan memukul makhluk itu dengan kayu, makhluk itu merasa marah dan menyerang Kai, Kai mencoba menahannya untuk memberikan celah agar Erika bisa kabur dari tempat itu.
"Bagaimana denganmu Kai?"
"Aku akan baik baik saja, pergilah Erika"
"Tapi..."
"Cepat pergi!"
Erika hanya bisa menuruti perkataan Kai, ia langsung berlari kearah belakang sekolah, saat itu jam sudah menunjuk pukul 20:49 dan kompleks sekitar sekolah mereka juga sepi jadi tidak bisa meminta tolong kepada siapapun, ketika sampai di belakang sekolah, Erika terkejut karena melihat empat kuburan didekat sekolahnya dan sebuah patung tanpa kepala di tengah tengah empat kuburan tersebut, seketika Erika takut dan mendengar suara dari arah belakangnya.
"Pergilah... Dari... Sini..."
"Apa maksudmu?"
"Dia... Ingin... Membunuhmu..."
"Eh?"
Ketika Erika menoleh kesamping kanan, kakek tua dengan koper besar yang ia lihat di jalan saat dalam perjalanan ke sekolah berada di sampingnya, ia terkejut dan berusaha untuk lari, tetapi kakek tua tersebut berhasil menggenggam tangannya, kakek tua tersebut sudah memegang sebuah pisau bedah di tangan kanannya dan siap untuk menusuk Erika. Karena panik sekaligus takut, Erika mengambil sebuah besi tajam di tanah dan melukai tangan kirinya agar lepas, Erika berlari menuju tempat Kai dan melihat Kai sudah tergeletak lemas di tanah, makhluk sebelumnya sudah menghilang dan hanya ada gadis kecil misterius yang ia lihat sebelumnya di sebelah ruangan kelasnya, gadis kecil tersebut menatapnya sekilas kemudian tersenyum lalu menghilang begitu saja, meskipun Erika sedikit terkejut ia membawa Kai dan lari keluar sekolah sebelum si kakek tua itu menangkap mereka, saat Erika dan Kai berhasil keluar, kakek tua tersebut terdiam dan memandang gadis kecil misterius tersebut dengan tatapan dingin, sedangkan gadis kecil itu hanya tersenyum.
Setelah kejadian itu Erika dan Kai sudah mulai bersekolah seperti biasa, meskipun masih menyimpan sedikit trauma setelah kejadian beberapa hari yang lalu, mereka berdua memilih untuk menyimpan dan merahasiakan kejadian waktu itu, dan suara suara yang mengganggu pembelajaran mereka juga sudah tidak ada.
~~ TAMAT ~~