*zain sakhori dan rahmat saling menyalahkan karna membuat liya lari menjauh*
(zain dengn kesal) ini semua gara gara kalian berdua,menjadi nyamuk pengganggu saja....
(Rahmat melipat tangan)kalian yang membuat liya tidak nyaman dan lari
(Sakhori dg gaya tengilnya) hey hey...
Zain mengatakan ada benarnya, rahmat memang nyamuk dan zain itu lalat kalian sangat mengganggu....
*rahmat dan zain memandang geram sakhori*
(Sakhori melotot)apa liat liat?!!
(Rahmat tatapan tajam) aku adalah senior kalian, kalian harus lebih menghormatiku(menunjuk ke arah zain dan sakhori)
(zain pun melipat tangan) hey rahmat!! walaupun kau lebih senior dan kesayangan abah kyai tapi jangan lupa aku juga murid terpopuler dan yang paling berprestasi di sekolah ini
(Sakhoripun tidak mau kalah) dan jangan lupa juga aku adalah pria tertampan,terkeren dg reputasi membolos yang luar biasa
Zain dan rahmat menatap sakhori dg wajah heran) apa yang bisa di banggakan dengan reputasi mbolosmu yg bodoh itu(zain dengan tertawa sinis)
(Sakhori bergaya tengil) tentu saja membolos adalah salah satu karismaku....
(Rahmat menggelengkan kepala dan pergi)
(zain lari menyusul liya) sudahlah aku akan masuk kelas....(sakhori menarik tangan zain kebelakang) minggir aku duluan yang masuk kelas...
(Zain merasa heran)kenapa kau tidak bolos,bisa tercemar nanti reputasi mbolosmu
(sakhori begaya bak pemeran utama yang romantis) demi masa depan liya dan aku,aku akan mengorbankan reputasi bolosku,dan menggantinya dengan menatap liya sepanjang pelajaran
(Zain dengan muka kesal membungkus kepala sakhori dengan plastik kresek hitam) nih pakai biar tambah estetik....(zain meninggalkan sakhori dan masuk kelas, sakhoripun membuang plastik kresek dg kesal.....
*bel masuk berbunyi dan pelajaran pun di mulai ,sakhori mulai memandang liya, zain berusaha menutupi pandangan sakhori dengan tubuhnya, sakhori merasa marah dan frustasi,zain menjulurkan lidah mengejek sakhori*
*3 tahun berlalu dg cepat,hari kelulusan datang ,liya yang sebenarnya jatuh cinta pada zain dari pandangan pertama ,selalu memendam perasaannya,karna tidak mau membuat keributan,liya pun merasa tidak pantas bersama zain, karna zain adalah anak orang kaya,sedangkan liya hanya anak seorang petani, menciptakan cinta tanpa kata, ada cinta walaupun tak ada kata yang terucap dari bibir liya...
(Sakhori mendekati liya yang sedang duduk bersama tia di kelas) liya,
trimakasih sudah jadi semangatku.. (liya menatap sakhori tersenyum)
(Sakhori pun membalas senyum) aku tau liya,aku bisa melihatnya walau kau tak mengatakan apapun,walaupun kau baik padaku dan rahmat,tapi pandanganmu dan perlakuanmu berbeda saat bersama zain,aku tau kau hanya mencintai zain,kau hanya tidak ingin ada yang tersakiti kan?
walau begitu....trimakasih sayang kau telah merubahku menjadi sosok yang lebih baik,karna dirimu aku terus mengikuti pelajaran dan tidak bolos lagi sampai ahirnya aku lulus (tersenyum mengusap kepala liya)
(Zain kesal salah paham memeperhatikan dari tempat duduknya)
(Liya tersenyum melihat sakhori) kau lulus bukan karna aku, tapi memang kau pantas mendapatkannya,aku tau di balik kenakalanmu kau mempunyai hati yang baik dan lembut.....(sakhori menyentuh tangan liya)aku mencintaimu tapi aku ingin kau bahagia walau aku harus merelakanmu bersama zain....
(Zain semakin cemburu melihat liya dan sakhori saling membalas senyum)
*tiba tiba rahmat mengetuk pintu kelas*
Tok tok tok..asaalamualaikum.....?(tersenyum melihat liya dan menghampiri) wa'alaikum salam.....(semua menjawab serentak)
(Rahmat Mengalihkan pandangan ke sakhori)apa kau sudah selesai sakhori?
(Sakhori menghela nafas) aku sudah selesai sekarang giliranmu....
(Rahmat menatap liya tersenyum) liya,aku menyukaimu sejak awal kita bertemu, tapi aku juga tau hatimu hanya untuk zain, jangan hawatirkan aku dan sakhori,karna kebaikan dan kebahagiaanmu lah yang terpenting bagi kami
(Liya mernundukan kepala)aku hanya anak seorang petani, apa aku pantas menjadi kekasih zain?
(Tia menyemangati)jangan begitu liya... aku yakin kau pantas bersama zain,kau adalah wanita baik dan luar biasa...
(Sakhori dan rahmat tersenyum) benar liya apa yang di ucapkan tia, ungkap kanlah perasaanmu kepada zain.....(kata sakhori menyemangati)
(Liya mulai tersenyum) baiklah... aku akan mencoba...
*Liya berjalan menghampiri zain*
(Zain menatap kesal)ada apa kau kemari? Bukankah kau bahagia disana(cemburu)
(Liya merasa gugup) aku ..aku ingin bicara dg mu....
(Menatap liya tajam) cukup liya, jangan permainkan hatiku lagi....
*liya sedih, sakhori, rahmat dan tia merasa geram mengintip zain dari kejauhan*
(Sakhori dg wajah geram) dasar si bodoh zain,tolol sekali,bagaimana dia bisa bicara seperti itu pada liya..(rahmat mengangguk)iya kau benar, dia pintar apa goblok sih....
(Tia ikut komentar) iya zain malah ngomong gitu sih, kita kesana aja yah kasihan liya
*tiya melangkah ingin menghampiri liya tapi ditarik rahmat dan sakhori*
Sssst(sakhori menempelkan jari ke bibir) jangan....biarkan mereka bicara dulu....
(Liya menatap zain) zain .. sebenarnya aku tidak pernah mempermainkanmu...
(Zain marah cemburu) sudah lah, aku pergi saja...(melangkah pergi)
*liya meneteskan air mata sedih,karna zain tidak memberi kesempatan liya untuk bicara,tia menghampiri dan menghibur liya*
*rahmat dan sakhori sedih melihat liya dan gemas mereka langsung menyusul,zain yg pergi*
(Sakhori melempar buku mengenai badan zain) hey nenek cerewet..!! (menghentikan zain) kamu tolol amat sih, liya itu cintanya sama kamu
(Rahmat ikut bicara) iya zain kamu goblok banget sih ,masa kamu ga sadar perlakuan dan tatapan liya kepadamu...
(Zain terkejut) apa maksud kalian...
(Sakhori geram) aduuh!! Kamu tolol banget sih kalo masalah perasaan..., sana kejar liya, tadi liya mau ungkapin perasaannya padamu, kamu malah marahin dia.....
*Zain berlari cepat menghampiri liya di kelas tapi tak ada liya disana, zain hanya melihat tia*
Tia dimana liya?(ucapnya dengan cemas) ( tia menjawab dg ketus) liya ga ada!! Mau apa kamu cari liya?,tadi liya nangis,asal kamu tau ya zain, hari ini liya akan ke jakarta,keluarga liya punya banyak hutang dan liya harus kerja di jakarta, untuk membatu keuangan orang tuanya, dia tadinya mau ungkapin perasaanya padamu dan berpamitan,tapi kamu jahat banget malah marahin dia...
(Zain terpaku dan menyesal)apa yang telah aku lakukan?
*zan lari bergegas ke rumah liya,setelah sampai di rumah liya,zain tidak menemukan liya,ternyata liya sudah di terminal bus, menunggu bus berangkat, zain berlari cepat menuju terminal berharap liya masih ada di sana.
Zainmencari kesana dan kemari lalu melihat liya yang sedang melangkah masuk ke bus,zain bergegas lari menarik tangan liya
(Menarik tangan dengan cepat dan jatuh ke pelukan dan tidak sengaja liya berciuman bibir dg zain) liya jangan pergi... aku mencintaimu....
*Semua orang menatap mereka,liya kaget dan menatap wajah zain yang panik, (menatap zain dg malu)aku juga mencintaimu....(kata liya menghilangkan cinta tanpa kata yang selama ini membelenggu)
*zain tersenyum bahagia dan memeluk liya, (semua orang bersorak)hai anak muda mesranya di tempat lain saja, jangan membuat iri kami yang ada disini....(liya dan zain terkejut dan malu,zain mengantar liya sampai ke jakarta tempat liya bekerja.... merekapun menjalin hubungan yang manis
TAMAT.......