Hari bahagiaku telah tiba aku menikah dengan orang yang aku cintai. Setelah menikah aku di karuniai seorang putri yang sangat cantik. Di kehamilanku ini aku sangat stres. Karena, dokter kehamilanku mengatakan bahwa aku dan anakku terkena Toxsoplasma. Bagaimana tidak hancur perasaanku, aku sempat berpikir "Apa benar anakku terkena penyakit ini ? Bagaimana dengannya nanti?" Akhirnya aku konsul dengan dokter spesial kandungan, dan dokter menyarankanku untuk mengkonsumsi obat dan vitamin selama 1 tahun. Aku melakukan perintah dari dokter dan aku bersyukur, ketika proses lahiran itu tiba anakku lengkap tidak ada kelainan apapun. Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan, orang tua, suami serta anakku yang baru lahir.
Setelah anakku berumur 2,5 tahun ternyata aku hamil anak kedua. Aku sempat menolak bayi ini. Karena aku berpikir, hanya akan memiliki satu anak saja. Ibuku menasehatiku agar aku bisa menerimanya, karena ini adalah anugerah dari Tuhan.
Di kehamilan kedua ini, dokter memberi tau bahwa aku hamil anak kembar. Ketika di usia 8 bulan dokter mengatakan bahwa anakku yang berkembang hanya 1. Sedih ? Pasti.
Setelah lahir aku melihat dia, aku ingin sekali memeluknya. Entah kenapa aku merasa bersalah, andai aku menerimanya mungkin kedua bayiku akan lahir.
Perawat memberikan bayi itu kepadaku, dan aku memberikan dia nama Balqis, yang artinya adalah wanita yang tangguh.
Tepat di usianya yang ke 2 bulan, Balqis mengalami diare yang tak kunjung sembuh. Dan dokter mengatakan bahwa Balqis dehidrasi berat akibat diare yang di deritanya. Aku langsung marah kepada diriku sendiri.
"Kenapa aku ceroboh? Maafin mama sayang. Maafin mama nakk." Aku menangis sejadi jadinya di ruangan ICU sambil melihat putriku yang malang.
Kurang lebih 2 minggu, Balqis di rawat di rumah sakit, saat itu aku berpikir
"Dia anakku, aku penyebabnya dia sakit seperti ini."
Setelah itu dokter meminta kami untuk pulang dan mengatakan bahwa anakku Balqis sudah dalam keadaan sehat.
"Maafin mama sayang, mama akan selalu ada di samping kamu dan Kak Sasa" ucap mamanya dalam hati.
"Anak adalah anugerah dan titipan dari Tuhan yang Maha Esa. Kamu adalah tuan putriku anak anakku Sasa dan Balqis"