Setelah pertengkaran panjang antara Sherin dengan keluarganya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah agar bisa bersama dengan Eric, kekasihnya yang sudah hampir 4 tahun berpacaran.
Ayah Sherin melarang keras hubungannya dengan Eric, Karna ayahnya tahu seperti apa sifat asli pacarnya itu. Namun Sherin masih tetap mempercayai Eric dan terus mematuhi keinginannya.
Setelah Sherin pergi dari rumah, ia menempati sebuah apartemen sederhana dipinggiran kota dengan harga murah. Ia juga harus bekerja keras, Karna ia sudah tidak lagi mendapatkan uang sepeserpun dari ayahnya. bahkan ATM miliknya juga di blokir.
Namun hal yang paling Sherin khawatir kan adalah keberadaan Eric. setelah ia meninggalkan keluarga besar Li, Sherin tak pernah mendengar kabar tentang Eric lagi, nomornya juga tidak aktif, bahkan rumah yang dulu Eric tempati sudah dijual. Namun Sherin tak menyerah, ia terus mencari keberadaan kekasihnya itu.
***
Dihari pertama Sherin bekerja, ia merasa ada seseorang yang tengah memperhatikannya. hingga jam kerja telah berakhir orang itu masih tetap ditempatnya dan terus memperhatikan Sherin. Merasa terancam, Sherin memegang payungnya cukup erat dan menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.
Dengan cepet Sherin mengayunkan payungnya untuk memukul pria tersebut, Tapi sayangnya pria tersebut dapat menangkis payung yang ada di tangan Sherin.
Sempat terdiam beberapa detik. lalu Sherin mendongak kearah pria tersebut, Karna pria itu cukup tinggi. Tatapannya juga terlihat sangat dingin dan serius. Namun, terlihat sangat tampan di tambah dengan kacamata yang ia kenakan.
"Nona.." panggilnya dengan nada dingin. Mendengar kata 'Nona', Sherin menjadi yakin kalau pria ini adalah suruhan ayahnya untuk memata-matai dirinya. Dan dengan keras, Sherin menarik payungnya yang tengah dipegang pria tersebut.
"Katakan pada papa, aku tidak akan kembali. Aku sudah cukup senang dengan dunia baruku. Dan kau... mulai sekarang berhenti mengkutiku." kata Sherin lalu pergi meninggalkan pria tersebut yang masih mematung menatap kepergian Sherin.
Hari-hari berikutnya masih sama seperti hari sebelumnya, pria itu terus mengikuti kemanapun Sherin pergi. bahkan saat ia berada di apartemen, pria itu tetap berdiri didepan pintu rumahnya.
"Kenapa kau masih terus mengikuti ku! Apa kurang cukup jelas aku mengatakannya. sampai kapanpun aku tidak akan pulang. Kalau kau masih terus mengikuti ku, aku akan kawin lari dengan pria asing!"
"Nona, tidak masalah jika nona tidak ingin pulang, Tapi biarkan aku terus bersama anda, sampai nona mengetahui sendiri seperti apa sifat asli pacar anda."
" Jangan pernah menjelek-jelekkan Eric, kau sama sekali tidak mengerti tentang dia!" teriak Sherin penuh emosi.
{Dua Hari Kemudian}
Musim dingin sudah tiba, dan di perkirakan salju akan turun di akhir pekan. Sherin pun mulai mempersiapkan barang-barang yang ingin ia beli untuk persediaan. Saat asyik tengah berbelanja, bodyguard yang selalu mengikutinya memberi pesan agar ia keluar dari toko market dan menoleh kearah sebelah kiri dari arah toko.
Dan benar saja, Sherin melihat seorang pria yang tak asing lagi baginya tengah berjalan bersama seorang wanita yang kira-kira umurnya 3 tahun lebih tua dari pria yang di kenalnya itu.
Tanpa pikir panjang Sherin mengikuti mereka hingga mereka berhenti disalah satu lorong yang sangat sepi. Hati Sherin mulai terasa sakit dan emosinya pun mulai tak stabil ketika melihat mereka berciuman. Dengan cepat Sherin menarik baju pria tersebut dan menamparnya beberapa kali.
"Sherin!!" kata pria tersebut dengan ekspresi wajah yang terkejut.
"Eric, kau.. kau ternyata pria brengsek yang tidak tau diri."
"Hmm... Karna kau sudah mengetahuinya. Biar aku jelaskan lebih rinci padamu. mulai sekarang kita Putus.. Aku sudah menemukan seorang wanita yang jauh lebih baik darimu dan lebih penting, dia sangat kaya.." bisiknya ditelinga Sherin.
"Melihatmu yang sekarang ini, aku jadi tidak tertarik padamu." sambungnya.
"Brengsek! suatu hari kau akan menyesali semua perbuatan mu ini, dan kau akan mendapatkan balasannya." jawab Sherin penuh emosi, lalu pergi meninggalkan Eric.
Tapi setelah Sherin pergi, Eric mengutus seseorang untuk membunuhnya. mendengar hal itu, bodyguard yang masih berdiri menguping pembicaraan Eric langsung bergegas pergi menyusul Sherin.
Dan benar saja, sekelompok pria bersenjata tengah mengepung Sherin yang saat itu sedang ketakutan sambil berteriak minta tolong, dan dengan sigap bodyguard X langsung mengeluarkan pistol dan menembak mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Aksi tembak-menembak pun tak terhindarkan. Sherin yang merasa takut langsung pergi menjauh dan segera menghubungi polisi. Namun sayang, sebuah tembakan mendatar di dada kanan bodyguard-nya tersebut dan langsung tergeletak di tanah. Sherin pun langsung menghampirinya.
"Hei... kau harus bertahan, kau tidak boleh mati! aku sudah memanggil ambulance dan juga polisi. mereka akan segera datang." kata Sherin yang begitu panik. Pria tersebut hanya tersenyum lalu membelai pipi Sherin dengan lembut.
{Dua Bulan Kemudian}
Setelah kejadian itu, Sherin tak dapat mengingat lagi apa yang terjadi. ketika ia bangun, ia sudah berada di kediaman keluarga Li. Ayahnya juga mengatakan bodyguard yang ia utus untuk menjaga Sherin telah pulih, tugasnya untuk menjaga Sherin pun telah selesai. dan pria itu kini telah pergi meninggalkan keluarga Li. Namun ntah kenapa hati Sherin merasa sedih, seperti ada yang hilang dari dirinya.
Dan untuk Eric, ia sudah mendapatkan balasannya. sebagai gantinya ia harus di penjara seumur hidup Karna kasus penipuan, pembunuhan yang sudah beberapa kali ia lakukan dan juga melakukan pembunuhan terhadap Sherin.
***
Hari-hari terus berganti, hingga tiba dimana keluarga Li mendapatkan undangan kerja sama dari perusahaan RCV. InterGrub yang merupakan perusahaan terbesar di negara A dan menempati urutan ke-10 perusahaan terbesar di dunia.
Sebenarnya Sherin tidak terlalu suka menghadiri acara formal seperti ini, namun hal yang mengejutkan pun terjadi ketika seorang pria yang sangat dikenalnya berdiri di atas mimbar untuk memberikan kata sambutan.
Dia adalah Zion Xia, tuan muda dari keluarga Xia sekaligus direktur utama RCV. InterGrub.
Mengetahui hal ini Sherin langsung pergi meninggalkan acara tersebut dan berjalan kearah balkon aula utama. Dan tak disangka, bodyguard yang diutus ayahnya beberapa bulan yang lalu ternyata adalah seorang CEO RCV. InterGrub.
"Nona Sherin!" panggil seorang pria dengan nada lembut. Sherin pun langsung menoleh kearah suara. dan seorang pria tampan dengan jas hitamnya berdiri sambil tersenyum kearahnya.
"Kau.." teriak Sherin ketika melihat Zion Xia sudah berada di belakangnya. "Ah,maaf. Tuan Zion selamat malam." sambungnya yang langsung mengubah cara bicaranya sambil membungkukkan badan.
"Nona, kenapa kau jadi begitu formal, bukankah kita sudah saling mengenal." kata Zion Xia sambil mengangkat dagu Sherin sehingga mata mereka saling bertatapan.
"Kau... kenapa kau berbohong padaku?" tanya Sherin sambil menghentakkan tangan Zion Xia dari dagunya.
"Sejak kapan aku berbohong padamu nona? sejak awal kamulah yang tidak pernah bertanya apapun, bahkan kau juga tidak bertanya siapa namaku!" jawabnya. Sherin langsung menundukkan kepalanya, dan Zion kembali mengangkat dagu Sherin sambil tersenyum sehingga mata mereka bertatapan lagi.
"Apa kau merindukanku, Nona?" sambungnya. dan dengan cepat Sherin langsung mendorong tubuh Zion Xia.
"Siapa yang rindu padamu! Dasar aneh." Sherin mengalihkan pandangannya ketempat yang lain. namun beberapa detik kemudian ia kembali menatap kearah Zion.
"Kau adalah CEO yang hebat, tapi kenapa kau berpura-pura menjadi seorang bodyguard dan masuk ke keluarga Li??"
"Aku tidak berpura-pura. Aku melakukan ini, Karna ada tujuan yang aku capai."
"Tujuan?"
"Ya. tujuanku adalah Kamu. sebenarnya aku ingin membalas budi, keluarga Li sudah banyak membantu RCV. InterGrub beberapa tahun ini. Jadi papa mu memintaku untuk menjagamu secara diam-diam. Ya.. mau tidak mau aku harus menjagamu."
"Kau bilang untuk balas budi? tapi kenapa kau menyebutkan tujuanmu adalah aku??"
"Aku sudah menjagamu diam-diam selama 6 tahun, jadi menurutmu selama itu tidak akan muncul sebuah rasa padamu?"
Wajah Sherin langsung memerah mendengar perkataan Zion Xia. ia juga hampir tak percaya, bahwa selama ini ada seseorang yang selalu melindungi nya secara diam-diam!! Namun ntah mengapa ada perasaan senang di hati Sherin.
"Kalau begitu kau harus tetap menjadi pelindungku, selalu ada untukku, dan menjagaku selamanya, Apa kau mau?" tawar Sherin dengan senyum yang mengembang di pipinya.
"Apakah ini termasuk pernyataan cinta, Nona? tanya Zion Xia sambil memegang kedua pipi Sherin.
"Anggap saja seperti itu." jawab Sherin.
"Apa kau tidak takut kalau aku akan mengkhianati mu seperti mantan kekasihmu dulu?"
"Aku percaya padamu dan akan selalu percaya padamu. Jadi.. kau harus menjaga kepercayaan ku." jawab Sherin dengan percaya diri. Dan dengan cepat Zion Xia menarik Sherin kedalam pelukan dan menciumnya.
_END_
Thank's for you💕